GPIB Keluarkan Sikap Resmi Soal Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
GPIB, Jakarta – Majelis Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap terhadap bencana kebakaran hutan dan…
GPIB Hadirkan Tiga Rumah Oksigen Bagi Warga Terdampak Karhutla
Rumah Oksigen GPIB Ebenhaezer Palangka Raya resmi dibuka untuk masyarakat umum pada Rabu, 30 September 2026. Peresmian dihadiri oleh perwakilan PGIW Kalimantan…
Menjemaatkan Dokumen Keesaan Gereja dalam Kehidupan Spiritualitas Praksis Jemaat
GPIB, Jakarta – Diskusi lewat webinar soal sosialisasi Dokumen Keesaan Gereja (DKG) yang diselenggarakan oleh Mupel Banten bersama Departemen Germasa MS GPIB…
Semarak HUT ke-78 GPIB dan ke-331 Gedung Gereja Sion, Beragam Kegiatan Disiapkan
JAKARTA – Majelis Sinode GPIB bersama GPIB Jemaat Sion Jakarta akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan Journey of Grace GPIB 2026 dalam rangka menyambut…
75 Pendonor Berbagi Kehidupan bagi Sesama di GPIB Kinasih
GPIB, Tangerang Selatan – Donor darah yang diselenggarakan GPIB Jemaat Kinasih pada Sabtu (19/9) bertempat di Gedung Serbaguna GPIB Kinasih mendapat respons…
Bhakti Sosial Yankes GPIB Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat Binong
GPIB, Tangerang – Binong, 29 Agustus 2026 — Wujud peduli dan pelayanan bagi masyarakat terjadi dalam kegiatan Bhakti […]
brurce_admin4 menit baca
GPIB, Tangerang – Binong, 29 Agustus 2026 — Wujud peduli dan pelayanan bagi masyarakat terjadi dalam kegiatan Bhakti Sosial Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan Gratis yang dilaksanakan di Balai Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Tangerang pada Sabtu (29/8).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Yayasan Kesehatan GPIB, Kelurahan Binong dan GPIB Yudea Bajem Siloam Binong sebagai bentuk nyata kehadiran gereja dan para mitra pelayanan dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Mengusung semangat “Aksi Sosial Pemeriksaan Kesehatan & Pengobatan Gratis”, kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Berbagai pelayanan kesehatan diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat, termasuk donor darah dan kegiatan sosial lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali oleh Ibu Ance Kanter, mewakili Yayasan Kesehatan GPIB yang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Bhakti Sosial Yankes GPIB di Kelurahan Binong.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua V MS GPIB, Pnt. Maxi Hayer; Ketua Yayasan Kesehatan GPIB, Dr. Griselda Aer S.KP. ; Pdt. Ezra Sudarsono dari GPIB Yudea Bajem Siloam Binong; serta Ketua I PHMJ GPIB Yudea, Pnt. Vanie Sompie.
Kehadiran para pimpinan dan pelayan gereja tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap pelayanan kesehatan sebagai bagian dari panggilan gereja untuk hadir dan melayani masyarakat.
Pihak pemerintah setempat yakni Lurah Binong, H. Sukri Akriansyah, S.E., M.M., juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan sosial dan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. Dukungan pemerintah kelurahan menjadi bagian penting dalam mempertemukan pelayanan kesehatan dengan kebutuhan masyarakat secara langsung.
492 Peserta Manfaatkan Beragam Layanan Kesehatan
Sekira 492 warga yang hadir berdasar data yang diterima oleh panitia dan warga amat antusias untuk ikut dalam kegiatan tersebut.
Para peserta memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia, di mana 428 warga memeriksa ke dokter umum, 164 warga memeksakan ke dokter gigi, 345 warga memeriksakan ke laboratorium, 307 warga juga ikut memeriksakan mata dan diberikan kacamata, serta 27 tindakan bedah minor, disertai layanan khitanan dan pembagian baju bayi dan balita.
Jumlah layanan pada masing-masing kategori dapat lebih besar daripada jumlah peserta karena satu peserta dapat mengikuti lebih dari satu jenis pelayanan, sesuai kebutuhan dan hasil pemeriksaan.
Pelayanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pemeriksaan umum. Masyarakat juga mendapatkan kesempatan mengikuti pemeriksaan darah, meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Di bidang kesehatan gigi, tersedia pelayanan pemeriksaan, pencabutan, dan penambalan gigi sementara. Sementara itu, masyarakat juga mendapatkan pemeriksaan mata dan kacamata baca bagi usia 45 tahun ke atas, dengan persediaan yang terbatas.
Bagi masyarakat yang membutuhkan tindakan sederhana, tim menyediakan layanan bedah minor, antara lain untuk luka, kutil, dan daging tumbuh. Selain itu, tersedia layanan khitanan dengan kuota terbatas, serta pembagian baju bayi dan balita usia 0–12 bulan.
Selain pelayanan kesehatan, kegiatan Bhakti Sosial Yankes GPIB juga diisi dengan kegiatan donor darah. Kehadiran layanan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat dan para peserta kegiatan untuk turut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan dengan mendonorkan darah bagi mereka yang membutuhkan.
Seluruh rangkaian pelayanan dilaksanakan dalam semangat gotong royong, mulai dari proses pendaftaran, pemeriksaan, tindakan medis, pemberian obat, pelayanan donor darah, hingga berbagai pelayanan pendukung lainnya.
Kolaborasi Menjadi Kekuatan Pelayanan
Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan dapat menjadi ruang perjumpaan dan kolaborasi berbagai pihak. Kelurahan Binong berperan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan di tengah masyarakat, sementara Yayasan Kesehatan GPIB dan Tim Pelkes Bajem Siloam Binong menghadirkan sumber daya dan pelayanan kesehatan.
Keterlibatan GPIB Yudea Bajem Siloam Binong turut memperkuat semangat kebersamaan dalam kegiatan sosial tersebut.
Kolaborasi ini menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap kesehatan masyarakat tidak dapat berjalan sendiri. Ketika gereja, pemerintah setempat, komunitas, tenaga kesehatan, dan masyarakat bergerak bersama, manfaat yang dihadirkan dapat menjangkau lebih banyak orang.
Bhakti sosial ini tidak sekadar menghadirkan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wujud kepedulian terhadap masyarakat sekaligus sarana membangun relasi, kebersamaan, solidaritas, dan semangat kemanusiaan.
Bagi GPIB, pelayanan kesehatan merupakan bagian dari panggilan gereja untuk menghadirkan kasih Allah secara nyata di tengah kehidupan masyarakat. Kesehatan, kepedulian, dan kemanusiaan menjadi ruang bersama untuk menghadirkan pelayanan yang menyentuh kebutuhan nyata.
Melalui kegiatan ini, para pelayan dan seluruh pihak yang terlibat diingatkan kembali bahwa pelayanan tidak berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan melalui kehadiran, kepedulian, dan tindakan nyata. Seperti pesan yang disampaikan salah satu tim kerja bakti sosial, yakni “Melayani dengan kasih, bekerja bersama, dan menghadirkan kesehatan sebagai wujud kepedulian bagi sesama.”