Langsung ke konten
Logo GPIB GPIB Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

Berita Terbaru

Ketuk foto untuk membaca
  1. GPIB Hadirkan Tiga Rumah Oksigen…
  2. Berita Radio – 2 Oktober…
  3. Lansia Ceria, Lansia Bertemu Tiap…
  4. Menjemaatkan Dokumen Keesaan…
  5. Lansia Harus Tetap Sehat dan…
  6. Tim MS XXII GPIB Periksa…
  7. Semarak HUT ke-78 GPIB dan…
  8. 75 Pendonor Berbagi Kehidupan bagi…
  9. Menembus Batas Pelayanan,…
  10. Baksos Yankes GPIB Layani Lebih…
Kegiatan PELKAT

Lansia Ceria, Lansia Bertemu Tiap Sabtu Pagi

Lansia Ceria, Lansia Bertemu Tiap Sabtu Pagi

GPIB, Jakarta – Hari ini, Kamis, 1 Oktober diperingati juga sebagai Hari Lanjut Usia Internasional atau International Day of Older Persons. Ini bukan peringatan hari internasional biasa tapi menjadi peringatan untuk meningkatkan perhatian terhadap kehidupan orang lanjut usia, mulai dari kesehatan, kesejahteraan, perlindungan hak hingga kesempatan untuk tetap berpartisipasi dalam keluarga dan masyarakat.

Di tahun ini, Hari Lansia Internasional mengangkat tema The Age of Longevity: Rethinking Systems for Longer Lives atau “Era Harapan Hidup yang Tinggi: Merancang Ulang Sistem untuk Usia yang Lebih Panjang.”

Tema itu secara khusus menyoroti perubahan demografi dunia yang semakin banyak dihuni penduduk berusia lanjut serta kebutuhan untuk menyesuaikan sistem sosial dengan kehidupan yang semakin panjang.

Bagi Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) perhatian pada lansia juga amat besar. Menurut Ketua III Majelis Sinode XXII Pdt.Sarah Tahitu-Hengkesa bahwa setiap pribadi adalah berharga di mata Tuhan termasuk lansia.

“Dalam memperingati Hari Lanjut Usia Internasional, 1 Oktober, sekaligus mensyukuri pertambahan usia PKLU GPIB, kita mengingat bahwa setiap pribadi tetap berharga di hadapan Tuhan pada setiap tahap kehidupannya. Usia lanjut adalah masa untuk terus bertumbuh dalam iman, berbagi hikmat, dan menghadirkan kasih sesuai kemampuan yang Tuhan berikan. Dukungan Majelis Sinode perlu diwujudkan dengan mendorong jemaat menyediakan pendampingan pastoral yang berkelanjutan, kegiatan yang ramah lansia, dukungan sarana dan anggaran sesuai kebutuhan serta kemampuan, dan keterlibatan lintas generasi. Perhatian juga harus menjangkau mereka yang sakit, hidup sendiri, atau tidak lagi mampu hadir dalam kegiatan,” kata Pdt.Sarah pada redaksi di Jakarta, Kamis (1/10).

Ia menambahkan, secara khusus PKLU memiliki tempat penting dalam kehidupan dan kesaksian gereja. Pengalaman, doa, dan keteladanan para lansia adalah kekayaan yang menolong generasi berikutnya bertumbuh. Dan MS amat mendukung aktifitas yang dilakukan Dewan PKLU yang tiap Sabtu pagi mengadakan acara lewat zoom dengan diberi nama: Sabtu Pagi, Sabtunya PKLU pukul 06.00 WIB hingga selesai.

“Majelis Sinode mengapresiasi kegiatan “Sabtu Pagi, Sabtunya PKLU” sebagai ruang persekutuan yang menguatkan iman, membangun persahabatan, dan memelihara sukacita. Melalui perjumpaan yang rutin, gereja dapat mendengarkan kebutuhan lansia, mengenali pergumulan mereka, serta memastikan bahwa setiap anggota merasa diterima dan diperhatikan,” ujar Pdt.Sarah.

Kegiatan Sabtu Pagi, Sabtunya PKLU pertama kali digagas oleh pengurus Dewan PKLU GPIB sejak periode lalu namun hanya baca Alkitab dan doa dan namanya belum seperti saat ini.

“Tadinya hanya program membaca Alkitab tiap hari, via youtube yang direkam dan disiarkan mulai Senin sampai Jumat, lalu di hari Sabtunya kami buat langsung via zoom sehingga bisa tatap muka, isinya selain baca Alkitab dan doa juga ada sharing. Nah tahun berikutnya di tahun 2022 berkembang, idenya dari tante Hilda, sehingga acaranya tidak hanya doa dan Alkitab, tapi juga acara konsultasi kesehatan dengan dokter, yang kebetulannya ketua Dewan PKLU adalah seorang dokter, yaitu dokter Tommy Halauwet sehingga konsultasi itu berlangsung hingga saat ini. Dan responsnya cukup baik bagi para lansia yang ikut acara itu via zoom dan juga disiarkan lewat Youtube PKLU,” kata Yanti Tetelepta, Sekretaris Dewan PKLU GPIB.

Yang menarik kegiatan itu, tambah bu Yanti, tujuannya juga ingin merangkul semua anggota lansia seluruh jemaat GPIB sehingga kepengurusan Dewan PKLU dikenal oleh semua orang.

“Jadi kami ini bukan pengurus yang eksklusif tapi pengurus untuk semua PKLU GPIB, sehingga kita saling kenal dan saling menyapa satu sama lain dna menjadi akrab,” tambah bu Yanti.

Sementara menurut dokter Tommy Halauwet, kegiatan Sabtu Pagi, Sabtunya PKLU menjadi sarana penyampaian informasi juga ada hal-hal yang unik saat konsultasi tak hanya lansia yang konusl tapi juga anak dan cucunya.

“Saya pernah melayani saat zoom, seorang peserta tanya soal kesehatan tapi tak lama ia menyambungkan dengan anaknya yang juga ingin bertanya, ya jadi sekaligus saja saya layani bukan hanya untuk lansia itu sendiri bahkan anak dan cucunya,” kata dr.Tommy bercerita sambil tertawa.

Ia menambahkan, ada juga peserta lansia dari hasil zoom yang datang ke tempat ia bertugas di RS Cikini hanya untuk menindaklanjuti.

“Saya senang untuk melayani hal itu, sehingga tujuan dibuatkan kegiatan itu tercapai, kita saling berinteraksi dan sekaligus membantu. Bagi saya, dengan posisi sebagai Ketua Dewan PKLU sekaligus dokter, ini menjadi pengalaman yang unik dan kami pengurus siap melayani, membantu untuk kemuliaan Tuhan dan agar lansia tetap ceria dan sehat,” katanya menutup perbincangan.

PKLU sendiri akan merayakan hari ulang tahunnya tiap tanggal 12 Oktober dan puncak acara HUT ke 16 PKLU akan dipusatkan dalam ibadah temu syukur di Bekasi Convention Center (BCC), Bekasi pukul 08.00 – 17.00 WIB yang diselenggarakan oleh Mupel Bekasi.

Bapak dan ibu yang ingin ikut gabung dalam acara Sabtu Pagi, Sabtunya PKLU, silahkan gabung tiap Sabtu pukul 06.00 WIB di link zoom berikut ini:


https://zoom.us/j/99299024248?pwd=z1b8ybCJTM9oyABGOCA1eqG0xjGBHC.1

Meeting ID: 992 9902 4248
Passcode: PKLUGPIB

(lip)

Bagikan