Langsung ke konten
Logo GPIB GPIB Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

Berita Terbaru

Ketuk foto untuk membaca
  1. Berita Radio – 7 Oktober…
  2. Di Tengah Dinamika GPIB, Tuhan…
  3. GPIB Hadirkan Tiga Rumah Oksigen…
  4. Lansia Ceria, Lansia Bertemu Tiap…
  5. Menjemaatkan Dokumen Keesaan…
  6. Lansia Harus Tetap Sehat dan…
  7. Tim MS XXII GPIB Periksa…
  8. Semarak HUT ke-78 GPIB dan…
  9. 75 Pendonor Berbagi Kehidupan bagi…
  10. Menembus Batas Pelayanan,…
  11. Morning Call GPIB | Kamis…
  12. PESAN HUT 81 Thn RI…
Dept PPSDI

Di Tengah Dinamika GPIB, Tuhan Meneguhkan Misi Pendidikan

Di Tengah Dinamika GPIB, Tuhan Meneguhkan Misi Pendidikan

Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit STIKES Griya Husada Surabaya Raih Akreditasi UNGGUL dari LAM-PTKes

GPIB, Surabaya – Di tengah berbagai dinamika dan pergumulan yang sedang dihadapi Gereja Protestan di Indonesia Barat (GPIB), karya dan misi Gereja tak pernah berhenti. Tuhan hadir, memelihara dan meneguhkan setiap karya pelayanan-Nya, termasuk melalui misi pendidikan GPIB.

Salah satu karya yang Tuhan buat adalah Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKES) Griya Husada di Surabaya, sebuah lembaga pendidikan tinggi kesehatan di bawah naungan Yayasan Pendidikan GPIB (Yapendik GPIB) mendapat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes).

Dalam surat yang dtetapkan dalam Keputusan Pengurus Perkumpulan LAM-PTKes Nomor 0645/LAM-PTKes/Akr/Sar/IX/2026, tertanggal 26 September 2026 menyatakan bahwa Program Studi Sarjana Administrasi Rumah Sakit (S1 ARS) STIKES Griya Husada Surabaya ditetapkan memperoleh status “Terakreditasi Unggul” berdasarkan berdasarkan Berita Acara Rapat Pleno Komite Akreditasi Nomor 010/LAM-PTKes/BA Akr/IX/2026 tanggal 26 September 2026 dengan masa berlaku akreditasi selama 4 (empat) tahun.

Kado Istimewa Dies Natalis ke-28

Pencapaian yang diterima STKES Griya Husada menjadi kabar sukacita bagi seluruh keluarga besar GPIB, khususnya civitas akademika STIKES Griya Husada Surabaya. Predikat Akreditasi Unggul tersebut juga hadir pada momentum yang sangat istimewa, yaitu menjelang Dies Natalis ke-28 STIKES Griya Husada Surabaya yang akan diperingati pada 14 Oktober 2026.

Menanggapi pencapaian itu, Ketua Umum MS XXII GPIB Pdt. Nitis Putrasana Harsono, M.Th., menyatakan rasa syukur atas pencapaian tersebut.

“Kita patut menaikkan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, Kepala Gereja. Di tengah berbagai dinamika yang sedang kita hadapi sebagai GPIB, Tuhan memperlihatkan bahwa misi Gereja tidak pernah berhenti. Salah satu tanda penyertaan Tuhan itu kita lihat melalui STIKES Griya Husada Surabaya, khususnya Program Studi Administrasi Rumah Sakit yang memperoleh Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes.”

Pdt.Nitis menambahkan pencapaian tersebut menjadi semakin bermakna karena bertepatan dengan momentum Dies Natalis ke-28 STIKES Griya Husada Surabaya pada 14 Oktober 2026.

“Akreditasi Unggul ini menjadi kado yang sangat istimewa bagi STIKES Griya Husada Surabaya dalam menyambut Dies Natalisnya yang ke-28. Kita bersyukur bahwa dalam perjalanan 28 tahun ini, Tuhan terus memelihara dan membuka jalan bagi lembaga pendidikan GPIB untuk bertumbuh dan memberikan kontribusi bagi masyarakat,” terangnya.

Ketum MS GPIB menegaskan bahwa Akreditasi Unggul bukan sekadar pencapaian administratif maupun akademik, tetapi sekaligus merupakan amanat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.

“Akreditasi Unggul ini bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga amanat dan tanggung jawab. Kita berharap STIKES Griya Husada terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat tata kelola, menghasilkan lulusan yang kompeten dan berintegritas, serta tetap menghadirkan nilai-nilai Kristiani dalam seluruh proses pendidikannya.”

Pendidikan dan Kesehatan: Dua Bidang yang Tidak Terpisahkan dalam Pelayanan Gereja

Hal yang sama disampaikan Ketua III MS GPIB Pdt. Dr. Sarah Martha Yuliana Tahitu-Hengkesa, S.Ag, M.Pdk. bahwa pencapaian tersebut dengan penuh sukacita dan rasa syukur. Menurutnya, keberhasilan STIKES Griya Husada Surabaya memperoleh Akreditasi Unggul harus dilihat dalam kerangka yang lebih luas, yaitu keterkaitan antara misi pendidikan dan misi kesehatan sebagai bagian dari panggilan pelayanan Gereja.

“Kita bersyukur kepada Tuhan Yesus Kristus. Di tengah gonjang-ganjing dan berbagai pergumulan yang sedang dialami GPIB, Tuhan justru menunjukkan bahwa misi Gereja tetap berjalan. Salah satunya melalui misi pendidikan yang pada saat yang sama memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan pelayanan kesehatan,” ujar Pdt.Sarah.

Ia menambahkan, pendidikan dan kesehatan merupakan dua bidang pelayanan yang saling menopang. Pendidikan mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, sementara kesehatan merupakan bagian penting dari upaya Gereja menghadirkan kehidupan yang utuh bagi manusia.

“Pendidikan kesehatan bukan hanya mempersiapkan seseorang untuk memiliki kompetensi profesional. Lebih jauh, melalui pendidikan kita membentuk manusia yang memiliki kepedulian terhadap kehidupan, memiliki integritas dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang bermartabat. Karena itu, pendidikan dan kesehatan harus kita lihat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari panggilan Gereja untuk melayani manusia secara utuh,” terangnya.

Budaya Pelayanan PKUPPG: Kasih, Integritas, Keadilan, Inovasi dan Kerja Sama

Ketua III MS GPIB juga menekankan bahwa pencapaian Akreditasi Unggul harus semakin memperkuat budaya pelayanan sebagaimana semangat PKUPPG, sehingga keunggulan akademik tidak berdiri sendiri, tetapi diwujudkan dalam budaya kerja dan pelayanan sehari-hari.

“Kita ingin agar budaya pelayanan dalam kerangka PKUPPG benar-benar menjadi roh dalam pengelolaan lembaga-lembaga pelayanan GPIB. Keunggulan tidak cukup hanya diukur melalui akreditasi, tetapi harus tercermin dalam cara kita melayani.”

Menurutnya, budaya pelayanan tersebut harus dibangun di atas nilai-nilai kasih, integritas, keadilan, inovasi dan kerja sama.

“Kasih harus menjadi dasar pelayanan; integritas menjadi karakter setiap insan yang melayani; keadilan menjadi prinsip dalam memperlakukan setiap orang; inovasi menjadi semangat untuk terus melakukan pembaruan; dan kerja sama menjadi kekuatan untuk mencapai tujuan bersama. Kelima nilai ini harus hadir dalam pendidikan, kesehatan maupun seluruh bidang pelayanan GPIB,” tandasnya.

Ia menambahkan bahwa predikat Unggul justru menuntut STIKES Griya Husada untuk semakin mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam penyelenggaraan pendidikan.

“Kita tidak hanya ingin memiliki program studi yang terakreditasi Unggul. Kita ingin menghasilkan lulusan yang unggul dalam kompetensi, unggul dalam karakter dan unggul dalam pelayanan. Sebab bagi Gereja, pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang pembentukan manusia yang memiliki kasih, integritas, kepedulian, rasa keadilan dan semangat melayani.”

Unggul Bukan Akhir, tetapi Awal Tanggung Jawab Baru

Ketua III MS GPIB mengingatkan bahwa status Akreditasi Unggul harus menjadi titik tolak untuk terus melakukan peningkatan mutu.

“Unggul bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Status ini harus menjadi motivasi untuk terus melakukan inovasi, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta membangun kerja sama yang semakin luas,” harap Pdt.Sarah.

Kerjasama lanjut Ketua III, menjadi penting karena pengembangan pendidikan kesehatan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi antara GPIB, Yapendik, STIKES Griya Husada, pemerintah, dunia kesehatan, dunia pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Dengan kerja sama yang baik, kita dapat membangun pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mampu menjawab tantangan dunia kesehatan yang terus berkembang.”

Tuhan Tetap Bekerja di Tengah Pergumulan Gereja

Pencapaian STIKES Griya Husada Surabaya ini sekaligus menjadi pesan pengharapan bagi seluruh warga GPIB. Dan di tengah dinamika organisasi, gereja tidak boleh kehilangan fokus terhadap panggilan dan misinya. Gereja tetap dipanggil untuk menghadirkan kebenaran, keadilan dan pemulihan, termasuk melalui karya pendidikan dan kesehatan. Dan, Akreditasi Unggul Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit STIKES Griya Husada Surabaya menjadi salah satu tanda bahwa karya pelayanan itu terus berlangsung.

Ketua STIKES Griya Husada, Drs. Melkisedek Puimera, M.Si menyampaikan bahwa Akreditasi Unggul yang diterima sebagai Anugerah Tuhan dan memberkati pekerjaan yang dilakukan oleh civitas STIKES Griya Husada Surabaya serta Tuhan telah menyatakan kehendak Nya atas harapan STIKES ini.

“Awalnya kami berharap bahwa mendapat Akreditasi “Sangat Baik” saja sudah cukup bagi Program Study S1 ARS mengingat belum ada alumni. Tetapi Tuhan memberi lebih dari yang kami pikirkan. Memang benar ungkapan ” rancanganmu bukan rancangan Tuhan. Jerih payah semua yang terkait, entah itu STIKES, YAPENDIK, Pembina/Pengawas (Majelis Sinode GPIB), MUPEL GPIB, Jemaat jemaat GPIB yang berkontribusi dalam mendukung sarana prasarana telah mendapat perkenankan, Tuhan kita Yesus Kristus. Salam kasih dari kami STIKES Griya Husada Surabaya,” aku Pdt.Puimera kepada redaksi.

Pdt.Puimera juga memohon dukungan dari seluruh warga GPIB untuk rencana peningkatan Status Diploma 3 Kebidanan menjadi S1 Kebidanan sekaligus Profesi Kebidanan.

“Untuk rencana ini STIKES telah mendapat rekomendasi dari LLFIKTI WILAYAH 7 JAWA TIMUR. Kami sedang menanti assessment dari Kemendiktisaintek. Doakan kami ya,” ungkapnya.

Pencapaian ini patut diterima bukan hanya sebagai kado Dies Natalis ke-28 STIKES Griya Husada Surabaya pada 14 Oktober 2026, tetapi juga sebagai kesaksian bahwa misi pendidikan dan kesehatan GPIB harus terus dikembangkan dalam budaya pelayanan yang berlandaskan kasih, integritas, keadilan, inovasi dan kerja sama.

Selamat kepada seluruh keluarga besar STIKES Griya Husada Surabaya karena Akreditasi Unggul Program Studi S1 Administrasi Rumah Sakit. Kiranya pencapaian ini menjadi momentum untuk semakin meningkatkan mutu, memperkuat pelayanan dan memperluas kontribusi bagi masyarakat.(max/lip)

Bagikan