GPIB, Tangerang Selatan – Donor darah yang diselenggarakan GPIB Jemaat Kinasih pada Sabtu (19/9) bertempat di Gedung Serbaguna GPIB Kinasih mendapat respons dari jemaat dan warga setempat. Tercatat, 75 pendonor dari dari jemaat GPIB Kinasih dan warga sekitar dan dilayani oleh panitia dan tim medis PMI.
Menanggapi antusias jemaat dan warga setempat menurut Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Kinasih, Pendeta Sri Maharani Ginting, ini bentuk kepedulian, keteladanan dan kebersamaan dari jemaat serta masyarakat.
“Donor darah bagi kami bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi kesempatan untuk mengingatkan bahwa kehidupan kita dapat menjadi berkat bagi kehidupan orang lain. Apa yang kita berikan mungkin sederhana, tetapi dapat sangat berarti bagi seseorang yang membutuhkan.”
Pdt.Maharani menambahkan bahwa keterlibatannya sebagai pendonor merupakan bagian dari keteladanan seorang pelayan jemaat.
“Saya bersyukur dapat ikut mendonorkan darah. Sebagai pelayan jemaat, saya ingin ikut melakukan apa yang kita ajak kepada jemaat. Kami juga bersyukur karena warga sekitar turut berpartisipasi. Ini menjadi kesempatan untuk membangun kebersamaan antara gereja dan masyarakat.”

Ketua V PHMJ GPIB Kinasih Pnt. Jefry Wattimena ikut mengapresiasi atas antusiasme jemaat dan warga sekitar yang mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Kami bersyukur kegiatan donor darah tahun ini dapat kembali terlaksana dengan baik. Kehadiran 75 pendonor menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama mendapat respons yang baik dari jemaat maupun masyarakat sekitar,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya ditentukan oleh jumlah pendonor, tetapi juga oleh semangat kebersamaan seluruh pihak yang terlibat.
“Kami berharap kegiatan ini terus menjadi bagian dari pelayanan GPIB Kinasih setiap tahun. Yang kami bangun bukan hanya kegiatan donor darah, tetapi budaya untuk peduli, berbagi dan hadir bagi sesama,” terangnya.
Kegiatan donor itu juga direspons Ketua V MS XXII GPIB Pnt. Maxi Dj. A. Hayer bahwa kegiatan tersebut sebagai bentuk konkret panggilan gereja dalam pelayanan diakonia.
“Gereja memiliki panggilan menghadirkan kasih Allah dalam kehidupan nyata. Donor darah merupakan bentuk pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan manusia. Diakonia bukan hanya konsep, tetapi diwujudkan melalui kesediaan memberikan apa yang kita miliki untuk kehidupan sesama,” katanya.
Pnt. Maxi mengapresiasi konsistensi GPIB Kinasih menjadikan donor darah sebagai agenda tahunan serta partisipasi 75 pendonor.
“Yang penting bukan hanya jumlahnya, tetapi tumbuhnya kesadaran untuk berbagi kehidupan. Ketika KMJ ikut menjadi pendonor, hal itu juga menunjukkan bahwa kepedulian kepada sesama dimulai dari diri sendiri.”
Fungsionaris MS lainnya yakni Bendahara Umum MS XXII GPIB Pnt. Steven G. Tunas menekankan keberlanjutan dan partisipasi sebagai kekuatan pelayanan.
“Yang menarik dari kegiatan GPIB Kinasih adalah bagaimana kegiatan sederhana dapat dipelihara menjadi agenda rutin setiap tahun. Keberlanjutan seperti ini penting karena pelayanan gereja juga membutuhkan partisipasi dan kepedulian yang terus dibangun,” tandasnya.
Menurutnya, keterlibatan para pendonor memperlihatkan adanya kepedulian bersama antara jemaat dan masyarakat sekitar.
Kegiatan Donor Darah GPIB Kinasih menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran gereja di tengah masyarakat. Melalui 75 pendonor, termasuk KMJ GPIB Kinasih, semangat berbagi kehidupan diwujudkan dalam tindakan konkret.
“A Small Act for You, A Big Life for Someone.”
Setetes darah kita, sejuta harapan bagi sesama.
Berlangganan gratis
Jangan lewatkan berita GPIB
Dapatkan kabar terbaru dari GPIB langsung ke email Anda — gratis, tanpa spam, berhenti berlangganan kapan saja.
Tanpa aplikasi tambahan. Notifikasi hanya dikirim saat ada berita baru.
Kami hanya menyimpan alamat email Anda dan tidak membagikannya. Kelola atau berhenti berlangganan.