Langsung ke konten
Logo GPIB GPIB Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

Berita Terbaru

Ketuk foto untuk membaca
  1. Berita Radio – 4 Oktober…
  2. GPIB Hadirkan Tiga Rumah Oksigen…
  3. Lansia Ceria, Lansia Bertemu Tiap…
  4. Menjemaatkan Dokumen Keesaan…
  5. Lansia Harus Tetap Sehat dan…
  6. Tim MS XXII GPIB Periksa…
  7. Semarak HUT ke-78 GPIB dan…
  8. 75 Pendonor Berbagi Kehidupan bagi…
  9. Menembus Batas Pelayanan,…
  10. Baksos Yankes GPIB Layani Lebih…
  11. Morning Call GPIB | Senin…
  12. PESAN HUT 81 Thn RI…

Tentang GPIB

Pemahaman Iman

Pengakuan iman Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat dalam tujuh pokok.

Pemahaman Iman GPIB merumuskan pengakuan bersama warga Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat tentang karya Allah dan panggilan gereja di tengah dunia. Pengakuan ini disusun dalam tujuh pokok, masing-masing diawali dengan seruan “Kami mengaku,”.

I Keselamatan

Kami mengaku,

  1. Bahwa Allah yang esa1) dengan FirmanNya dalam kasihNya yang tiada tara telah memulai karya keselamatan bagi2) alam semesta3) sejak awal Penciptaan4) dan setelah kejatuhan manusia dalam dosa5). Allah meneruskan karyaNya untuk memelihara alam semesta dari derita dan maut6). Karya keselamatan ini berlangsung sampai pada akhir zaman7).
  2. Bahwa Yesus Kristus1) telah mati, bangkit dan naik ke surga2) menjamin keselamatan orang percaya dan membebaskannya dari kuasa dosa3), derita dan maut4). Dengan demikian relasi manusia dengan Allah dan relasi manusia dengan sesama ciptaan-Nya telah dipulihkan. Hal itu akan senantiasa kami peringati melalui sakramen: Baptisan5) dan Perjamuan6).
  3. Bahwa dalam1) karya keselamatan Allah telah memanggil2) Abraham3) menjadi umat Perjanjian Lama, juga Israel dari perhambaan di Mesir dan menyelamatkannya4) dari kepunahan. Allah meneruskan5) kasih setiaNya dengan melindungi dan menuntun umatNya kembali yang terserak dan tercerai berai di tanah pembuangan6)
  4. Bahwa dalam karya keselamatan melalui Yesus Kristus, Allah telah menyelamatkan dan menghimpun1) umat Perjanjian Baru2) yaitu Gereja3) yang diutus-Nya untuk memberitakan Injil4) dan menghadirkan tanda-tanda kerajaan Allah5) di atas bumi.
  5. Bahwa oleh kasihNya yang tiada tara1), Allah telah mewujud nyatakan keselamatan itu sepenuhnya melalui pekerjaan Yesus Kristus2). Supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal3).
  6. Bahwa Yesus Kristus yang adalah Raja1) dari segala raja dan Tuan dari segala tuan2) akan menyatakan kepenuhan Keselamatan3) pada saat Ia datang kembali kelak sebagai Hakim4) dan Raja yang duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa.5)
  7. Bahwa keselamatan yang dikerjakan Kristus terbuka bagi seluruh umat yang ada di muka bumi yang terdiri dari berbagai suku-bangsa. Dalam kasih-Nya yang tiada tara Allah mengaruniakan keselamatan, yakni: kemerdekaan1) kepada bangsa Indonesia. Sebagai bangsa yang dimerdekakan bertanggung jawab mengupayakan pembebasan dari ketidak adilan2), perusakan alam3) dan pelecehan hak asasi manusia4), kemerosotan etis-moral5) dan bentuk penindasan lainnya.
  8. Bahwa melalui Roh Kudus, Allah menuntun1) orang percaya mengakui2) Yesus Kristus selaku Tuhan dan Juruslamat3) dalam pergumulannya di dunia.

II Gereja

Kami mengaku,

  1. Bahwa Allah Bapa telah memanggil dan menghimpun1) dari antara bangsa-bangsa suatu umat2) bagi Diri-Nya untuk menjadi berkat3).
  2. Bahwa panggilan itu dilanjutkan melalui Anak-Nya, yaitu Yesus yang adalah Tuhan1). Dialah yang memanggil dan menjadi dasar2) terbentuknya umat yang baru, yaitu Gereja3).
  3. Bahwa sepanjang sejarah dan di manapun di dunia, dari utara, selatan, barat dan timur,1) orang-orang percaya dipanggil dan dituntun oleh Roh Kudus2) untuk menjadi satu persekutuan3) yang menjalankan tugas pelayanan, dan kesaksian4).
  4. Bahwa Yesus Kristus adalah Kepala Gereja1) dan Gereja sebagai tubuh-Nya2) yang rapi tersusun3), dan segala sesuatu di dalamnya harus diselenggarakan secara tertib dan teratur4).
  5. Bahwa Gereja terpanggil untuk senantiasa menyatakan keesaannya1), supaya dunia percaya bahwa Allah Bapa telah mengutus Yesus Kristus2), untuk menjalankan karya keselamatan bagi dunia3) ini.
  6. Bahwa keberadaan Gereja sebagai umat Allah terus menerus mengalami pembaharuan1) bersama dan dengan seluruh ciptaan menyongsong penggenapan pemerintahan Allah.
  7. Bahwa kendatipun Gereja terpanggil menghadirkan tanda-tanda Pemerintahan Allah1), tetapi Gereja bukan Pemerintahan Allah itu sendiri2).
  8. Bahwa Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat1) bersama Gereja-Gereja lain adalah perwujudan dari Gereja Yesus Kristus2) yang esa, kudus, am dan rasuli3) yang berada dan berkarya di Indonesia yang beragam
  9. Bahwa Tuhan yang memanggil dan menetapkan para pelayan-Nya1) sebagai Presbiter2) yang berjalan bersama-sama3) untuk memperlengkapi warga4) GPIB yang missioner5) sebagai manusia yang utuh.

III Manusia

Kami mengaku,

  1. Bahwa manusia1): laki dan perempuan2), diciptakan sepadan3) oleh Allah menurut rupa dan gambar-Nya4).
  2. Bahwa manusia diciptakan Allah sebagai mahluk religius1) dan makhluk sosial2) yang diberikan kemampuan3) untuk membangun relasi secara positif dengan sesamanya demi kebersamaan dan kesejahteraan seluruh ciptaan-Nya.
  3. Bahwa manusia laki-laki dan perempuan disatukan dalam pernikahan1) untuk saling mengasihi dan melengkapi4).
  4. Bahwa manusia bertanggung-jawab untuk bekerja1) dalam rangka memelihara dan melestarikan,2) alam. Untuk menunaikan tugas yang mulia ini manusia maupun struktur masyarakatnya tidak boleh disanjung dan dipuja3).
  5. Bahwa manusia diberi kemampuan dan wewenang menata-layani alam1) berserta isinya; kemampuan dan wewenang ini dilaksanakannya dalam keseimbangan di antara kebebasan dan tanggung-jawab2), dan di antara hak dan kewajiban3).
  6. Bahwa karena keinginannya manusia1) menyalahgunakan kuasa2) dan tanggung-jawabnya, sehingga ia jatuh dalam dosa3) menyebabkan rusaknya hubungan4) dengan Allah, sesama dan alam.
  7. Bahwa manusia memerlukan anugerah pembaruan1), agar dapat melanjutkan pekerjaanNya hingga pemenuhan kerajaan Allah2).
  8. Bahwa hanya oleh kemurahan Allah1) melalui Yesus Kristus dan di dalam persekutuan2) dengan Roh Kudus, martabat manusia sebagai gambar Allah3) dipulihkan kembali, sehingga ia dapat menghayati dan menikmati hidup kekal4) dalam kehidupan yang sekarang ini maupun dalam kehidupan yang akan datang.

IV Alam dan Sumber Daya

Kami mengaku,

  1. Bahwa Allah menciptakan alam dan sumber daya-nya1). Allah mempercayakan pengelolaannya kepada negara2) dengan penuh tanggung jawab3) demi kesejahteraan4) manusia dan kelangsungan hidup sesama ciptaanNya.
  2. Bahwa kekuatan-kekuatan alam1) yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, takluk pada kuasa Allah dan karena itu alam tidak boleh disembah2).
  3. Bahwa alam dan sumber dayanya telah dipulihkan oleh Yesus Kristus1). Karena itu manusia yang telah didamaikan dan dipulihkan, wajib memelihara alam dan sumber dayanya dengan penuh perhatian dan rasa tanggung jawab
  4. Bahwa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi1), manusia boleh meneliti dan mengelola alam beserta sumber dayanya, secara tepat guna sehingga alam memiliki kesempatan untuk memperbaharui dirinya dan berdaur ulang2).
  5. Bahwa oleh karena kuasa dosa, manusia cenderung untuk menguasai alam bagi kepentingan dan keuntungan pribadi, sehingga terjadi benturan kepentingan yang mengakibatkan dampak kerusakan alam. Hanya oleh pendamaian antara Allah dan manusia yang dilaksanakan dengan perantaraan Tuhan Yesus Kristus, maka manusia sebagai ciptaan baru1) dapat melihat kembali pentingnya alam sebagai rumah dan sarana kehidupan bagi segala mahluk.
  6. Bahwa karena pembaruan Roh Kudus1), Gereja memiliki kewajiban moral2) untuk bersama-sama pemerintah dan bangsa-bangsa berusaha menata ekologi dan mencegah pengrusakan alam.

V Negara dan Bangsa

Kami mengaku,

  1. Bahwa Allah, sebagai Sumber Kuasa, memberikan kuasa kepada pemerintah bangsa-bangsa guna mendatangkan keadilan dan kesejahteraan, memelihara ketertiban serta mencegah dan meniadakan kekacauan dan kejahatan1). Dengan demikian sebagai hamba Allah2), setiap pemerintah wajib mempertanggung jawabkan kuasa tersebut kepada Allah.
  2. Bahwa pemerintah dan negara menjalankan kuasa dan wewenang di bawah terang Tuhan Yesus Kristus, yang berfirman: “berilah kepada kaisar apa yang kaisar punya dan kepada Allah apa yang Allah punya”1) Dengan demikian pemerintah dan negara mempunyai otonomi2), tetapi otonomi ini tidak dapat mengatasi otonomi Gereja sebagai tubuh Kristus. Oleh karena kaisar berada di bawah Allah.
  3. Bahwa kuasa yang diberikan kepada pemerintah itu dapat disalahgunakan karena dijadikan sebagai tujuan, hingga timbul kelaliman, kejahatan dan keresahan1). Jika terjadi demikian maka sebagai Hakim dan Raja2) Tuhan Yesus Kristus yang duduk di sebelah kanan Allah3) akan menghakimi pemerintah-pemerintah dan penguasa4).
  4. Bahwa Roh Kudus yang adalah Roh keberanian akan menolong orang percaya untuk lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia1). Seperti yang telah disaksikan oleh para Rasul; oleh karena itu Gereja terpanggil memperdengarkan suara kenabian2) terhadap masalah negara, bangsa, dan masyarakat.
  5. Bahwa berdasarkan tuntunan Roh Kudus, warga jemaat yang adalah sekaligus warga negara wajib menaati undang-undang dan penjabarannya yang telah menjadi ketetapan bersama1), namun ia wajib memberi saran-saran perbaikan secara kritis dan konstruktif lewat saluran-saluran pengawasan demi keadilan dan kesejahteraan bangsa2).
  6. Bahwa berdasarkan tuntunan Roh Kudus, warga jemaat yang adalah sekaligus warga negara1) perlu membina rasa kebersamaan sebagai satu bangsa2) yaitu Indonesia, membangun saling pengertian dan toleransi dalam rangka menghayati kerukunan3) nasional, dan menggalang kemajuan bersama4) bagi rakyat Indonesia.
  7. Bahwa berdasarkan tuntunan Roh Kudus, warga jemaat yang adalah sekaligus warga negara, di dalam kehidupan bernegara, berbangsa, dan bermasyarakat, perlu membangun rasa persatuan dan kesatuan1) yang tidak merusak kebhinekaan dan kesetaraan2) yang telah menjadi bagian dari masyarakat warga (civil society), di mana hak-hak asasi manusia dijunjung tinggi3).

VI Masa Depan

Kami mengaku,

  1. Bahwa Allah dalam karya penyelamatan dan penciptaanNya menghantar orang percaya dari satu titik sejarah ke titik sejarah yang baru sehingga masa depan senantiasa tercakup dalam apa yang dibuatnya pada masa kini dan masa lalu1).
  2. Bahwa kedatangan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat ke dalam dunia memberikan jaminan dan harapan yang pasti bagi orang yang percaya.
  3. Bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan1) yang menjadi pusat ibadah2) dan harapan3) manusia dari zaman ke zaman dan Dia juga harapan mahluk lainnya,4) karena Dia-lah yang akan mendatangkan langit baru dan bumi baru5) dimana derita dan maut tidak akan ada lagi tanpa Dia dunia tidak memiliki pengharapan6)
  4. Bahwa kebangkitan Yesus Kristus1) maka orang percaya akan dibangkitkan dari kematian2) dan dikumpulkan bersama-sama Dia3) dalam keadaan yang Mulia4). Oleh sebab itu maut bukanlah kata akhir dalam segala sesuatu melainkan hidup dalam kuasa kasih Yesus5)
  5. Bahwa Roh Kudus adalah roh pengharapan, akan menolong orang percaya untuk tetap berpaut pada kasih Kristus dan tidak ada suatu kuasa apapun yang dapat memisahkan orang percaya dari kasih Kristus1). Apa yang dijanjikan kepada orang percaya untuk masa depan sudah mulai dialami pada masa kini2), oleh karena sekarangpun orang percaya sudah hidup di dalam pengharapan3)
  6. Bahwa Roh Kudus yang adalah Roh masa depan menyadarkan orang percaya pada panggilan-Nya menjaga keutuhan dari bangsa dan negara1) untuk mengisi kurun waktu menjelang masa depan yang pasti2) itu dengan sikap, tindakan dan karya yang menghadirkan keadilan dan kebenaran berdasarkan kasih serta pemulihan3) pemenuhan janji Allah akan langit baru dan bumi baru

VII Firman Allah

Kami mengaku,

  1. Bahwa dengan perantaraan firman-Nya1) Allah telah menciptakan2) langit dan bumi serta isinya. Firman Allah berkuasa3) untuk mengubah dan membaharui.4).
  2. Bahwa Firman Allah telah menjadi manusia1) di dalam dan melalui Yesus Kristus.
  3. Bahwa dengan terang Roh Kudus, persekutuan orang percaya menetapkan tulisan-tulisan1) yang memberitakan perbuatan Allah serta respon manusia terhadap tindakan Allah pada kurun waktu tertentu.
  4. Bahwa dengan tuntunan Roh Kudus para penulis Alkitab menceritakan dan memberitakan perbuatan-perbuatan besar Allah dalam bentuk tulisan pada suatu kurun waktu tertentu dan juga respons manusia terhadap tindakan-tindakan Allah pada kurun waktu tertentu3).

Angka dalam tanda kurung (mis. 1)) merujuk pada catatan dasar Alkitab dalam dokumen resmi Pemahaman Iman GPIB.
Sumber: gpib.or.id — Pemahaman Iman