Langsung ke konten
Logo GPIB GPIB Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

Berita Terbaru

Ketuk foto untuk membaca
  1. Lansia Harus Tetap Sehat dan…
  2. Berita Radio – 27 September…
  3. Tim MS XXII GPIB Periksa…
  4. Semarak HUT ke-78 GPIB dan…
  5. 75 Pendonor Berbagi Kehidupan bagi…
  6. Menembus Batas Pelayanan,…
  7. Baksos Yankes GPIB Layani Lebih…
  8. 4 Catatan dari Konas PKB…
  9. KONAS XIX FK PKB PGI…
  10. Pembekalan Vikaris Tahun ke II…
Diakonia

Lansia Harus Tetap Sehat dan Mandiri Secara Ekonomi

Lansia Harus Tetap Sehat dan Mandiri Secara Ekonomi

GPIB, Jakarta – Memeriahkan Hari Ulang Tahun Pelayanan Kategorial Lanjut Usia (HUT PKLU) ke 16 Dewan PKLU mengadakan webinar dengan tema Menua, Sehat dan Aktif pada Sabtu (26/9) pagi lewat zoom.

Dihadiri oleh hampir 70 orang peserta, webinar menghadirkan tiga narasumber, yakni Nathanael E.J Sumampouw yang berbicara soal Sehat Psikis dengan menjaga pikiran, emosi dan sukacita di usia lanjut. Juga ada narasumber dr.Silvia F. Lumempaouw yang membawakan topik Sehat fisik yakni agar lansia tetap sehat, bugar, aktif dan produktif. Dan narasumber ketiga Adolf Waraouw, Sh, LLM yang berbicara soal berdaya secara ekonomi agar lansia tetap mandiri, produktif dan bijak mengelola sumber daya di usia lanjut dan dimoderatori oleh Luciana Siahaan.

Dalam sambutannya Sekretaris II MS XXII GPIB Pnt.Ivan Lantu menyambut baik kegiatan tersebut dan menekanan bahwa penyegaran-penyegaran seperti ini tidak hanya untuk PKLU tetap juga untuk segala usia.

“Webinar seperti ini untuk menyegarkan kita baik secara psikis maupun secara fisik, juga berdaya secara ekonomi. Ini menjadi bagian dalam pelayanan kita untuk menambah semangat bapak, ibu, opa, oma, bahwa sampai dengan usia lanjut, usia yang indah ini,” kata Pnt.Ivan

Ia berharap acara ini dapat dapat memicu semangat PKLu dalam berkarya dan pelayanan sehingga roda pelayanan berjalan secara sehat psikis, sehat fisik, dan berdaya secara ekonomi.

Dalam pemaparannya narasumber Nathanael yang adalah psikolog menekankan bahwa usia lansia sering kali muncul pikiran, Saya tidak lagi berguna?, Tidak ada yang peduli sama saya dan lainnya yang muncul dari sejumlah perasaan, seperti kuatir, takut, malu, merasa kehilangan semangat atau atau juga yang kondisinya baik-baik saja.

“Bapak dan ibu bagaimana secara umum melihat kehidupan saat ini yang dijalani? Ada yang senang, tidak sedang dan lainnya. Dan kondisi yang dialami dengan berbagai hal yang terjadi mempengaruhi kehidupan bapak dan ibu. Nah, perasaan oma dan opa yang kebanyakan yang dirasakan adalah cemas, takut dan lainnya tapi saat mengkomunikasinya menjadi marah. Dan itulah yang harus dikenali,” kata Nathanael.


Untuk itu, menurutnya kondisi sehat mental lansia dalam sebuah sistem mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kesehatan mental anggota lainnya dan itu pola pikirnya harus dikelola atau dikendalikan. Seperti, menerima diri sendiri, mengembangkan diri, memiliki arah, punya kendali dan otonomi dan relasi positif. “Ini yang harus dikembangkan dan diketahui dari diri lansia itu,” ujarnya.

Sementara itu dr.Silvia Lumempouw menekanan tentang fisik, yaitu kesatuan bagian-bagian keseluruhan fisik, tubuh yang tidak terpisah dan dapat berubah positif dan negatif.

“Gaya hidup masyarakat terus berkembang karena perkembangan teknologi dan terjadi perkembangan negatif, seperti minum alkohol, merokok dan makan tak seimbang seperti fast food dan kurang istirahat. Seiring bertambah usia detak jantung melambat dan daya berpikir menurun dan mulai lupa. Jadi kita perlu mendeteksi dini ya dengan menjaga kesehatan, gaya hidup sehat dan sosialisasi yang baik karena dengan pikiran tenang maka hiduppun tenang,” kata dr.Silvia.

Sementara narasumber ketiga Adolf Waraouw menekankan bahwa Active Aging dirancang untuk mengoptimalkan kualitas hidup individu seiring bertambahnya usia dan memaksimalkan potensi lansia menjadi lansia yang mandiri secara fisik dan finansial.

“Untuk itu, peranan gereja menjadi sangat penting untuk menjembatani ‘gap’ dalam perlindungan sosial dan pemberdayaan lansia. Diperlukan pengembangan program-program berbasis jemaat (‘community-based’) dengan mendorong dan menggerakkan inisiatif/prakarsa jemaat lansia GPIB setempat, memanfaatkan sumber daya, pengalaman, potensi dan talenta warga lansia,” kata Adolf.

Sesi tanya jawab cukup menarik dengan berbagai pertanyaan yang muncul, khususnya soal ekonomi dan kesehatan. Dan dijawab oleh para narsumber.

Acara berakhir pada pukul 12 kurang dan berharap kegiatan-kegiatan seperti ini dapat dilakukan untuk memperkaya pemahaman bagia anggota PKLU GPIB.(lip)

Bagikan