GPIB Hadirkan Tiga Rumah Oksigen Bagi Warga Terdampak Karhutla
Rumah Oksigen GPIB Ebenhaezer Palangka Raya resmi dibuka untuk masyarakat umum pada Rabu, 30 September 2026. Peresmian dihadiri oleh perwakilan PGIW Kalimantan…
Baca Berita
GPIB Hadirkan Tiga Rumah Oksigen…
Berita Radio – 2 Oktober…
Lansia Ceria, Lansia Bertemu Tiap…
Menjemaatkan Dokumen Keesaan…
Lansia Harus Tetap Sehat dan…
Tim MS XXII GPIB Periksa…
Semarak HUT ke-78 GPIB dan…
75 Pendonor Berbagi Kehidupan bagi…
Menembus Batas Pelayanan,…
Baksos Yankes GPIB Layani Lebih…
Rumah Oksigen GPIB Ebenhaezer Palangka Raya resmi dibuka untuk masyarakat umum pada Rabu, 30 September 2026. Peresmian dihadiri oleh perwakilan PGIW Kalimantan…
Baca Berita
RADIO GPIB REMA SEJATI📆 : Jumat, 2 Oktober 2026⏰ : 21.00 & 23.00 WIB👤 : Vikaris Jeremia Apriliano Tangka ⛪ : GPIB…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Hari ini, Kamis, 1 Oktober diperingati juga sebagai Hari Lanjut Usia Internasional atau International Day of Older Persons. Ini…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Diskusi lewat webinar soal sosialisasi Dokumen Keesaan Gereja (DKG) yang diselenggarakan oleh Mupel Banten bersama Departemen Germasa MS GPIB…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Memeriahkan Hari Ulang Tahun Pelayanan Kategorial Lanjut Usia (HUT PKLU) ke 16 Dewan PKLU mengadakan webinar dengan tema Menua,…
Baca Berita
GPIB, Malang – Menindaklanjuti rekomendasi Persidangan Sinode Tahunan (PST) GPIB Jakarta 2026, Majelis Sinode (MS) XXII GPIB melakukan pemeriksaan proses renovasi Griya…
Baca Berita
JAKARTA – Majelis Sinode GPIB bersama GPIB Jemaat Sion Jakarta akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan Journey of Grace GPIB 2026 dalam rangka menyambut…
Baca Berita
GPIB, Tangerang Selatan – Donor darah yang diselenggarakan GPIB Jemaat Kinasih pada Sabtu (19/9) bertempat di Gedung Serbaguna GPIB Kinasih mendapat respons…
Baca Berita
Toraja Utara, 5 September 2026 — Ada perjalanan pelayanan yang tidak sekadar diukur dari jarak tempuh. Ada perjalanan […]
Baca Berita
GPIB, Manado – Bakti Sosial berupa pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Yayasan Kesehatan (Yankes) GPIB di Kelurahan Lansot, […]
Baca BeritaPihak kepolisian setempat telah memproses kasus ini sesuai dengan prosedur yang berlaku, tanpa menemukan bukti-bukti yang menunjuk pada […]
Pihak kepolisian setempat telah memproses kasus ini sesuai dengan prosedur yang berlaku, tanpa menemukan bukti-bukti yang menunjuk pada keterlibatan pihak lain dan bermotif intoleransi.
JAKARTA, GPIB.or.id – Akhir-akhir ini media sosial diramaikan dengan informasi kasus pembakaran sebuah gedung gereja milik Jemaat Gereja Toraja Mamasa (GTM) Jemaat Batang Uru Timur, Mamasa, Sulawesi Barat pada 26/6/2021. Sangat disayangkan, banyak pengguna media sosial yang kemudian meyakini bahwa kejadian tersebut bagian dari masalah intoleransi.
Terlebih setelah beberapa aktivis media sosial yang semakin menggiring isu ini sebagai masalah intoleransi, dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) serta lembaga-lembaga peduli HAM tidak bersuara atas “ketidakadilan” dimaksud.
“Sejak informasi kejadian pembakaran ini diterima oleh PGI, kami telah mencari informasi mengenai fakta sesungguhnya. Sebagaimana yang diberitakan oleh beberapa media daring dan informasi di lapangan, bahwa pembakaran gereja ini dilakukan oleh warga gereja itu sendiri – yang memiliki gangguan kejiwaan,” kata Humas PGI Philip Situmorang dalam siaran pers Selasa (6/7/ 2021).
Pihak kepolisian setempat telah memproses kasus ini sesuai dengan prosedur yang berlaku, tanpa menemukan bukti-bukti yang menunjuk pada keterlibatan pihak lain dan bermotif intoleransi. Pimpinan GTM turut membenarkan informasi yang diperoleh PGI tersebut. Oleh karenanya, secara khusus PGI mohon kepada warga gereja untuk:
1. Tidak mudah terprovokasi pihak-pihak yang menggunakan informasi tidak otentik untuk kepentingan tertentu. PGI beserta mitra-mitra strategisnya tidak berkurang komitmen untuk berpihak pada keadilan dan perdamaian serta mewujudkan keutuhan ciptaan-Nya di rumah bersama ini. Karena demikianlah yang diamanatkan oleh gereja-gereja anggota PGI (91 sinode) dalam setiap persidangannya.
2. Bersama-sama turut meningkatkan literasi cerdas bermedia sosial dalam masyarakat kita, serta membangun budaya kritis-prinsipil, konstruktif-realitis sebagai warga bangsa dan gereja.
3. Terus mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun (lih. Roma 14:19) sebagai anggota tubuh Kristus. /fsp
Chat Pendengar 0
Halaman Radio