Berita Radio – Minggu, 8 November 2026
RADIO GPIB REMA SEJATI📆 : Minggu, 8 November 2026⏰ : 21.00 & 23.00 WIB👤 : Dkn.Anita Yospina ⛪ : GPIB Sion, Tembudan…
Baca Berita
Berita Radio – Minggu, 8…
Meriahkan HUT ke-78 GPIB dan…
HUT ke-78 GPIB dan 331…
Prihatin Lihat Kondisi Gereja Sion,…
Dari Batu Pertama Menuju Kemandirian…
GPIB Mupel Banten Gelar Diklat…
Pesan HUT GPIB ke 78…
Menteri Fadli Zon Dukung Kerjasama…
Harapan ke Vikaris yang Ditahbiskan:…
Refleksi dan Doa Lintas Iman:…
Night Call GPIB Sunday, November…
Ibadah Syukur dan Perayaan HUT…
RADIO GPIB REMA SEJATI📆 : Minggu, 8 November 2026⏰ : 21.00 & 23.00 WIB👤 : Dkn.Anita Yospina ⛪ : GPIB Sion, Tembudan…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Turnamen domino yang digelar dalam rangkaian Journey of Grace GPIB 2026 menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 GPIB dan…
Baca Berita
GPIB, JAKARTA – Perjalanan 78 tahun Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) bukan sekadar catatan panjang sejarah organisasi gereja. Perjalanan itu…
Baca Berita
GPIB, JAKARTA – Perhatian Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar terhadap rumah ibadah tidak hanya sebatas pada kehidupan spiritual umat, tetapi juga menyangkut…
Baca Berita
27 Tahun Perjalanan Iman: Syukur HUT ke-78 GPIB dan HUT ke-4 GPIB Yudea – Bajem Siloam Binong GPIB, Tangerang – Perjalanan sebuah…
Baca Berita
GPIB, Banten – BErbagai risiko bencana bisa saj aterjadi di manapin, termasuk di wilayah Banteng. Untuk menjawab dan sekaligus menjaga kesiapsiagaan kerentanan…
Baca Berita
PESAN HARI ULANG TAHUN KE-78 GPIB 31 Oktober 2026 Salam damai sejahtera dari Tuhan Yesus Kristus. Puji dan syukur kepada Allah Tritunggal;…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Ukiran wajah tentara Portugis (yang mengenakan helm perang kuno) pada ujung bangku kayu panjang di Gereja Sion (Portugeesche Buitenkerk)…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Rangkaian pentahbisan vikaris menjadi pelayan firman dan sakramen di GPIB dilakukan secara maraton sejak akhir September 2026 hingga Januari…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Satu persatu perwakilan agama menaikan doa-doanya. Diawali agama Islam dan ditutup oleh seorang pendeta Kristen Protestan. Doa-doa itu berisi…
Baca BeritaVideo terbaru dari kanal YouTube GPIB Indonesia.
Buka di YouTubeVideo terbaru dari kanal YouTube GPIB TV Indonesia.
Buka di YouTube(Foto Lena Wurarah/Inforkom) Sekretaris Umum Majelis Sinode GPIB Pendeta Ebser Lalenoh menyampaikan refleksi tentang pelayanan dari sudut pandang […]
(Foto Lena Wurarah/Inforkom)
Sekretaris Umum Majelis Sinode GPIB Pendeta Ebser Lalenoh menyampaikan refleksi tentang pelayanan dari sudut pandang jemaat. Refleksi ditujukan bagi pendeta, namun juga relevan bagi seluruh presbiter, sehingga pelayanan bisa menyentuh sendi-sendi kehidupan sehari-hari.
“Jemaat melihat pendeta bukan hanya sebagai pemimpin ibadah, tetapi sebagai figur yang berjalan bersama mereka dalam perjalanan iman,” kata Pendeta Ebser Lalenoh jelang upacara penutupan persidangan Sinode 2026.
“Karena itu, di mata jemaat, keberadaan pendeta selalu berada di antara dua harapan besar: menjadi gembala yang dekat sekaligus pemimpin yang mampu mengarahkan.”
Baginya, fungsi kegembalaan justru paling terasa di momen-momen personal. Saat jemaat sakit, berduka, menghadapi konflik keluarga, atau kebingungan mengambil keputusan hidup, kehadiran pendeta menjadi ukuran utama pelayanan. Pada akhirnya, pertumbuhan spiritual menjadi tujuan.
“Nilai seorang pendeta bukan terutama pada kepiawaian berbicara di mimbar, tetapi pada kesediaan mendengar tanpa menghakimi, menjaga kerahasiaan, dan memberi penguatan yang tulus,” tuturnya.
“Dari sudut pandang ini, ukuran keberhasilan pelayanan pendeta sering kali tidak dinilai dari banyaknya kegiatan gereja, melainkan dari pertumbuhan spiritual jemaat itu sendiri – apakah mereka semakin dewasa dalam iman, lebih mampu mengampuni, lebih sabar, dan lebih memiliki harapan dalam menghadapi kehidupan.”
Tuntutan bagi seorang pendeta memang tinggi. Jemaat melihat bahwa pekerjaan pendeta dalam membina kehidupan rohani membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan dedikasi besar. Tak hanya itu, jemaat juga berharap pentingnya kemampuan manajerial dari pendeta.
“Mereka berharap gereja berjalan tertib, program jelas arahnya, dan pelayanan tidak berjalan semaunya,” kata Pendeta Ebser. Hal demikian mampu memberikan rasa aman dan arah pelayanan yang pasti.
“Akan tetapi jemaat pun peka ketika pengelolaan yang terlalu administratif membuat pendeta terasa jauh dan sulit dijangkau. Di sinilah jemaat berharap adanya keseimbangan – bahwa kepemimpinan tidak menghilangkan kehangatan, dan ketertiban tidak mematikan relasi.”
Ketertiban itu juga dilihat harus berkelindan dengan integritas yang menumbuhkan kepercayaan.
“Seorang pendeta mungkin taat pada tata tertib, namun jika tidak disertai kerendahan hati, kejujuran, dan empati, jemaat akan merasakan jarak,” kata Pendeta Ebser. “Sebaliknya, ketika karakter pendeta selaras dengan tindakannya, jemaat melihat kehadiran gereja bukan sekadar sebagai institusi, melainkan sebagai rumah rohani.”
Menurutnya, jemaat perlu kehadiran yang tidak berjarak dan bisa meneguhkan.
“Dalam perspektif ini, pendeta dipandang sebagai jembatan – antara aturan dan kasih, antara struktur dan relasi, antara ajaran dan kehidupan – yang menolong jemaat merasakan bahwa iman bukan sekadar konsep, tetapi pengalaman hidup yang terus bertumbuh.”
(CP)
Chat Pendengar 0
Halaman Radio