Dari Batu Pertama Menuju Kemandirian Jemaat
27 Tahun Perjalanan Iman: Syukur HUT ke-78 GPIB dan HUT ke-4 GPIB Yudea – Bajem Siloam Binong GPIB, Tangerang – Perjalanan sebuah…
Baca Berita
Dari Batu Pertama Menuju Kemandirian…
GPIB Mupel Banten Gelar Diklat…
Pesan HUT GPIB ke 78…
Menteri Fadli Zon Dukung Kerjasama…
Berita Radio – Senin, 2…
Harapan ke Vikaris yang Ditahbiskan:…
Refleksi dan Doa Lintas Iman:…
Tokoh Lintas Agama Serta Masyarakat…
Belajar Teknologi Digital…
Mari Bersama Menghadirkan Kasih dan…
Night Call GPIB | Senin…
Pesan MS GPIB dalam Rangka…
27 Tahun Perjalanan Iman: Syukur HUT ke-78 GPIB dan HUT ke-4 GPIB Yudea – Bajem Siloam Binong GPIB, Tangerang – Perjalanan sebuah…
Baca Berita
GPIB, Banten – BErbagai risiko bencana bisa saj aterjadi di manapin, termasuk di wilayah Banteng. Untuk menjawab dan sekaligus menjaga kesiapsiagaan kerentanan…
Baca Berita
PESAN HARI ULANG TAHUN KE-78 GPIB 31 Oktober 2026 Salam damai sejahtera dari Tuhan Yesus Kristus. Puji dan syukur kepada Allah Tritunggal;…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Ukiran wajah tentara Portugis (yang mengenakan helm perang kuno) pada ujung bangku kayu panjang di Gereja Sion (Portugeesche Buitenkerk)…
Baca Berita
RADIO GPIB REMA SEJATI📆 : Senin, 2 November 2026⏰ : 21.00 & 23.00 WIB👤 : Pnt.Ari Ratnowo⛪ : GPIB Obor, Banten RAGI…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Rangkaian pentahbisan vikaris menjadi pelayan firman dan sakramen di GPIB dilakukan secara maraton sejak akhir September 2026 hingga Januari…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Satu persatu perwakilan agama menaikan doa-doanya. Diawali agama Islam dan ditutup oleh seorang pendeta Kristen Protestan. Doa-doa itu berisi…
Baca Berita
GPIB – Sejumlah tokoh lintas agama, organisasi keagamaan, dan koalisi masyarakat sipil menggelar gerakan moral bertajuk “Suara Keprihatinan dan Doa Pemulihan Bangsa”…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam memanfaatkan tekonologi digital secara efektif dan produksi Komisi Pelayanan dan Kesaksian (Pelkes)…
Baca Berita
Sebagai bagian dari persekutuan, pelayanan dan kesaksian GPIB, marilah kita mengambil bagian melalui persembahan syukur dengan hati yang tulus dan penuh sukacita.…
Baca BeritaVideo terbaru dari kanal YouTube GPIB Indonesia.
Buka di YouTubeVideo terbaru dari kanal YouTube GPIB TV Indonesia.
Buka di YouTube
27 Tahun Perjalanan Iman: Syukur HUT ke-78 GPIB dan HUT ke-4 GPIB Yudea – Bajem Siloam Binong
GPIB, Tangerang – Perjalanan sebuah gereja tidak selalu dimulai dari bangunan yang megah, kadang dari sebuah kerinduan bersama untuk melayani, setia dalam persekutuan, serta iman yang terus dipelihara dalam penyertaan Tuhan.
Kerinduan itulah yang mewarnai perayaan syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) dan HUT ke-4 GPIB Yudea – Bajem Siloam Binong, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Bajem Siloam Binong, Tangerang.
Perayaan ungkapan syukur ini dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan pastori serta pembinaan bagi presbiter, pengurus unit misioner, dan warga jemaat sebagai bagian dari persiapan menuju pendewasaan dan pelembagaan jemaat.
Dari Pos Pelayanan Menuju Persekutuan yang Bertumbuh
Sejarah berdirinya pelayanan Bajem Siloam Binong pada 21 November 1999, ketika Pos Pelayanan (PosPel) resmi berdiri sebagai wujud kehadiran dan panggilan GPIB untuk menjangkau serta melayani umat Tuhan di wilayah Binong, Tangerang dan sekitarnya.

Dari sebuah rintisan pelayanan itu, persekutuan ini terus bertumbuh melalui kesetiaan para pelayan dan dukungan warga jemaat serta penyertaan Tuhan. Kemudia, pospel ini berkembang menjadi Bajem Siloam Binong dalam lingkup pelayanan GPIB Jemaat Yudea.
Setelah 27 tahun perjalanan sejak berdirinya pospel, kini Bajem Siloam Binong memasuki tahapan penting dalam proses pendewasaan pelayanan. Persiapan dilakukan, mulai pembangunan pastori, pembinaan sumber daya pelayan, dan persiapan pelembagaan untuk memperkuat fondasi menuju jemaat yang mandiri.
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pastori
Dan momen sejarah itu terjadi, pada Sabtu, 31 Oktober 2026, melalui peletakan batu pertama pembangunan Pastori GPIB Yudea – Bajem Siloam Binong. Prosesinya dipimpin oleh Pdt. Emmawati Baule, Sekretaris I Majelis Sinode XXII GPIB sekaligus Plt Sekretaris Umum Majelis Sinode GPIB.
Lewat pesan pastoralnya, Pdt. Emmawati Baule mengajak jemaat memaknai pembangunan pastori sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam memperkuat pelayanan gereja. Pastori diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas tempat tinggal pendeta, tetapi juga menjadi rumah pelayanan yang mendukung pelaksanaan tugas pastoral, pembinaan iman, serta relasi yang semakin dekat antara pendeta dan warga jemaat.
Peletakan batu pertama ini sekaligus menjadi simbol komitmen dan pengharapan jemaat dalam mempersiapkan masa depan pelayanan. Pembangunan fisik diharapkan berjalan seiring dengan pertumbuhan iman, kesatuan persekutuan, dan peningkatan kualitas pelayanan.
Pembinaan: Memperkuat Kapasitas dan Kesiapan Jemaat
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan presbiter, pengurus unit misioner, dan jemaat GPIB Yudea – Bajem Siloam Binong pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.
Pembinaan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman teologis, kapasitas kepemimpinan, tata kelola organisasi, serta tanggung jawab pelayanan sebagai bekal menghadapi proses pendewasaan jemaat.

Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber Majelis Sinode GPIB dengan enam materi utama, yakni;
Keseluruhan materi tersebut menegaskan bahwa kemandirian jemaat membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. Tidak hanya sarana dan prasarana, tetapi juga pelayan yang diperlengkapi, organisasi yang tertata, pengelolaan yang bertanggung jawab, serta kesadaran untuk menjalankan panggilan misioner gereja.
Pendewasaan Jemaat: Komitmen dan Tanggung Jawab Bersama
Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Yudea, Pdt. Alber Wowor, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perkembangan pelayanan Bajem Siloam Binong. Proses pendewasaan yang sedang dijalani merupakan perjalanan bersama yang membutuhkan kesetiaan, kesabaran, dan komitmen seluruh warga jemaat.

Pembangunan Pastori menjadi salah satu bentuk kesiapan dalam memperkuat pelayanan pastoral, sedangkan pembinaan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas kehidupan bergereja. Ia berharap seluruh warga jemaat terus menjaga kebersamaan, memperkuat persekutuan, dan mengambil bagian aktif dalam setiap tahapan menuju kemandirian jemaat.
Sementara itu, PJ Bajem Siloam Binong sekaligus Ketua Panitia Pendewasaan dan Pelembagaan Bajem Siloam Binong, Pdt. Ezra Sudarsono, menekankan pentingnya mempersiapkan proses pelembagaan secara menyeluruh.
Menurutnya, pembangunan Pastori dan pembinaan jemaat merupakan dua langkah yang saling melengkapi dalam memperkuat kesiapan pelayanan, baik dari aspek pastoral, sumber daya manusia, maupun tata kelola organisasi.
Ia berharap seluruh warga Bajem Siloam Binong memiliki semangat dan komitmen yang sama dalam menjaga kesatuan serta membangun rasa memiliki terhadap gereja. Pelembagaan bukan sekadar perubahan status administratif, melainkan wujud tanggung jawab yang semakin besar dalam mengelola dan mengembangkan pelayanan secara mandiri.
Menyongsong Babak Baru: Pelembagaan 22 November 2026
Rangkaian kegiatan mencapai puncaknya pada Minggu, 1 November 2026, melalui Ibadah Hari Minggu (IHM) sekaligus syukur HUT ke-78 GPIB dan HUT ke-4 Bajem Siloam Binong yang dilayani oleh Pdt. Emmawati Baule.
Momen itu juga menjadi pengingat akan penyertaan Tuhan dalam perjalanan pelayanan gereja. Semangat tersebut sekaligus mengarahkan jemaat pada agenda penting berikutnya, yaitu rencana Pelembagaan Bajem Siloam Binong pada 22 November 2026.
Tanggal tersebut memiliki makna historis tersendiri. Pada 21 November 2026, perjalanan pelayanan yang dirintis melalui pospel akan genap berusia 27 tahun. Sehari setelahnya, 22 November 2026, direncanakan menjadi momentum pelembagaan Bajem Siloam Binong. Dua tanggal yang berdekatan ini menjadi simbol kesinambungan perjalanan pelayanan: mensyukuri sejarah yang telah dilalui sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih mandiri.
Pelembagaan diharapkan bukan hanya menjadi pencapaian administratif, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mengelola, mengembangkan, dan menghadirkan pelayanan gereja di tengah masyarakat. Sebab, menjadi jemaat yang dewasa bukan sekadar tentang mampu berdiri sendiri, tetapi juga tentang kesiapan untuk melayani, bersaksi, dan menjadi berkat bagi lingkungan sekitarnya.
Dari Sejarah Menuju Harapan
Dua puluh tujuh tahun lalu, sebuah pos pelayanan dirintis dengan iman dan pengharapan. Perjalanan itu terus bertumbuh melalui doa, pengorbanan, kesetiaan para pelayan, dan kebersamaan warga jemaat. Kini, batu pertama pembangunan Pastori telah diletakkan. Para pelayan dan warga jemaat telah diperlengkapi melalui pembinaan. Persiapan menuju pelembagaan pun semakin dekat.
Perjalanan ini menjadi pengingat bahwa masa depan gereja merupakan tanggung jawab bersama. Setiap warga jemaat diharapkan tidak hanya menjadi saksi pertumbuhan gereja, tetapi juga mengambil bagian aktif dalam membangun dan mengembangkan pelayanannya. Dari pospel menuju bakal jemaat (bajem). Dari batu pertama menuju kemandirian jemaat. Dari persekutuan menuju pelayanan yang semakin dewasa.
Selamat HUT ke-78 GPIB. Selamat HUT ke-4 Bajem Siloam Binong.
Terus bertumbuh dalam iman, semakin kuat dalam persekutuan, dan semakin nyata menjadi berkat bagi sesama.(bam/lip)
Chat Pendengar 0
Halaman Radio