Langsung ke konten
Logo GPIB GPIB Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

Berita Terbaru

Ketuk foto untuk membaca
  1. Dari Batu Pertama Menuju Kemandirian…
  2. GPIB Mupel Banten Gelar Diklat…
  3. Pesan HUT GPIB ke 78…
  4. Menteri Fadli Zon Dukung Kerjasama…
  5. Berita Radio – Senin, 2…
  6. Harapan ke Vikaris yang Ditahbiskan:…
  7. Refleksi dan Doa Lintas Iman:…
  8. Tokoh Lintas Agama Serta Masyarakat…
  9. Belajar Teknologi Digital…
  10. Mari Bersama Menghadirkan Kasih dan…
  11. Night Call GPIB | Senin…
  12. Pesan MS GPIB dalam Rangka…
Diakonia

Dari Batu Pertama Menuju Kemandirian Jemaat

Dari Batu Pertama Menuju Kemandirian Jemaat

27 Tahun Perjalanan Iman: Syukur HUT ke-78 GPIB dan HUT ke-4 GPIB Yudea – Bajem Siloam Binong

GPIB, Tangerang – Perjalanan sebuah gereja tidak selalu dimulai dari bangunan yang megah, kadang dari sebuah kerinduan bersama untuk melayani, setia dalam persekutuan, serta iman yang terus dipelihara dalam penyertaan Tuhan.

Kerinduan itulah yang mewarnai perayaan syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) dan HUT ke-4 GPIB Yudea – Bajem Siloam Binong, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di Bajem Siloam Binong, Tangerang.

Perayaan ungkapan syukur ini dirangkai dengan peletakan batu pertama pembangunan pastori serta pembinaan bagi presbiter, pengurus unit misioner, dan warga jemaat sebagai bagian dari persiapan menuju pendewasaan dan pelembagaan jemaat.

Dari Pos Pelayanan Menuju Persekutuan yang Bertumbuh

Sejarah berdirinya pelayanan Bajem Siloam Binong pada 21 November 1999, ketika Pos Pelayanan (PosPel) resmi berdiri sebagai wujud kehadiran dan panggilan GPIB untuk menjangkau serta melayani umat Tuhan di wilayah Binong, Tangerang dan sekitarnya.

Dari sebuah rintisan pelayanan itu, persekutuan ini terus bertumbuh melalui kesetiaan para pelayan dan dukungan warga jemaat serta penyertaan Tuhan. Kemudia, pospel ini berkembang menjadi Bajem Siloam Binong dalam lingkup pelayanan GPIB Jemaat Yudea.

Setelah 27 tahun perjalanan sejak berdirinya pospel, kini Bajem Siloam Binong memasuki tahapan penting dalam proses pendewasaan pelayanan. Persiapan dilakukan, mulai pembangunan pastori, pembinaan sumber daya pelayan, dan persiapan pelembagaan untuk memperkuat fondasi menuju jemaat yang mandiri.

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pastori

Dan momen sejarah itu terjadi, pada Sabtu, 31 Oktober 2026, melalui peletakan batu pertama pembangunan Pastori GPIB Yudea – Bajem Siloam Binong. Prosesinya dipimpin oleh Pdt. Emmawati Baule, Sekretaris I Majelis Sinode XXII GPIB sekaligus Plt Sekretaris Umum Majelis Sinode GPIB.

Lewat pesan pastoralnya, Pdt. Emmawati Baule mengajak jemaat memaknai pembangunan pastori sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam memperkuat pelayanan gereja. Pastori diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas tempat tinggal pendeta, tetapi juga menjadi rumah pelayanan yang mendukung pelaksanaan tugas pastoral, pembinaan iman, serta relasi yang semakin dekat antara pendeta dan warga jemaat.

Peletakan batu pertama ini sekaligus menjadi simbol komitmen dan pengharapan jemaat dalam mempersiapkan masa depan pelayanan. Pembangunan fisik diharapkan berjalan seiring dengan pertumbuhan iman, kesatuan persekutuan, dan peningkatan kualitas pelayanan.

Pembinaan: Memperkuat Kapasitas dan Kesiapan Jemaat

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembinaan presbiter, pengurus unit misioner, dan jemaat GPIB Yudea – Bajem Siloam Binong pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

Pembinaan ini dirancang untuk memperkuat pemahaman teologis, kapasitas kepemimpinan, tata kelola organisasi, serta tanggung jawab pelayanan sebagai bekal menghadapi proses pendewasaan jemaat.

Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber Majelis Sinode GPIB dengan enam materi utama, yakni;

  1. Tata Ibadah dan Pemahaman Iman, oleh Pdt. Emmawati Baule (PLT Sekretaris Umum dan Sekretaris I Majelis Sinode GPIB), mengenai pemahaman ibadah dan penghayatan iman GPIB.
  2. Mari Ber-Pelkes GPIB, oleh Pdt. Jeffry Juwanto Daminto (Ketua Departemen Pelkes GPIB), mengenai panggilan gereja untuk hadir dan melayani masyarakat melalui kasih dan kesaksian.
  3. Tata Gereja, oleh Pdt. (Em.) Adriano Wangkay (Ketua Tim Kerja Tata Gereja GPIB), mengenai landasan, sistem organisasi, kewenangan, dan mekanisme penyelenggaraan kehidupan bergereja.
  4. PKUPPG, oleh Pnt. Bambang Prakoso (Sekretaris Departemen Inforkom Litbang GPIB dan Anggota UPTS Majelis Sinode GPIB), mengenai arah kebijakan strategis gereja sebagai landasan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pelayanan.
  5. Ber-Ekumene dan Ber-PPSDI PPK, oleh Pdt. David Arthur Hukom (Sekretaris Departemen Germasa GPIB), mengenai panggilan ekumenis dan pengembangan sumber daya insani gereja.
  6. Keuangan Gereja (PEG), oleh Pnt. Steven Tunas (Bendahara Majelis Sinode GPIB), mengenai pengelolaan keuangan gereja yang tertib, transparan, dan akuntabel.

Keseluruhan materi tersebut menegaskan bahwa kemandirian jemaat membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. Tidak hanya sarana dan prasarana, tetapi juga pelayan yang diperlengkapi, organisasi yang tertata, pengelolaan yang bertanggung jawab, serta kesadaran untuk menjalankan panggilan misioner gereja.

Pendewasaan Jemaat: Komitmen dan Tanggung Jawab Bersama

Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Yudea, Pdt. Alber Wowor, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perkembangan pelayanan Bajem Siloam Binong. Proses pendewasaan yang sedang dijalani merupakan perjalanan bersama yang membutuhkan kesetiaan, kesabaran, dan komitmen seluruh warga jemaat.

Pembangunan Pastori menjadi salah satu bentuk kesiapan dalam memperkuat pelayanan pastoral, sedangkan pembinaan menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas kehidupan bergereja. Ia berharap seluruh warga jemaat terus menjaga kebersamaan, memperkuat persekutuan, dan mengambil bagian aktif dalam setiap tahapan menuju kemandirian jemaat.

Sementara itu, PJ Bajem Siloam Binong sekaligus Ketua Panitia Pendewasaan dan Pelembagaan Bajem Siloam Binong, Pdt. Ezra Sudarsono, menekankan pentingnya mempersiapkan proses pelembagaan secara menyeluruh.

Menurutnya, pembangunan Pastori dan pembinaan jemaat merupakan dua langkah yang saling melengkapi dalam memperkuat kesiapan pelayanan, baik dari aspek pastoral, sumber daya manusia, maupun tata kelola organisasi.

Ia berharap seluruh warga Bajem Siloam Binong memiliki semangat dan komitmen yang sama dalam menjaga kesatuan serta membangun rasa memiliki terhadap gereja. Pelembagaan bukan sekadar perubahan status administratif, melainkan wujud tanggung jawab yang semakin besar dalam mengelola dan mengembangkan pelayanan secara mandiri.

Menyongsong Babak Baru: Pelembagaan 22 November 2026

Rangkaian kegiatan mencapai puncaknya pada Minggu, 1 November 2026, melalui Ibadah Hari Minggu (IHM) sekaligus syukur HUT ke-78 GPIB dan HUT ke-4 Bajem Siloam Binong yang dilayani oleh Pdt. Emmawati Baule.

Momen itu juga menjadi pengingat akan penyertaan Tuhan dalam perjalanan pelayanan gereja. Semangat tersebut sekaligus mengarahkan jemaat pada agenda penting berikutnya, yaitu rencana Pelembagaan Bajem Siloam Binong pada 22 November 2026.

Tanggal tersebut memiliki makna historis tersendiri. Pada 21 November 2026, perjalanan pelayanan yang dirintis melalui pospel akan genap berusia 27 tahun. Sehari setelahnya, 22 November 2026, direncanakan menjadi momentum pelembagaan Bajem Siloam Binong. Dua tanggal yang berdekatan ini menjadi simbol kesinambungan perjalanan pelayanan: mensyukuri sejarah yang telah dilalui sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih mandiri.

Pelembagaan diharapkan bukan hanya menjadi pencapaian administratif, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mengelola, mengembangkan, dan menghadirkan pelayanan gereja di tengah masyarakat. Sebab, menjadi jemaat yang dewasa bukan sekadar tentang mampu berdiri sendiri, tetapi juga tentang kesiapan untuk melayani, bersaksi, dan menjadi berkat bagi lingkungan sekitarnya.

Dari Sejarah Menuju Harapan

Dua puluh tujuh tahun lalu, sebuah pos pelayanan dirintis dengan iman dan pengharapan. Perjalanan itu terus bertumbuh melalui doa, pengorbanan, kesetiaan para pelayan, dan kebersamaan warga jemaat. Kini, batu pertama pembangunan Pastori telah diletakkan. Para pelayan dan warga jemaat telah diperlengkapi melalui pembinaan. Persiapan menuju pelembagaan pun semakin dekat.

Perjalanan ini menjadi pengingat bahwa masa depan gereja merupakan tanggung jawab bersama. Setiap warga jemaat diharapkan tidak hanya menjadi saksi pertumbuhan gereja, tetapi juga mengambil bagian aktif dalam membangun dan mengembangkan pelayanannya. Dari pospel menuju bakal jemaat (bajem). Dari batu pertama menuju kemandirian jemaat. Dari persekutuan menuju pelayanan yang semakin dewasa.

Selamat HUT ke-78 GPIB. Selamat HUT ke-4 Bajem Siloam Binong.

Terus bertumbuh dalam iman, semakin kuat dalam persekutuan, dan semakin nyata menjadi berkat bagi sesama.(bam/lip)

Bagikan