Berita Radio – Rabu, 28 Oktober 2026
RADIO GPIB REMA SEJATI📆 : Rabu, 28 Oktober 2026⏰ : 21.00 & 23.00 WIB👤 : Pnt.Eric Sinaga⛪ : GPIB Marturia, Jambi RAGI…
Baca Berita
Berita Radio – Rabu, 28…
Harapan ke Vikaris yang Ditahbiskan:…
Refleksi dan Doa Lintas Iman:…
Tokoh Lintas Agama Serta Masyarakat…
Belajar Teknologi Digital…
Berbagi Kasih, Menghadirkan Harapan
Rayakan Dies Natalis ke-28, STIKES…
Wakapolda Sumsel Kunjungi…
GPIB Keluarkan Sikap Resmi Soal…
Di Tengah Dinamika GPIB, Tuhan…
Morning Call GPIB | Thursday,…
Doa Bersama Lintas Agama: Doa…
RADIO GPIB REMA SEJATI📆 : Rabu, 28 Oktober 2026⏰ : 21.00 & 23.00 WIB👤 : Pnt.Eric Sinaga⛪ : GPIB Marturia, Jambi RAGI…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Rangkaian pentahbisan vikaris menjadi pelayan firman dan sakramen di GPIB dilakukan secara maraton sejak akhir September 2026 hingga Januari…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Satu persatu perwakilan agama menaikan doa-doanya. Diawali agama Islam dan ditutup oleh seorang pendeta Kristen Protestan. Doa-doa itu berisi…
Baca Berita
GPIB – Sejumlah tokoh lintas agama, organisasi keagamaan, dan koalisi masyarakat sipil menggelar gerakan moral bertajuk “Suara Keprihatinan dan Doa Pemulihan Bangsa”…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam memanfaatkan tekonologi digital secara efektif dan produksi Komisi Pelayanan dan Kesaksian (Pelkes)…
Baca Berita
Mari ambil bagian dalam pelayanan kasih GPIB. Dukungan Anda menjadi wujud kepedulian dan ungkapan syukur untuk menghadirkan berkat bagi sesama. Salurkan dukungan…
Baca Berita
GPIB, Surabaya – STIKES Griya Husada Surabaya merayakan Dies Natalis ke-28 pada Rabu, (14/10) guna mensyukuri perjalanan institusi pendidikan tinggi serta memperkuat…
Baca Berita
GPIB, Palembang – Memenuhi komitmen untuk semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan berkunjung ke GPIB Jemaat Immanuel Palembang pada…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Majelis Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap terhadap bencana kebakaran hutan dan…
Baca Berita
Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit STIKES Griya Husada Surabaya Raih Akreditasi UNGGUL dari LAM-PTKes GPIB, Surabaya – Di tengah berbagai dinamika dan…
Baca BeritaVideo terbaru dari kanal YouTube GPIB Indonesia.
Buka di YouTubeVideo terbaru dari kanal YouTube GPIB TV Indonesia.
Buka di YouTube
GPIB, Jakarta – Rangkaian pentahbisan vikaris menjadi pelayan firman dan sakramen di GPIB dilakukan secara maraton sejak akhir September 2026 hingga Januari 2027 mendatang. Kata Ketua Umum Majelis Sinode XXII Pdt.Nitis Putrasana Harsono, hal ini dilakukan karena fungsionaris majelis sinode yang adalah pendeta terbatas jumlahnya dan juga cakupan wilayah yang luas saat pentahbisan tersebut dilakukan.
“Panjangnya rangkaian pentabisan Vikaris dari bulan September 2026 lalu sampai Januari 2027 karena ketentuan di mana pentabisan Vikaris harus dilakukan oleh pejabat majelis sinode dalam ibadah minggu. Sementara pejabat majelis sinode adalah yang melakukannya pelayan firman dan sakramen, yaitu pendeta hanya ada 5 saat ini,” kata Pdt.Nitis, di kantor MS, Jakarta, Selasa (27/10).
Ia menambahkan, soal pentahbisan yang panjang karena hasil pemeriksaan kesehatan yang ketat dar para vikaris tersebut sehingga disesuaikan hasilnya. “Masih ada catatan kesehatan yang harus diperhatikan oleh beberapa Vikaris, supaya nanti begitu penempatan mereka dalam keadaan baik dan sehat. Lalu, yang ketiga memang juga ada yang berdasarkan penilaian. Jadi, dia ditabiskan berdasarkan penilaian ada,” ujar Pdt.Nitis.
Ketum juga menyampaikan keseimbangan antara pendeta yang baru dan yang emeritus harus diatur dengan baik, khususnya dari segi keuangan. “Di satu sisi memang pertimbangan itu tapi tetapi ternyata itu tidak begitu signifikan. Ini lebih pada pergeseran atau rotasi pendeta dan rotasi pendeta ini sesuai dengan memperhatikan masa kerjanya, juga masa kerja di lapangan. Sehingga bisa jadi baru dua tahun harus kami geser, meski idealnya bisa lima tahun,” ujarnya.
Ia juga menyoroti soal penggajian pendeta yang harus diperhatian sumbernya. “Pergumulan kita GPIB adalah soal pengajian. Gaji itu untuk para pendeta memang dari gereja, tapi sumbernya itu dari jemaat. Nah ini yang belum terpenuhi, bagaimana jemaat yang hanya 10 kk atau di bawah 75 kk. Ini berat untuk membantu memfasilitasi pengajian, sehingga harus ada subsidi silang,” tandasnya.
Salah satu usaha yang sedang dilakukan lewat PEG GPIB adalah program Sahabat Pendeta. “Sahabat pendeta program di mana jemaat dapat berpartisipasi untuk mendukung pendeta dengab memberikan perhatian lewat dana, apakah jumlahnya 10 ribu atau lebih besar, Namun hal itu dilakukan rutin oleh jemaat, mulai dari anak-anak hingga jemaat dewasa dan dikoordinir secara rutin untuk mendukung pembinaan iman di pelosok-pelosok yang terpencil, sehingga para pendeta di sana bisa melayani dengan sukacita, dengan tenang tanpa kuatir,” ujar Pdt.Nitis.
Secara khusus pula Ketua Umum MS GPIB itu menyampaikan harapannya kepada seluruh vikaris yang sudah dan bakal ditahbiskan, agar harus kreatif dalam melakukan pelayanannya.
“Para pendeta yang baru yang akan melakukan pelayananya di pedalaman-pedalaman dan hidup di tengah masyarakat berfungsi menolong warga jemaat, untuk bisa berdaya sesuai dengan konteksnya, seperti pertanian agraris atau nelayan. Pendeta-pendeta sekarang ini harus militan, bukan hanya memikirkan soal tugas hari minggu atau rabu, tetapi dia benar-benar dapat mempelajari konteks lingkungannya. Apa yang dia bisa buat di sana untuk memberdayakan warganya, mereka harus belajar ke penyuluh, belajar ke senior, warga jemaat yang senior untuk bisa merancang, membuat satu program pemberdayaan jemaat, harus kreatif,” terangnya.(lip)
Chat Pendengar 0
Halaman Radio