Skip to content
GPIB Indonesia

GPIB Indonesia

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

Primary Menu
  • Tentang GPIB
    • Visi dan Misi
    • Pemahaman Iman
    • Majelis Sinode GPIB
    • Presbiterial Sinodal
    • PKUPPG
  • DIREKTORI
    • Departemen
    • Yayasan
      • YAPENDIK
      • YAYASAN DIAKONIA
      • YAYASAN KESEHATAN
  • Berita & Artikel
    • SINODE
    • Kegiatan
      • M I S I O N E R
      • D I A K O N I A
    • Kegiatan PELKAT
      • PELKAT PA
      • PELKAT PT
      • PELKAT GP
      • PELKAT PKP
      • PELKAT PKB
      • PELKAT LANSIA
    • P E R S P E K T I F
      • I N S P I R A S I
      • Sosok
  • Sabda Digital
  • Radio GPIB
  • Hubungi Kami
  • Home
  • SINODE
  • Masa Prapaskah, Pendeta Nitis: Belajar Menyangkal Diri
  • Pesan-Pesan
  • SINODE
  • Slide

Masa Prapaskah, Pendeta Nitis: Belajar Menyangkal Diri

GPIB February 18, 2026 2 minutes read
Pendet Nitis

JAKARTA – Ketua Umum Majelis Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB)  Pendeta Nitis Putrasana Harsono MTh  mengajak seluruh warga jemaat GPIB, menjalani minggu prapaskah  dengan  belajar menyangkal diri dan tidak mementingkan diri sendiri.

Masa Prapaskah adalah masa 40 hari  menjelang Paskah, yang dalam tradisi Kristen dimulai pada Rabu Abu.

“Kita menjaga sikap batin untuk tidak hidup foya-foya yang berlebihan,” kata Pendeta Nitis di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Pendeta Nitis secara khusus mengajak warga jemaat yang berlebihan secara materi untuk belajar  hidup sederhana  dengan berbelas kasih, membaharui relasi dalam keluarga maupun  sahabat, dan siapa pun dengan memberi pengampunan yang tulus.

Setelah itu, lanjutnya,  warga jemaat hidup secara bertanggung jawab sebagai ungkapan persembahan syukur,  menyapa lingkungan sebagai saudara seraya menjadikannya lebih asri, sejuk, dan harmoni.

“Itu semua menjadi sikap konkret puasa atau dalam budaya spiritual Indonesia, biasa disebut tirakat. Tetapi tirakat yang dimaksud adalah menjalani hidup dengan memerankan ungkapan sujud bakti yang bersyafaat, yakni menjalani kesalehan hidup batin yang terungkap dari doa,” kata Pendeta Nitis.

Lebih lanjut Pendeta Nitis mengungkapkan,  doa yang aktual adalah  melakukan sesuatu yang membuat sesama ciptaan Allah merasa  disentuh oleh rahmat-Nya.

“Kiranya ibadah Rabu Abu menjadi awal pembaruan, sikap syukur, dan makin menghayati perjuangan Kristus yang tidak berhenti mengasihi kita. Semoga kemuliaan Allah dinyatakan melalui gereja-Nya,” katanya. (novy)

About the Author

GPIB

Administrator

GPIB

Visit Website View All Posts

Tinggalkan Komentar / Pesan Anda disini

Post navigation

Previous: Masa Prapaskah, Pendeta Ebser: Rendahkan Hidup di Hadapan Allah
Next: Sekum: Harapan Agar Pendeta Dekat dan Berintegritas

Related Stories

day 2
  • Featured
  • PELKES
  • SINODE
  • Slide

Hari Kedua Pembukaan Bulan Pelkes GPIB 2026 di Sibolga: Pelayanan, Kepedulian Lingkungan, dan Penguatan Persekutuan

Arthur Teesen June 6, 2026
WhatsApp Image 2026-06-05 at 22.27.10
  • Featured
  • PELKES
  • SINODE
  • Slide

Sambutan Hangat Jemaat Siloam Sibolga Awali Pembukaan Bulan Pelkes GPIB Tahun 2026

Arthur Teesen June 5, 2026
Pendeta Jessica Manabung
  • Kegiatan
  • Slide

Pendeta Jessica Zefanya Manabung, Bahagia Melayani Bajem GPIB Eben Haezer Kerumutan

GPIB June 5, 2026

Kategori Artikel

  • DIAKONIA
  • Featured
    • Slide
  • INFO VIKARIS
  • Kegiatan
    • DIAKONIA
    • Misioner
      • GERMASA
  • Kegiatan PELKAT
    • PELKAT GP
    • PELKAT PA
    • PELKAT PKB
    • PELKAT PKP
    • PELKAT PT
    • PLEKAT LANSIA
  • PELEMBAGAAN
  • PELKES
  • Perspektif
    • Arcus
    • Inspirasi
    • Sosok
  • SINODE
    • Agenda
    • Pesan-Pesan
    • PSR XXII
  • STIKES
    • YAYASAN
      • YANKES

Hubungi Kami

Majelis Sinode GPIB
Jl. Merdeka Timur. No.10
Gambir, Kota Jakarta Pusat
Jakarta, Indonesia
P: (021) 384 2895
P: (021) 384 9917
F: (021) 385 9250
E: admin@gpib.or.id

Direktori

  • Yayasan
  • Departemen
  • Musyawarah Pelayanan
Copyright © GPIB Indonesia | MoreNews by AF themes.