Berita Radio – Jumat, 23 Oktober 2026
RADIO GPIB REMA SEJATI📆 : Jumat, 23 Oktober 2026⏰ : 21.00 & 23.00 WIB👤 : Pnt.Djahyo Jawardi⛪ : GPIB Maranatha, Bojonegoro RAGI…
Baca Berita
Berita Radio – Jumat, 23…
Rayakan Dies Natalis ke-28, STIKES…
Wakapolda Sumsel Kunjungi…
GPIB Keluarkan Sikap Resmi Soal…
Di Tengah Dinamika GPIB, Tuhan…
GPIB Hadirkan Tiga Rumah Oksigen…
Lansia Ceria, Lansia Bertemu Tiap…
Menjemaatkan Dokumen Keesaan…
Lansia Harus Tetap Sehat dan…
Tim MS XXII GPIB Periksa…
Morning Call GPIB | Saturday,…
Ibadah dan Seremoni Pembukaan Kegiatan…
RADIO GPIB REMA SEJATI📆 : Jumat, 23 Oktober 2026⏰ : 21.00 & 23.00 WIB👤 : Pnt.Djahyo Jawardi⛪ : GPIB Maranatha, Bojonegoro RAGI…
Baca Berita
GPIB, Surabaya – STIKES Griya Husada Surabaya merayakan Dies Natalis ke-28 pada Rabu, (14/10) guna mensyukuri perjalanan institusi pendidikan tinggi serta memperkuat…
Baca Berita
GPIB, Palembang – Memenuhi komitmen untuk semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat, Kepolisian Daerah Sumatera Selatan berkunjung ke GPIB Jemaat Immanuel Palembang pada…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Majelis Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap terhadap bencana kebakaran hutan dan…
Baca Berita
Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit STIKES Griya Husada Surabaya Raih Akreditasi UNGGUL dari LAM-PTKes GPIB, Surabaya – Di tengah berbagai dinamika dan…
Baca Berita
Rumah Oksigen GPIB Ebenhaezer Palangka Raya resmi dibuka untuk masyarakat umum pada Rabu, 30 September 2026. Peresmian dihadiri oleh perwakilan PGIW Kalimantan…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Hari ini, Kamis, 1 Oktober diperingati juga sebagai Hari Lanjut Usia Internasional atau International Day of Older Persons. Ini…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Diskusi lewat webinar soal sosialisasi Dokumen Keesaan Gereja (DKG) yang diselenggarakan oleh Mupel Banten bersama Departemen Germasa MS GPIB…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Memeriahkan Hari Ulang Tahun Pelayanan Kategorial Lanjut Usia (HUT PKLU) ke 16 Dewan PKLU mengadakan webinar dengan tema Menua,…
Baca Berita
GPIB, Malang – Menindaklanjuti rekomendasi Persidangan Sinode Tahunan (PST) GPIB Jakarta 2026, Majelis Sinode (MS) XXII GPIB melakukan pemeriksaan proses renovasi Griya…
Baca BeritaVideo terbaru dari kanal YouTube GPIB Indonesia.
Buka di YouTubeVideo terbaru dari kanal YouTube GPIB TV Indonesia.
Buka di YouTubeJAKARTA, GPIB – Gerak cepat Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) dalam membantu saat bencana tak pandang situasi […]
JAKARTA, GPIB – Gerak cepat Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) dalam membantu saat bencana tak pandang situasi yang sulit.
Ketua II Majelsi Sinode (MS) GPPIB Pdt.Semuel A.Karinda mengatakan bahwa sejak bencana terjadi pada 25 November lalu, GPIB lewat Crisis Center (CC) telah bergerak.
“Sejak 25 November itu, kami mendapat informasi tentang banjir di sejumlah wilayah dan kami langsung bergerak. 28 – 30 November kami mengirimkan makanan pada wilayah-wilayah terdampak, karena kota Medan juga banjir mulai tanggal 26 November itu. Hingga malam kami bergerak memberikan bantuan. Lalu, 1 Desember kami berusaha untuk menembus Sibolga yang memang sulit dijangkau dan puji Tuhan GPIB bisa masuk ke Sibolga meski perjalanan sehari semalam,” katanya lewat sambungan telpon, dalam perjalanan Medan menuju Pangkalan Berandan, Jumat (12/12).
Pdt.Semuel menambahkan saat ini ada 2 tim yang mengunjungi ke Aceh Tamiang dan Pangkalan Berandan.
“Nantinya kami akan bertemu kembali setelah masing-masing tim mengunjungi daerah terdampak tersebut. Di Jakarta, di kantor MS sejak kemarin itu sudah dipacking bantuan-bantuan dalam box-box paket-paket bantuan dan sudha dikirimkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) karena kita diberi bantuan untuk dapat membantu bahan-bahan bantuan tersebut ke lokasi yang kita tuju. Lalu esok subuh kita akan Padang juga untuk mengirimkan bantuan tersebut,” tambah Ketua 2.

Gerak cepat GPIB melalui CC dalam membantu warga jemaat yang terdampak amat dirasakan oleh jemaat yang terdampak.
Pdt.Samuel juga menjelaskan, bukan hanya warga jemaat GPIB yang dibantu tetapi warga sekitar gereja turut juga dibantu.
“Seperti di Sibolag ada 60 kepala keluarga yang dibantu dan juga ada 20 kepala keluarga yang merupakan warga di sekitar gereja. Dan juag di jemaat-jemaat lainnya. Inilah bentuk kehdairan kita sebagai GPIB,” tandasnya.
Ketua 2 juga meminta dukungan doa bagi tim-tim yang membantu untuk mengunjungi wilayah-wilayah yang masih sulit terjangkau. “Kami bersama Ketua 1 Pdt.Henry Tamaela yang dibagi dalam dua tim ini mohon dukungan doa bagia seluruh warga GPIB agar gerak cepat GPIB dapat dirasakan membantu yang terdampak,” ujarnya.

Paket-paket bantuan yang didistribusikan berisi bahan makanan, yakni beras 240 karung ukuran 5 kilogram,gula 160 kg, minyak 160 kg, mie instan 160 dus, teh : 160 kotak dan Sarden 480 kaleng. Selain itu peralatan mandi, seperti sabun mandi 160 batang, pasta gigi 80 tube, bedak bayi 10 botol, susu beruang 160 kaleng, sabun cuci piring 160 bungkus, rinso 160 bungkus, wipol lantai 160 bungkus, pembalut 25 pak, pampers bayi 15 pak, biscuit Roma 160 bungkus, crakers Hatari 160 bungkus, minyak kayu putih 80 botol dan masker 80 kotak.
Selain itu obat-obatan juga diberikan antara lain obat batuk 50 buah, obat gatal 50 buah, vitamin 50 boks, obat flu 50 bungkus, paracetamol 50 pak, antasida 50 pak.
Selain itu juga diberikan selimut dan pakain, yakni kaos, daster serta pakain dalam dan pakaian untuk anak-anak.

“Bantuan yang kami salurkan ini CC MUPEL Sumut Aceh ini adalah upaya kepedulian dan meringankan beban yang dialami oleh warga jemaat terdampak Banjir di Sumut Aceh. Bantuan ini berasal dari persembahan kasih jemaat-jemaat GPIB yang dihimpun oleh MS GPIB 22 untuk dibagikan ke 3 wilayah yg terdampak bencana Jatim, Sumbar dan SUA. Harapan kami ke depan masih ada bantuan lainnya yang akan dibagikan ke 8 jemaat yg terdampak bencana di Sumut Aceh, seperti: Kunjungan Kasih, ibadah pemulihan, bantuan kesehatan, bantuan untuk anak anak sekolah bahkan kalau bisa sampai pada renovasi rumah (jika dana mencukupi). Imbauan kami, mari membantu mereka yang tertimpa bencana alam sebagai wujud nyata rasa persaudaraan sebagai anak anak Tuhan,” ujar Pdt.Karinda.
Apa yang dilakukan oleh CC GPIB dalam membantu dengan cepat yang terdampak merupakan arahan langsung dari Sekretaris umum MS GPIB Pdt.Ebser Lalenoh.
“Kita GPIB gerak cepat, seperti Yesus peduli untuk mengasihi semua orang, menolong orang yang berbeban berat, mengalami penderitaan dalam hidup ini supaya mereka merasa pertolongan Tuhan datang melalui GerejaNya, GPIB. Untuk itu warga GPIB selalu peduli, berada di garda terdepan dan tidak akan kendor dalam menyalurkan bantuan kasih bagi semua orang di mana pun bencana itu terjadi. Maju terus GPIB dari Majelis Sinode sampai jemaat2 GPIB semua bersatu hati peduli menyalurkan bantuan kasih bagi korban bencana. GPIB selalu ada untuk mereka yang menderita,” ujar Sekum GPIB Pdt.Ebser Lalenoh kepada redaksi. (lip)
Chat Pendengar 0
Halaman Radio