Langsung ke konten
Logo GPIB GPIB Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

Berita Terbaru

Ketuk foto untuk membaca
  1. Berita Radio – Minggu, 25…
  2. Berbagai Kasih, Menghadirkan Harapan
  3. Rayakan Dies Natalis ke-28, STIKES…
  4. Wakapolda Sumsel Kunjungi…
  5. GPIB Keluarkan Sikap Resmi Soal…
  6. Di Tengah Dinamika GPIB, Tuhan…
  7. GPIB Hadirkan Tiga Rumah Oksigen…
  8. Lansia Ceria, Lansia Bertemu Tiap…
  9. Menjemaatkan Dokumen Keesaan…
  10. Lansia Harus Tetap Sehat dan…
  11. Morning Call GPIB | Monday,…
  12. Lomba FASHION SHOW | BAZAR…
Sinode

PST 2020 Bogor Usai, Siap Sambut Pelaksanaan PS Di Surabaya

Persidangan Sinode Tahunan 2020 GPIB berakhir. Kegiatan yang berlangsung dari 26 – 29 Februari 2020 di Hotel Aston […]

Ketua Majelis Sinode GPIB Pdt Drs Paulus Kariso Rumambi M.Si menyalami Ketua MPR Bambang Soesatyo saat menghadiri acara PST 2020 GPIB di Hotel Aston Bogor

Persidangan Sinode Tahunan 2020 GPIB berakhir.
Kegiatan yang berlangsung dari 26 – 29 Februari 2020 di Hotel Aston Bogor yang
dibuka oleh
Ketua
MPR-RI Bambang
Soesatyo
berakhir dengan cukup banyak keputusan yang
diambil.

Ketua V Majelis Sinode GPIB Pnt Mangara Pangaribuan berbincang dengan Walikota Bogor Arya Bima

“Sudah sepatutnyalah kita menaikkan syukur kepada Yesus Kristus, Sang Kepala Gereja, Tuhan dan Juruselamat serta Gembala yang baki atas kasih setia-Nya yang besar. Oleh karena anugereh-Nya kita kembali memperoleh kesempatan untuk melaksanakan Persidangan Sinode Tahunan GPIB di tahun 2020 ini dalam rangka evaluasi program kerja dan anggaran 2019-2020 dan penyusunan Program Kerja dan Anggaran 2020-2021 serta hal-hal mendesak,” kata Ketua Majelis Sinode GPIB Pdt Drs Paulus Kariso Rumambi M.Si.

Saat membuka acara, Ketua MPR-RI Bambang Soesatyo menyatakan sikapnya menentang sikap-sikap masyarakat yang intoleransi.  Dikatakan bahwa semua warga Indonesia mempunyai hak yang sama dalam menjalankan ibadahnya.

Narasumber Prof. Pdt. John Titaley, Th.D saat berbicara
dalam forum PST ini mengatakan, intoleransi biasanya terjadi akibat kebijakan
dan tindakan politik dalam suatu kehidupan bersama baik secara struktural
maupun secara sosial, maka mencermati kehidupan kehidupan politik dan sosial adalah
penting untuk berteologi. Karena itu orang tidak bisa berteologi tanpa
memperhatikan kenyataan politik.

“Masalahnya menurut hemat saya tidaklah lain dari
kemanusiaan kita sebagai bangsa yang tidak pernah bisa diperlakukan secara
setara oleh sesama kita. Ada persoalan pembangunan rumah ibadat, perlakuan
karena agama atau keyakinan yang dianut sekelompok orang tertentu tidak sesuai
dengan pemahaman satu kelompok tertentu, keinginan untuk mendirikan Negara yang
berbeda dengan yang sudah disepakati bersama dan sudah tentu persoalan
kemiskinan serta masalah sosial, lingkungan hidup, dan lain-lainnya,” tutur
Titaley.

“Kalau boleh saya simpulkan, masalah utama adalah adanya
ketidaksetaraan kemanusiaan warga bangsa ini. Masalah ini bersumber dari rasa superior
manusia tertentu karena eksklusivisme agama, dalam arti agamanya sendiri yang
benar sedangkan yang lainnya tidak.”

“Dalam situasi seperti ini, kita berharap bahwa Pemerintah
harus tegas dalam tugas dan tanggungjawab konstitusionalnya. Sementara itu,
pemerintah sendiri juga berharap agar dalam rangka melakukan tugas
konstitusionalnya, pemerintah juga membutuhkan dukungan masyarakat, juga dari
gereja. Kalau tidak ada dasar teologinya, maka Gereja itu adalah suatu
organisasi sosial biasa lainnya. Gereja harus melakukannya berdasarkan suatu
dasar teologis karena itulah hakikat Gereja.”

“Dalam kerangka itu, maka dasar teologi bagi Gereja di Indonesia
adalah tidak bisa lain dari pada mengimani kemerdekaan bangsa ini tahun 1945
sebagai perwujudan dari iman Kristiani di Indonesia. Mengapa demikian? Kita
semua tahu bahwa rencana kemerdekaan kita, terdiri dari Rancangan Pernyataan
Indonesia Merdeka dan Rancangan Undang-Undang dasar, keduanya tidak
menghasilkan rancangan kemanusiaan bangsa Indonesia yang setara.”

Walikota Bogor Arya Bima dalam persidangan akbar ini menyatakan rasa syukurnya bisa menghadiri kegiatan PST 2020 di Kota Bogor ini.

PST 2020 di Bogor ini ditangani oleh Mupel Jabar 2 yang diketuai Pdt Sonya Medyarto-Sitaniapessy S.Th, M.Min. Menurut KMJ Pancaran Kasih ini, Panitia bekerja berdasarkan Surat Keputusan Majelis Sinode GPIB No. 4013/V-19/MS-XX/Kpts. Acara PST ditutup dalam ibadah yang dipimpin oleh Pastor Paskalis Bruno Syukur.

Persidangan Sinode Tahunan 2020 GPIB boleh berakhir namun kerja tidak akan pernah usai. Sejumlah pekerjaan masih menunggu dan harus dilaksanakan antara lain Persidangan Sinode (PS) di Surabaya dengan tuan dan nyonya rumah Mupel Jatim. PS di Kota Pahlawan ini nantinya akan memilih Fungsionaris Majelis Sinode dan menetapkan Program Kerja selama lima tahun.

/fsp

Bagikan