GPIB Mupel Banten Gelar Diklat Fasilitator Gereja Tangguh Bencana
GPIB, Banten – BErbagai risiko bencana bisa saj aterjadi di manapin, termasuk di wilayah Banteng. Untuk menjawab dan sekaligus menjaga kesiapsiagaan kerentanan…
Menteri Fadli Zon Dukung Kerjasama dengan GPIB untuk Revitalisasi Gereja-gereja Berusia 100 tahun
GPIB, Jakarta – Ukiran wajah tentara Portugis (yang mengenakan helm perang kuno) pada ujung bangku kayu panjang di Gereja Sion (Portugeesche Buitenkerk)…
Harapan ke Vikaris yang Ditahbiskan: Jadilah Kreatif Berpelayanan
GPIB, Jakarta – Rangkaian pentahbisan vikaris menjadi pelayan firman dan sakramen di GPIB dilakukan secara maraton sejak akhir September 2026 hingga Januari…
Refleksi dan Doa Lintas Iman: Berharap Pemerintah Bertindak Lebih Luas
GPIB, Jakarta – Satu persatu perwakilan agama menaikan doa-doanya. Diawali agama Islam dan ditutup oleh seorang pendeta Kristen Protestan. Doa-doa itu berisi…
Tokoh Lintas Agama Serta Masyarakat Sipil Gelar Doa Bersama bagi Pemulihan Bangsa dan Kelestarian Lingkungan
GPIB – Sejumlah tokoh lintas agama, organisasi keagamaan, dan koalisi masyarakat sipil menggelar gerakan moral bertajuk “Suara Keprihatinan dan Doa Pemulihan Bangsa”…
GPIB, Jakarta – Guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dalam memanfaatkan tekonologi digital secara efektif dan produksi Komisi Pelayanan dan Kesaksian (Pelkes)…
Sebagai bagian dari persekutuan, pelayanan dan kesaksian GPIB, marilah kita mengambil bagian melalui persembahan syukur dengan hati yang tulus dan penuh sukacita.…
PKLU GPIB Rayakan 15 Tahun Pelayanan: Ibadah, Penghargaan, dan Sukacita dalam Persekutuan
Denpasar, 12 Oktober 2025 – Persekutuan Kaum Lanjut Usia (PKLU) GPIB merayakan Hari Ulang Tahun ke-15 dengan penuh […]
brurce_admin4 menit baca
Denpasar, 12 Oktober 2025 – Persekutuan Kaum Lanjut Usia (PKLU) GPIB merayakan Hari Ulang Tahun ke-15 dengan penuh sukacita melalui Ibadah Hari Minggu dan Syukur HUT PKLU yang dirangkaikan dengan Perjamuan Kudus, bertempat di Sunset Road Convention Centre, Bali. Ibadah yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai wilayah pelayanan GPIB ini berlangsung penuh sukacita, diwarnai paduan pujian, tarian khas Bali, dan suasana kekeluargaan yang hangat.
Pelayan Firman dalam ibadah ini adalah Pdt. Elly D. Pitoy – de Bell, Sekretaris Umum Majelis Sinode XXI GPIB, yang membawakan khotbah berdasarkan Pengkhotbah 4:7–16. Melalui renungannya, Pdt. Elly menegaskan pentingnya kebersamaan dan relasi antarwarga lansia dalam iman sebagai kekuatan menghadapi kehidupan di usia senja.
“Bapak, Ibu, Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, kita tidak dihadirkan untuk sendiri, tetapi lahir dalam komunitas yang disebut makhluk sosial. Relasi dan komunitas itu menjadi satu kualitas hidup,” ujar Pdt. Elly dalam khotbahnya.
Beliau juga menekankan bahwa pengalaman masa lalu para lansia adalah “kekayaan yang bernilai tinggi” yang perlu dibagikan kepada generasi penerus.
“Masa lalu tetap menjadi sesuatu yang baik. Belajarlah dari masa lalu, hiduplah di masa kini, dan bentuklah masa depan. Learn from the past, live in the present, and shape the future,” tegasnya.
Ibadah yang berlangsung khidmat dan penuh warna ini turut dimeriahkan oleh kesaksian pujian dari Franky Sihombing yang membawakan medley lagu rohani pop kontemporer. Selain itu, suasana ibadah juga semakin meriah dengan adanya tarian Barong dan tarian khas Bali saat pembukaan serta pengantaran persembahan.
Apresiasi untuk Pencipta Mars PKLU: “Kaum Lansia Teruskanlah Baktimu”
Usai ibadah dan perjamuan kudus, acara dilanjutkan dengan Perayaan HUT ke-15 PKLU GPIB yang ditandai dengan pemberian penghargaan khusus dari Dewan PKLU GPIB kepada dua sosok yang berjasa dalam lahirnya Mars PKLU GPIB berjudul “Kaum Lansia Teruskanlah Baktimu”, yaitu almarhum Johannes Bambang Indro Yudo Basuki (pencipta lagu) dan Godlief (Otis) Sumokil (penulis syair dan penyusun aransemen).
Ketua Umum Majelis Sinode XXI Pdt. Paulus Kariso Rumambi memberikan penghargaan oleh Dewan PKLU GPIB kepada Godlief (Otis) Sumokil & Johannes Bambang Indro Yudo Basuki
Dalam sambutannya, Godlief Sumokil menceritakan kisah menyentuh di balik proses penciptaan lagu Mars tersebut.
“Mars PKLU ini lahir dari hati seorang pelayan Tuhan yang setia, bukan dari seorang profesional musik. Pak Bambang menciptakannya dengan kerinduan agar kaum lansia tetap semangat melayani Tuhan. Saya hanya menyempurnakan dan mengaransemen lagu itu supaya bisa menjadi berkat bukan hanya bagi GPIB, tetapi juga bagi gereja-gereja lain,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keputusan menjadikan lagu ini sebagai Mars PKLU adalah wujud doa yang terjawab.
“Saya yakin ini jalan Tuhan. Lagu Pak Bambang akhirnya menjadi Mars PKLU, karya yang sederhana tapi penuh makna rohani,” ujarnya penuh haru.
Penghargaan untuk almarhum Johannes Bambang diterima oleh putri bungsunya, Ruth Indriana Tri Kuryawati (Ibu Ana), yang tampil dengan pernyataan emosional mewakili keluarga.
“Berkumpul di sini bersama Opa Oma membuat saya teringat kepada Papi dan Mami. Meski meneteskan air mata, saya bersyukur karena kerinduan Papi agar PKLU memiliki Mars akhirnya terwujud,” tutur Ana. “Kami berterima kasih kepada Dewan PKLU GPIB dan Bapak Otis Sumokil yang telah mewujudkan impian Papi. Kami yakin Papi kini melihat acara ini dari surga. Papi, kami bangga padamu,” lanjutnya disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.
Acara kemudian dilanjutkan dengan nyanyian bakal Mars PKLU “Kaum Lansia Teruskanlah Baktimu” yang dinyanyikan dengan penuh semangat oleh Paduan Suara PKLU GPIB MUPEL BALI-NTB sebagai ungkapan iman dan dedikasi kaum lanjut usia GPIB untuk terus melayani Tuhan dengan hati yang gembira.
Tiup Lilin HUT Bersama
Puncak perayaan ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun dan tiup lilin bersama, dipimpin oleh Ketua Umum Majelis Sinode XXI GPIB, Pdt. Paulus K. Rumambi, bersama dr. Tommy Halauwet, Ketua Dewan PKLU GPIB. Momen penuh sukacita ini menjadi simbol rasa syukur atas penyertaan Tuhan selama 15 tahun perjalanan PKLU GPIB.