JAKARTA – Ketua Umum Fungsionaris Majelis Sinode (FMS) Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Pendeta Nitis Putrasana Harsono MTh mengatakan, GPIB adalah tempat dan rumah bagi semua warganya untuk menghadirkan kasih dan setia Allah.
Hal itu disampaikan Pendeta Nitis dalam khotbahnya pada Pembukaan Persidangan Sinode Tahunan (PST) GPIB 2026 di Hotel Menara Peninsula, Jakarta, Rabu (11/2/2026). Pertemuan tahunan itu dihadiri utusan dari 356 jemaat GPIB di 26 provinsi.
“Dalam rangka menghadirkan kasih dan setia Allah, GPIB menjadi tempat dan rumah bagi semua warganya; dibekali, diperlengkapi, dibina dan diajar terus-menerus. Dan, diajarkan untuk mengungkapkan kenyataan keprihatinan Yesus, Sang Kepala Gereja. Keprihatinan kepada dunia di sekitar kita,” kata Pendeta Nitis.
Ia mengatakan, GPIB sebagai rumah dan tempat bagi komunitas orang percaya, harus menjadi berkat bagi sesama.
“Tapi, tidak cukup sampai di situ harapannya. Tidak cukup hanya masuk dan berpikir ke dalam melulu,” kata dia.
Disebutkan, warga GPIB harus konsisten menjalankan misinya, yaitu menyampaikan kepada dunia tentang kasih setia Tuhan. Sebab, arahan itu akan diwujudkan dalam melaksanakan misi GPIB.
“Jelas, ini yang kita persiapkan mulai hari ini hingga 20 tahun ke depan GPIB. Memang, GPIB menjadi rumah, tempat bagi komunitas orang percaya. Tapi tidak cukup sampai di situ harapannya. Tidak cukup hanya masuk dan berpikir ke dalam melulu,” jelas dia.
Pendeta Nitis dalam khotbahnya secara khusus mengajak seluruh elemen GPIB untuk memerankan setiap insan warganya, dari semua kategori untuk melakukan misi Gereja sesuai kecakapan, talenta atau karunia yang diberikan Tuhan. Warga GPIB diharapkan mampu menghadirkan pemulihan bagi lingkungan, pemulihan untuk berbagai upaya sehingga kehidupan dapat berlanjut.
“Inilah harapan dihidupkannya lagi secara nyata bahwa kasih dan setia Allah bukan hanya terus kita cari untuk saya rasakan, kita saya rasakan, dan berdiam pada diri kita. Itu bukan gereja karena gereja harus menjadi berarti di dalam dunia, di mana dia hadir, baik secara kelembagaan maupun secara insani dari setiap orang,” jelas Pendeta Nitis. (novy)

