GPIB, Jakarta – Berpulangnya Pendeta Emeritus O. E. C. Wuwungan, DTh tak hanya kehilangan bagi warga GPIB tapi juga bagi Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).
Sekretaris Umum LAI Dr.Sigit Triyono kepada redkasi menyampaikan belasungkawanya dan menyebut bahwa almarhum adalah tokoh istimewa bagi Lembaga Alkitab Indonesia dan bagi umat Kristiani di Indonesia.
“Betapa tidak, pertama, beliau adalah tokoh yang masuk dalam Tim Penerjemahan Alkitab Bahasa Indonesia yang diterbitkan LAI tahun 1974 yang dikenal Alkitab Terjemahan Baru 1974 (TB 1974). Lalu terjemahan ini digunakan oleh umat Kristiani di Indonesia apapun denominasi atau konfesinya. Sebagai Alkitab ekumenis Indonesia yang sudah dipergunakan umat Kristiani selama hampir 50 tahun,” kata Sigit saat dihubungi di Jakarta, Selasa (27/1).
Sekum Sigit menambahkan, almarhum juga masih berkarya sebagai anggota tim revisi. “Beliau juga adalah anggota Tim pemutakhiran (revision) Terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia yang hasilnya telah diterbitkan pada 2023 dengan nama Alkitab Terjemahan Baru edisi ke-dua (Alkitab TB-2). Setidaknya selama 60 tahun dari perjalanan hidup 91 tahun, beliau abdikan dalam arak-arakan layanan Alkitab di negeri ini.”
Pelayanan almarhum Pdt.Em Wuwungan di LAI dimulai menjadi anggota Komisi Penerjemahan LAI yang kemudian menjadi Sekretaris Penerjemahan. Lalu aktif kembali di Agustus 2005 sebagai anggota Tim Revisi Perjanjian Lama Terjemahan Baru LAI.
“Beliau telah mengakhiri pertandingan dengan kemenangan yang gilang gemilang. Selamat beristirahat dalam damai bersama Sang Sumber Kehidupan dan Kasih. Semangat, dedikasi dan komitmen dalam pelayanan Alkitab menjadi teladan yang akan kami lanjutkan,” tutur Sigit.(lip)

