JAKARTA, GPIB.or.id – Ketua Umum Majelis Sinode Pdt.Nitis Harsono memimpin Doa Bersama bagi yang terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Lumajang, Jawa Timur lewat zoom pada Jumat (28/11) pukul 21.00 WIB.
Doa Bersama yang dihadiri 270 peserta zoom yang terdiri dari sejumlah pendeta, penatua dan warga jemaat dari seluruh GPIB disampaikan pula kondisi terkini dari wilayah-wilayah terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Lumajang, Jawa Timur.
Pdt.Nitis dalam renungannya menyampaikan bahwa kita sebagai gereja wajib melayani Kristus di bencana. “Kristus juga hadir di daerah-daerah bencana, untuk itu kita juga harus melayani mereka yang terdampak yang juga ada warga jemaat GPIB. Mari kita sehati dalam doa dan karya nyata,” kata Pdt.Nitis.
Dalam kegiatan itu disampaikan pula kondisi sejumlah daerah yang masih terisolasi akibat banjir dan longsor. Seperti di wilayah Sibolga, Tarutung, Pangkalan Berandan, di Kota Medan, di wilayah Aceh, Kota Padang dan kondisi pasca erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur.
“Mupel SUA (Sumatera Utara, Aceh), esok (Sabtu/29/11) akan mendatang sejumlah daerah yang bisa ditembus untuk memberikan bantuan,” kata Ketua II Pdt.Semuel Karinda.
Pdt.Semual menambahkan kebutuhan bahan bantuan yang diperlukan antara lain bahan pokok, selimut dan obat-obatan untuk mereka yang terdampak.
Sementara itu Ketua I Pdt.Henry Tamaela menambahkan MS telah mengirim bantuan dana taktis untuk wilayah-wilayah yang terdampak.
“MS secara cepat telah bertindak untuk berkoordinasi dengan mupel-mupel yang terdampak dengan memberikan dana taktis sebsar 100 juta rupaih, yakni untuk Mupel Sumut Aceh 50 juta, Mupel Saribu 25 juta dan Mupel Jatim 25 juta. Sehingga dana ini dapat digunakan untuk keperluan mereka yang terdampak,” kata Pdt.Henry.
Acara Doa Bersama lewat zoom selain diisi dengan puji-pujian, renungan dan juga laporan situasi terkini ditutup dengan doa berkat oleh Pdt.Nitis.(lip)

