GPIB, JAKARTA – Suasana penuh kasih persaudaraan dan akrab mewarnai kegiatan bakti sosial (Baksos) Penyuluhan, Pemeriksaan, dan Pengobatan Gratis di GPIB Jemaat “Siloam” Jakarta Barat, pada Sabtu (13/6/2026).
Pada kegiatan bertema “Siloam Berkarya,” dilayani sekitar 200 orang, yang merupakan masyarakat yang bermukim di sekitar Gereja dan jemaat. Mereka melakukan pemeriksaan darah dan konsultasi kesehatan dengan para dokter, yang terdiri atas dokter Yandofa Rehatta, dokter Yani Damayanti, drg Christine Nikijuluw Sapari, dan drg Monica Purba Panjaitan.
Hadir pada kesempatan itu, Ketua I Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) Penatua Yeri Laiskodat, Ketua III PHMJ Penatua Josica Maitimu, Sekretaris PHMJ Penatua Harsini Hariwibowo, Bendahara PHMJ Penatua Untung Lily Suhanta, Ketua Pelkat PKB Bapak Arief Budianto, dan Ketua Pelkat PKP Ibu Rosida Laiskodat Pandia.
Selain itu, Koordinator Sektor (Korsek) Pelayanan I Penatua Lamria Padang, Wakorsek Pelayanan I Penatua Ristioma Siagian, dan Korsek II Diaken Stailer Muntuan.
Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Jemaat “Siloam” Jakarta Barat, Pendeta Nancy Nisahpih Rehatta menyatakan, penyuluhan dan pengobatan gratis merupakan wujud nyata kasih kepada sesama.
“Pelayanan gereja tidak hanya menyentuh kebutuhan rohani, tetapi juga memperhatikan kebutuhan jasmani dan sosial masyarakat,” jelas dia.
Menurut Pendeta Nancy, penyuluhan dan pengobatan gratis merupakan bentuk pelayanan yang mencerminkan kasih Kristus dalam tindakan nyata.
“Ketika kita membantu masyarakat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan dan akses pada pengobatan, kita sedang menghadirkan kepedulian Allah di tengah masyarakat. Gereja dipanggil bukan hanya untuk memberitakan firman, tetapi juga menjadi saluran berkat melalui pelayanan yang menjawab kebutuhan sesame,” kata dia.

Perkuat Kebersamaan
Sementara itu, Ibu Minda Mora Susanto Sitorus mengungkapkan, kolaborasi antara gereja, tenaga medis, dan masyarakat menjadi kesaksian tentang pentingnya semangat gotong royong, kasih, dan persaudaraan.
“Saya senang mendapat tugas untuk membagikan obat-obatan. Bangga dan bahagia,” kata Ibu Minda.
Dikatakan, suasana persaudaraan begitu kental, di mana warga yang tinggal di sekitar Gereja dan jemaat saling menyapa dengan ramah serta saling menghargai perbedaan.
“Suasana persaudaraan yang akrab makin memperkuat kebersamaan dan menumbuhkan rasa saling percaya satu sama lain,” jelas Ibu Minda.
Hal senada juga diungkapkan Ibu Sri Harjuni Purba. Ia mengaku gembira ditugaskan untuk mengurus pendaftaran bersama Ibu Inne Kairupan dan Ibu Tiominar Simbolon.
“Kami dengan sukacita mendaftarkan masyarakat dan warga gereja yang mengikuti Penyuluhan, Pemeriksaan, dan Pengobatan Gratis di GPIB Jemaat Siloam Jakarta Barat,” jelas Ibu Sri Harjuni.
Menurut Ibu Sri Harjuni, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran hidup sehat dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Kuota yang tersedia memang terbatas, tetapi kegiatan ini menjadi sarana untuk mengajarkan kepada setiap orang agar menjaga kesehatan diri dan keluarga. Sehat bersama, hidup lebih berkualitas,” jelas dia.
Sementara itu, dokter Yandofa Rehatta mengaku senang dapat memberikan pelayanan Kesehatan kepada masyarakat sekitar Gereja dan jemaat.
Dokter Yandofa berharap kegiatan ini dapat diselenggarakan secara berkala sehingga makin banyak masyarakat yang terjangkau kegiatan pelayanan ini. (novy)
