GPIB Indonesia
  • Media GPIB
  • Tentang GPIB
    • TENTANG GPIB
    • Visi dan Misi
    • Pemahaman Iman
    • Majelis Sinode GPIB
    • Presbiterial Sinodal
    • PKUPPG
  • DIREKTORI
    • Departemen
    • Gereja
    • Pendeta
    • Yayasan
      • YAPENDIK
      • YAYASAN DIAKONIA
      • YAYASAN KESEHATAN
  • Berita & Artikel
    • SINODE
    • Kegiatan
      • M I S I O N E R
      • D I A K O N I A
    • Kegiatan PELKAT
      • PELKAT PA
      • PELKAT PT
      • PELKAT GP
      • PELKAT PKP
      • PELKAT PKB
      • PELKAT LANSIA
    • P E R S P E K T I F
      • I N S P I R A S I
      • Sosok
  • Sabda Digital
  • Hubungi Kami

GPIB Indonesia

  • Media GPIB
  • Tentang GPIB
    • TENTANG GPIB
    • Visi dan Misi
    • Pemahaman Iman
    • Majelis Sinode GPIB
    • Presbiterial Sinodal
    • PKUPPG
  • DIREKTORI
    • Departemen
    • Gereja
    • Pendeta
    • Yayasan
      • YAPENDIK
      • YAYASAN DIAKONIA
      • YAYASAN KESEHATAN
  • Berita & Artikel
    • SINODE
    • Kegiatan
      • M I S I O N E R
      • D I A K O N I A
    • Kegiatan PELKAT
      • PELKAT PA
      • PELKAT PT
      • PELKAT GP
      • PELKAT PKP
      • PELKAT PKB
      • PELKAT LANSIA
    • P E R S P E K T I F
      • I N S P I R A S I
      • Sosok
  • Sabda Digital
  • Hubungi Kami
SINODE

Warga Lansia Suku Dayak Kenyah Dapat Bantuan Sembako

April 28, 2020

GPIB, Jakarta – Pagi itu tim Satgas Covid-19 GPIB Immanuel Samarinda sudah beberes. Tim kecil ini siap-siap untuk berkunjung ke Pos Pelkes Puun Udip, Berambai, Kutai Kartanegara yang berjarak kurang lebih 80 kilo dari Kota Samarinda. Puun Udip berarti Sumber Hidup. Mengapa disebut Puun Udip, karena di pos itu ada sejumlah warga yang memang masih bertahan untuk hidup hingga kini.

Diaken Roy Lolong bercerita, butuh waktu 3 jam sampai di pos itu dan ada sekira 31 kepala keluarga tinggal di sana, namun yang bertahan hanya sekitar 12 kepala keluarga. Tidak heran kata Roy, banyak rumah-rumah yang dibiarkan kosong di pos tersebut.

“Kebanyakan lansia dan janda-janda yang tinggal di pos itu. Karena keluarga-keluarga muda tinggal di dekat jalan Poros Berambai Kukar – Samarinda. Karena di pos itu belum masuk listrik sehingga keluarga muda yang punya anak memilih tinggal dekat jalan poros itu yang sudah ada aliran lsitriknya.”

Roy Lolong menambahkan, semua warga yang tinggal di pos itu adalah suku Dayak Kenyah. Data tentang Suku Kenyah adalah suku Dayak yang termasuk rumpun Kenyah-Kayan-Bahau yang berasal dari dataran tinggi Usun Apau, daerah Baram, Sarawak, Malaysia. Dulu sekali nenek moyang suku Kenyah memasuki Kabupaten Malinau, Kalimantan Timur melalui Sungai Iwan di Sarawak, lalu terpecah dua, sebagian menuju daerah Apau Kayan yang sebelumnya ditempati suku Kayan dan sebagian yang lainnya menuju daerah Bahau. Pergerakan suku ini menuju ke hilir hingga ke daerah Mahakam dan sebagian menetap di Kampung Pampang, Samarinda Utara, Samarinda. Sebagian lagi tinggal di Tanjung Palas. Suku Kenyah merupakan 2,4% penduduk Kutai Barat.

“Kami membagikan paket sembako ke 12 kepala keluarga, berisi beras 5 kilo, telur 30 butir, gula 1 kilo dan minyak goreng 1 liter. Karena lansia dan kebanyakan janda, jadi kami perkirakan bantuan itu cukup untuk mereka selama 20-30 hari,” ujar Roy.

Kampung Puun Udip, Berambai, Kukar.

Ia juga menambahkan Suku Kenyah adalah salah satu suku di Kalimantan Timur yang punya keistimewaan. “Mereka setia pada tanah yang mereka tempati. Jadi meski kondisi di pos tersebut berdekatan dengan tambang batubara dan ada sungai kecil yang sudah kering, mereka tetap di sana. Mereka setia dengan tanah yang mereka tempati apapun kondisinya,” tutur Roy.

Pos Pelkes Puun Udip adalah salah satu dari 4 pos pelkes GPIB Jemaat Immanuel Samarinda. Pdt. Irene Karniku Tanamal melayani di pos itu dan 3 pos lainnya. “Ibadah dari gereja induk diadakan setiap minggu ke dua tiap bulannya. Kalau ibadah tiap minggu dilayani oleh warga atau presbiter yang ada di pos tersebut,” kata Dkn. Roy.

Bantuan yang diberikan oleh satgas menurut Roy, untuk membantu warga khususnya lansia yang kebanyakan hanya di rumah. “Tahap kedua nanti kami akan membawa vitamin dan hand sanitizer untuk mereka.”

“Saya selalu terharu jika berkunjung ke sana. Ada Oma bernama Peluing yang senang jika kami berkunjung. Semua lansia perempuan di sini selalu dipanggil dengan awalan ‘Pe’ yang berarti nenek,” kata Roy sambil menyebut nama-nama di foto yang berdiri bersamanya. “Sebelah kiri ujung (celana merah) Pelingkin, lalu Paren, sebelahnya Peluing dan Pesinan. Mereka sehat-sehat semua dan mengucapkan terima kasih atas bantuan yan diberikan.” (lip)

Warga Lansia Suku Dayak Kenyah Dapat Bantuan Sembako was last modified: August 9th, 2024 by GPIB

Tinggalkan Komentar / Pesan Anda disini

0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Safari Pelkes 2019 Jambi Jangkau Empat Pospel, “Morning Call” Menyemangati

Ketum MS GPIB : Kebangkitan Kristus Memperkuat Spiritual dan Solideritas Sesama

Tata Ibadah Natal 2016 & Tahun Baru 2017

Duta Besar Belanda Lambert Grijns, Bernostalgia Di Zebaoth Bogor

Pendeta itu Profesi atau bukan?

GPIB Peduli Sesama: Dari Papua, Maluku Hingga Batu Malang

47 Hari Diisolasi Demi Lepas dari Corona

Pasien Sembuh Jadi 29 Orang, Lima Orang GPIB Cipeucang Negatif Covid-19

Undangan GP GPIB Sport & Choir (GGSC)

Perayaan HUT Ke-25 Yayasan Diakonia GPIB Sederhana

Kategori Artikel

  • Featured
    • Slide
  • PELKES
  • PELEMBAGAAN
  • STIKES
    • YAYASAN
  • INFO VIKARIS
  • DIAKONIA
  • SINODE
    • PSR XXII
    • Pesan-Pesan
    • Agenda
  • Kegiatan
    • Misioner
      • GERMASA
    • DIAKONIA
  • Kegiatan PELKAT
    • PELKAT PA
    • PLEKAT LANSIA
    • PELKAT PT
    • PELKAT GP
    • PELKAT PKB
  • Perspektif
    • Arcus
    • Sosok

Majalah Arcus

Hubungi Kami

Majelis Sinode GPIB
Jl. Merdeka Timur. No.10
Gambir, Kota Jakarta Pusat
Jakarta, Indonesia
P: (021) 384 2895
P: (021) 384 9917
F: (021) 385 9250
E: admin@gpib.or.id

Direktori

  • Yayasan
  • Pendeta
  • Departemen
  • Musyawarah Pelayanan
  • Facebook
  • Email

@2016 - Majelis Sinode GPIB.