Surabaya – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Griya Husada GPIB Surabaya merayakan Dies Natalis ke-27 sekaligus menggelar Wisuda ke-25 Program Studi Diploma III Kebidanan pada 23–24 September 2025. Acara ini menjadi momentum syukur atas perjalanan panjang lembaga pendidikan kesehatan yang telah melahirkan hampir dua ribu tenaga bidan profesional.

Ketua STIKES Griya Husada, Drs. Melkisedek Puimera, M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa perayaan Dies Natalis bukan hanya seremonial, tetapi juga refleksi atas kasih setia Tuhan dan evaluasi perjalanan institusi. Ia menyoroti perlunya percepatan pengembangan sumber daya manusia dan program studi, mengingat D3 Kebidanan akan mengalami moratorium pada 2028. Tahun depan, STIKES akan meluluskan sarjana strata 1 untuk pertama kalinya.

“Jika belum bisa berlari, paling tidak kita harus berjalan cepat,” ujarnya. Ia menambahkan, beberapa dosen tengah menempuh pendidikan strata 2 sebagai upaya memenuhi syarat pendirian program S1 Kebidanan, di samping rekrutmen dosen baru dan persiapan akreditasi Administrasi Rumah Sakit (ARS) pada 2026.

Pada momen wisuda, sebanyak 56 mahasiswa resmi dilantik, menambah total alumni STIKES Griya Husada menjadi 1.945 bidan yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri. Ketua STIKES menegaskan bahwa wisuda bukan akhir, melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat. “Jangan hanya menjadi orang yang berhasil, tetapi jadilah orang yang berguna bagi sesama,” pesan Puimera kepada para lulusan.

Majelis Sinode XXI GPIB, yang diwakili oleh Pdt Maureen Suzanne Rumeser-Thomas (Ketua III), dalam sambutannya turut memberikan apresiasi kepada wisudawan/i dan seluruh civitas akademika. Mereka menekankan bahwa profesi kesehatan bukan sekadar tuntutan akademis, melainkan juga panggilan untuk melayani dengan hati penuh kasih. “Wisuda bukan akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian yang lebih luas,” demikian disampaikan.
Kepada pimpinan, tenaga pengajar, serta staf administrasi STIKES Griya Husada, Majelis Sinode juga juga menyampaikan terima kasih dan penghargaannya. Masih dalam sambutannya, Majelis Sinode berharap agar STIKES Griya Husada terus berkembang sebagai pusat pendidikan kesehatan yang unggul, memadukan kecerdasan, keterampilan, dan nilai-nilai spiritual yang memuliakan Allah. Dengan mengutip Matius 5:16, TB2, sebagai dasar langkah ke depan, kiranya para wisudawan juga berpegang pada Firman Tuhan: “Hendaklah terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga”.
Selain fokus pada peningkatan mutu akademik, STIKES Griya Husada juga menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga, antara lain Joy Care (Suatu Yayasan penyalur tenaga kerja khusus ke Jepang), PT Milenium Muda Mandiri (agen penyalur tenaga kerja ke Arab Saudi), Binawan Group (kursus Bahasa Belanda), serta sejumlah rumah sakit di Jawa Timur. Kerja sama ini tidak hanya membuka peluang penempatan tenaga kesehatan di dalam dan luar negeri, tetapi juga memperkuat persiapan akreditasi.

Dengan visi menjadi institusi pendidikan tinggi kesehatan yang unggul dan berkarakter kasih pada tahun 2033, STIKES Griya Husada bertekad melahirkan tenaga kesehatan yang profesional, berdaya saing, dan mampu menjadi berkat bagi masyarakat luas.


