GPIB, Jakarta – Perkenalan lima unit misioner GPIB, yakni Tim Unit Perencanaan Transformasi Strategis GPIB, Unit Kerja Musik GPIB 2025-2030, Tim Kerja Pelestarian Cagar Budaya GPIB, pengurus Yayasan Kesehatan masa bakti 2025-2030 dan pengurus Yayasan Diakonia masa bakti 2025-2030 berjalan dnegan baik dalam ibadah Minggu (8/2) di GPIB Immanuel, Jakarta mulai pukul 18.00 WIB yang dipimpin Ketua Umum Majelis Sinode Pdt.Nitis Putrasana Harsono .
Ketua Umum Majelis Sinode XXII Pdt.Nitis menyampaikan pesan yang didasari bacaan Alkitab Yeremia 32 ayat 1-16, bahwa unit-unit misioner yang diperkenalkan untuk teruslah bekerja.
“Kita dituntut setia, tak hanya baca Alkitab dan berdiam diri, tapi kesetiaan dalam bertindak dan dalam berkarya. Gereja secara kelembagaan dan secara individu terus mengungkapkan kesetiaan itu sekalipun belum tahu hasilnya. Gereja membentuk unit-unit layan gereja, layanan Kristus melalui kesehatan, diakonia, ti kerja pelesatrian budaya di mana telah dikembangkan GPIB Immanuel yang beberapa waktu lalu dibuka oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan unit dalam mengungkap iman dan bermazmur, menaikan madah bakti supaya Allah terus bertahta dalam pujian sehingga ini semua menjadi berkat bagi orang lain.” Sama seperti Yeremia yang terus berkarya, tambah Pdt.Nitis, kita juga terus bergerak meski di dunia yang tidak pasti ini. “Dan kita punya keyakinan, semua karya yang kita lakukan sebagai bakti kita untuk Dia,” ujar Ketum Pdt.Nitis menutup renungannya.
Lima unit misioner dan tim kerja MS GPIB 2025-2030 bekerja berdasar surat keputusan MS yang dibacakan saat ibadah oleh Bendahara I Pnt.Gabby Glaudia Monica Manalu-Sadoek dan mulai bekerja setelah surat itu disampaikan ke masing-masing unit misioner dna tim kerja yang sebelumnya juga dibacakan surat pengakhirna tugas bagi unit misioner yang lama tertanggal 6 Februari 2026.(lip)

