GPIB, Jakarta – Kegiatan Pra-Persidangan Sinode Tahunan (PST) GPIB 2026 di hari kedua, Jumat (6/2) mengangkat topik utama Pokok-pokok Kebijakan Umum Panggilan dan Pengutusan Gereja (PKUPPG) yang dimulai pukul 09.00 -11.00 WIB.
Narasumber yang bicara soal ini adalah Pnt. Iris Tutuarima, Pnt. Bambang Prakoso dan Imel Barus Sibala yang ketigas aktif terlibat dalam perumusan proses perumusan dan pendalaman PKUPPG.
hari kedua kegiatan ini dikhususkan menjadi ruang dialog awal yang strategis dalam rangka menyamakan pemahaman, memperdalam substansi, serta menyerap aspirasi jemaat terkait arah panggilan dan pengutusan GPIB ke depan.
Yang menarik adalah bahwa kegiatan pra PST ini berbeda dibandingkan periode-periode sebelumnya karena PKUPPG tidak lagi disusun berbasis bidang prioritas, melainkan beralih pada program prioritas yang bersifat lintas bidang, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak.
Perbedan itu menegaskan komitmen GPIB untuk memperkuat sinergi antarpelayan dan perangkat gereja,
mendorong kerja bersama lintas fungsi dan memastikan bahwa seluruh gerak pelayanan berjalan dalam satu arah misi yang sama.
PKUPPG dipahami bukan sebagai daftar program, melainkan sebagai peta strategis bersama yang mengajak seluruh unsur gereja untuk berjalan seirama dalam panggilan dan pengutusan Allah.
Ketiga narasumber memaparkan landasan pemikiran, arah strategis, serta implikasi praktis PKUPPG berbasis program prioritas bagi jemaat dan struktur pelayanan GPIB.
Setelah ketiganya memaparkan materi, pesert ayang ikut lewat zoom merespons dengan cukup aktif dengan berbagai pertanyaan kritis, juga memberi masukan konstruktif. Juga menaruh harapan agar PKUPPG benar-benar menjadi milik bersama dan dapat diimplementasikan secara kontekstual di jemaat.
Keaktifan peserta merespons menandakan juga semangat sunhodos—berjalan bersama—sebagai ciri khas kehidupan bergereja GPIB.
Melangkah Bersama ke Depan
Pra-PST membahas PKUPPG sekaligus menjadi penegasan bahwa perubahan bukan dijalani secara individual atau sektoral, melainkan melalui proses belajar bersama, bertumbuh bersama, dan melangkah bersama.
Dengan pendekatan program prioritas, GPIB diharapkan semakin adaptif, relevan, dan berdampak nyata dalam kehidupan jemaat, masyarakat, dan bangsa.(bam/lip)

