Langsung ke konten
Logo GPIB GPIB Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat
Sinode

Presiden Jokowi Di FK PKB PGI Tahun 2019: Tanamkan Kasih Sayang dan Nilai Toleransi pada Keluarga

Presiden Joko Widodo mengajak seluruh pihak, utamanya para kepala keluarga, untuk membangun keluarga yang penuh dengan kasih sayang […]

Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam peresmian pembukaan Konsultasi Nasional XIII FK PKB PGI 2019 di Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Jumat, 6 September 2019. Foto: Setpres

Presiden Joko Widodo mengajak seluruh pihak, utamanya para kepala keluarga, untuk membangun keluarga yang penuh dengan kasih sayang dan bertoleransi dengan sesama. Menurutnya, dengan membangun keluarga tersebut juga berarti merawat negara kesatuan Republik Indonesia.

Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Ketua Umum Majelis Sinode GPIB Pdt Paulus K. Rumambi usai membuka acara FK PKB PGI

Demikian
disampaikan Presiden saat meresmikan pembukaan Konsultasi Nasional XIII Forum
Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (FK PKB PGI)
tahun 2019 yang digelar di Hotel Sunan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada
Jumat, 6 September 2019.

Fungsionaris Majelis Sinode GPIB dan peserta lainnya dalam forum Konsultasi Nasional XIII Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (FK PKB PGI) tahun 2019 yang dibuka Presiden RI, Joko Widodo di Hotel Sunan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Jumat, 6 September 2019.

“Membangun kasih sayang yang dimulai dari sebuah keluarga itu sangat penting dilakukan. Peran seorang bapak, kepala keluarga, menentukan sekali dalam membimbing keluarga kita karena di situ lah forum terkecil, dari forum besar negara, dimulainya kebaikan-kebaikan,” ujarnya.

Kegiatan Konsultasi Nasional FK PKB PGI yang diketuai oleh Olly Dondokambey yang juga merupakan Gubernur Sulawesi Utara tersebut digelar dengan mengangkat subtema “Bapa (Kepala Keluarga) yang Berperan Aktif Menjaga Keutuhan NKRI dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”.

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan bahwa membangun keluarga yang penuh kasih sayang dan bertoleransi dengan sesama merupakan kunci utama untuk menjaga etika dan tata krama dalam pola interaksi global yang berubah seiring dengan kemajuan teknologi informasi.

Interaksi
yang semakin mudah dan disertai dengan arus informasi yang masuk secara deras
memungkinkan nilai-nilai negatif untuk masuk memengaruhi bila tidak disertai
dengan pengawasan dan pengendalian diri yang baik.

Ujaran
kekerasan atau bahkan kebencian yang kini mudah ditemui dalam percakapan di
media sosial misalnya, menjadi satu contoh dari fenomena pola interaksi yang
berubah tersebut. Di sini lah peran keluarga dan kepala keluarga memegang
peranan penting.

“Kalau
ini kita sadari, kita akan berhati-hati dalam bertutur kata, dalam
menginformasikan sesuatu yang masih kita ragukan, menjaga etika, dan menjaga
tata krama. Inilah saya kira pola interaksi yang harus kita bangun
sebaik-baiknya sejak mulai dari keluarga,” kata Presiden.

Selain
itu, sebagai sebuah bangsa yang besar, Indonesia dikaruniai oleh beragam
budaya, bahasa, dan adat istiadat. Kepala Negara berujar, semua perbedaan yang
ada tersebut hendaknya disikapi dengan bijak agar justru menjadi kekuatan besar
bagi bangsa Indonesia. Pemahaman terhadap hal tersebut menurutnya dapat mulai
dibentuk dari tingkat keluarga.

“Keluarga
yang penuh kasih sayang menjadi sebuah kunci. Terbiasa dengan toleransi,
terbiasa dengan membantu saudara-saudara dan tetangga-tetangganya, serta
terbiasa dengan saling memaafkan. Bukan saling mengejek dan menghina,” ucapnya.

Lebih
jauh, Presiden meyakini bahwa kebiasaan saling memaki maupun menghina tersebut
bukanlah budaya asli Indonesia. Sebaliknya, bangsa Indonesia adalah bangsa
dengan budaya yang penuh toleransi dan kebersamaan.

“Kita
tahu semuanya, budaya Indonesia bukan seperti itu. Budaya Indonesia adalah
budaya yang penuh kebersamaan, budaya yang penuh toleransi, budaya yang penuh
kegotongroyongan,” tandasnya.

GPIB terpilih
menjadi tuan rumah penyelengaraan FK PKB
PGI tahun 2019 ini mengusung Tema:
Membangun Masyarakat Sejahtera Demi Kesejahteraan Umat dan Kekuatan Bangsa (bdk
Yeremia 29:7) dan Sub Tema: Bapak Yang Berperan Aktif Menjaga Keutuhan 
NKRI dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat, diharapkan dalam diikuti oleh
semua gereja-gereja dalam naungan PGI.

Hadir dalam
kesempatan itu, jajaran Fungsionaris Majelis Sinode GPIB. Ketua Umum Majelis
Sinode GPIB Pdt Drs Paulus K. Rumambi M.Si mendampingi Presiden RI Jokowi saat
menabuh gong sebagai tanda dibukanya Forum
Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia itu.

Setpres/fsp

Bagikan