Langsung ke konten
Logo GPIB GPIB Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

Berita Terbaru

Ketuk foto untuk membaca
  1. Berita Radio – 7 Oktober…
  2. Di Tengah Dinamika GPIB, Tuhan…
  3. GPIB Hadirkan Tiga Rumah Oksigen…
  4. Lansia Ceria, Lansia Bertemu Tiap…
  5. Menjemaatkan Dokumen Keesaan…
  6. Lansia Harus Tetap Sehat dan…
  7. Tim MS XXII GPIB Periksa…
  8. Semarak HUT ke-78 GPIB dan…
  9. 75 Pendonor Berbagi Kehidupan bagi…
  10. Menembus Batas Pelayanan,…
  11. Morning Call GPIB | Thursday,…
  12. PESAN HUT 81 Thn RI…
Sinode

Pesan MS GPIB Pada HUT GP ke-69: Kita Masih Diperhadapkan Dengan Isu-isu Kebangsaan

Majelis Sinode GPIB meminta Kaum muda sebagai harapan keluarga, masa depan gereja dan agen perubahan dalam kehidupan bermasyarakat, […]

HUT Pelkat Gerakan Pemuda GPIB ke-69 tahun ini dirayakan dengan berbagai acara. GP Zebaoth, Bogor selain melaksanakan ibadah syukur pada Minggu 28/7/2019 juga merayakannya dengan berbagi kasih berkunjung ke Panti Asuhan Maranatha Ciawi.

Majelis Sinode GPIB meminta Kaum muda sebagai harapan keluarga, masa depan gereja dan agen perubahan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara senantiasa memperlengkapi diri dan hadir sebagai pemuda yang misioner.

“Dewasa ini kita masih diperhadapkan dengan tantangan dan persoalan yang begitu kompleks dan mengancam relasi hubungan baik antara pribadi dengan Tuhan, maupun antara pribadi dengan keluarga dan sekitar kita, masalah narkotika, pergaulan bebas dan kesenjangan sosial,” demikian pesan-pesan Majelis Sinode pada HUT ke-69 Pelkat Gerakan Pemuda GPIB tahun 2019.

Aksi bersih pantai oleh Gerakan Pemuda GPIB Syalom Denpasar pada Minggu 7 Juli 2019 merupakan bagian dari acara syukur HUT GP ke-69 tahun 2019 ini.

Disebutkan, isu-isu kebangsaan yang menciderai keharmonisan dan kerukunan hidup bermasyarakat dalam keberagaman identitas diri sebagai contoh yaitu black campaign, hoax,  terorisme, paham radikal, konflik SARA, dan fanatisme pada pilihan politik, serta isu-isu aktual lainnya yang sering terjadi belakangan ini.

Dan masih banyak lagi contoh-contoh isu kekinian
dengan dampak positif juga dampak negatif. Pertanyaan yang menjadi renungan
bersama adalah sebagai umat pilihan Allah yang telah diselamatkanNya, merespon
dinamika, tantangan dan persoalan tersebut?

Merespon dinamika, persoalan dan isu-isu yang
menciderai keharmonisan kehidupan antar umat beragama dan persatuan bangsa
dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia, GPIB harus hadir memancarkan
kasih Kristus yang sejati dalam setiap tindakan dan perbuatan.

“Mari kita bersama bergandengan tangan sebagai
persekutuan keluarga Allah yang menyatu dalam kepelbagaian untuk proaktif di
dalam memberikan dampak positif dan hadir secara nyata menjadi garam dan terang
bagi dunia pada setiap pergumulan dan persoalan yang terjadi di sekitar kita
khususnya dalam konteks berbangsa dan bernegara di tanah air Indonesia.”

Kehadiran sebagai warga jemaat secara umum dan
secara khusus kehadiran kaum muda GPIB sebagai saksi-saksi Kristus di dunia
haruslah memancarkan terangNya yang ajaib dan kasih Kristus yang sejati,
sehingga melalui karya dan layan, misi Allah menjadi nyata bagi Dunia.

Gereja hadir dengan panggilan dan pengutusannya
untuk selalu dapat mengusahakan dan mewujudnyatakan secara konkrit damai
sejahtera yang adalah pemberian Allah.

“Melalui tindakan dan aksi nyata, kita harus mampu
membawa perubahan bagi kesejahteraan umat dan kekuatan bangsa. Dalam upaya
menjadi agen-agen perubahan tentunya profil Pelkat GP GPIB yang DINAMIS dalam
menghadapi perkembangan zaman, kreatif menghasilkan karya yang inovatif dan
bermanfaat bagi banyak orang, berbela rasa terhadap sesama, serta yang terutama
memiliki spiritualitas iman kristiani yang teguh untuk berani mewartakan kabar
sukacita dan keselamatan dari Yesus Kristus serta setia pada ajaran dan
jalanNya.”

“Kesejahteraan umat dan terciptanya kekuatan bangsa
dalam konteks realitas keberadaan GPIB di dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara dengan segala cita-cita, pergumulan serta tantangan hanya akan
terwujud apabila setiap kita berdamai dengan Allah, berdamai dengan diri
sendiri dan berdamai dengan ciptaanNya.”

Tentunya semua itu akan terwujud nyata apabila setiap pribadi memiliki hubungan yang intim dalam spiritulitas iman yang teguh kepada Allah. /fsp/frans

Bagikan