GPIB, Jakarta – Panitia Persidangan Sinode Tahunan (PST) 2026 yang dilakukan Musyawarah Pelayanan (Mupel) Jakarta Pusat, Sabtu (28/3) resmi dibubarkan dan menyetor sisa dana/saldo ke Majelis Sinode 151 juta rupiah dalam acara ibadah syukur pembubaran panitia PST 2026, di halaman gereja GPIB Immanuel, Gambir, Jakarta.
Sekretaris Umum Majelis Sinode (MS) GPIB Pdt.Ebser Lalenoh dalam sambutannya mengatakan, karya Tuhan lewat panitia kerja PST 2026 sungguh luar biasa meski waktu persiapan pelaksanaan yang diberikan mepet.
“Kita bersyukur pada Tuhan lewat karyanya sehingga panitia PST 2026 ini boleh bekerja dengan sangat baik meski waktu yang mereka punya tidak banyak. Dan bersyukur pula dari 12 jemaat yang tergabung di Mupel Jakarta Pusat bekerja dengan baik bahkan ada sisa dana yang diberikan. Dengan ini panitia resmi dibubarkan,” kata Pdt.Ebser.
Dalam laporannya Ketua Panitia Pnt.Adri Manafe menjelaskan, selain dana sisa yang diberikan kepada MS, panitia juga memberikan bantuan langsung kepada STIKES di Surabaya tiga unit desktop untuk digunakan bagi keperluan lembaga tersebut serta masing-masing anggota jemaat di Muepl Jakarta Pusat laptop untuk kepentingan kegiatan pelayanan jemaat.

“Kami bersyukur untuk semua doa dan bantuan dari seluruh jemaat GPIB dalam mendukung kegiatan PST 2026 juga dukungan Majelis Sinode sehingga semua berjalan dengan lancar,” katanya.
Penyerahan sisa dana atau saldo panitia diberikan secara simbolis dan diterim aoleh Bendahara I Pnt.Gaby. Selain panitia yang hadir dalam acara itu, juga dihadiri sejumlah fungsionaris Majelis Sinode GPIB, antara lain, Sekretaris Umum Pdt.Ebser Lalenoh, Ketua I Pdt.Henry Tamaela, Ketua IV Pnt.Wicklief Ferdy Luwy Leunufna, Ketua V Maxi Hayer, Bendahara I Pnt. Gabby Glaudia Monica Manalu-Sadoek dan anggota BPPG Pnt.Rico Sihombing.
Acara pembubaran panitia diawali dengan ibadah yang dipimpin Pdt.Riben Persang yang juga kala itu menjabat sebagai Ketua MUpel Jakarta Pusat. Pdt.Persang juga menyampaikan rasa syukur dengan kondisi keuangan yang awalnya belum terkupul semua untuk menutupi kebutuhan pst.
“Kami bersyukur pada Tuhan, karena Dia yang mencukupkan semua di hari-hari terakhir sebelum kegiatan. Dan ini karya Allah bagi kita sebagai warga gereja,” terangnya.(lip)

