Sibolga, 6 Juni 2026 – Memasuki hari kedua rangkaian Pembukaan Bulan Pelkes GPIB 2026, berbagai kegiatan pelayanan dilaksanakan di Kota Sibolga dengan melibatkan unsur Fungsionaris Majelis Sinode, para peserta Bulan Pelkes, jemaat setempat, serta mitra pelayanan seperti Forkompimda. Kegiatan diawali dengan sarapan bersama di GPIB Siloam Sibolga sebelum peserta bergerak menuju lokasi penanaman pohon.

Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup, sebanyak 200 pohon lindung ditanam secara simbolis di kawasan binaan KPH Sibolga. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi pelayanan yang mengintegrasikan semangat Pelkes dengan Germasa, sekaligus mendukung upaya penghijauan dan pelestarian alam di wilayah setempat.

Konsep Pembukaan Bulan Pelkes tahun ini tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Akan hal ini, Ketua I Majelis Sinode XXII GPIB, Pdt. Henry T. Tamaela menjelaskan bahwa perubahan pendekatan ini merupakan implementasi dari semangat PKUPPG Jangka Panjang III yang menekankan penguatan peran Mupel dalam berbagai kegiatan strategis Sinodal. Oleh karena itu, pelaksanaan Bulan Pelkes tahun 2026 lebih banyak dilaksanakan di masing-masing Mupel sesuai konteks pelayanannya. Menurutnya, kegiatan di Sibolga juga menjadi gambaran nyata semangat kolaborasi antarbidang pelayanan, di mana pelayanan sosial, kesehatan, pelestarian lingkungan, pembinaan warga gereja, hingga refleksi teologis hadir dalam satu rangkaian kegiatan yang saling melengkapi. “Harapan kami, Bulan Pelkes tidak lagi dipandang sebagai kegiatan satu bidang pelayanan semata, tetapi menjadi ruang pelayanan bersama seluruh bidang dalam menghadirkan kesaksian gereja yang utuh bagi masyarakat,” ungkapnya.


Setelah kegiatan penanaman pohon, seluruh peserta kembali ke GPIB Siloam Sibolga untuk menikmati makan siang bersama. Pada siang hingga sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan pelayanan kesehatan dan bantuan sembako bagi masyarakat sekitar gereja. Pelayanan ini menjadi wujud kepedulian gereja terhadap kebutuhan nyata warga sekaligus menghadirkan kasih Kristus melalui tindakan konkret.

Secara paralel, dilaksanakan pula pertemuan Dewan Pelkat dengan para pengurus dan anggota Pelkat jemaaat Siloam Sibolga. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog, penguatan program pelayanan, serta sarana membangun sinergi antarbidang pelayanan dalam menjawab kebutuhan gereja dan masyarakat.


Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan pertemuan bersama unsur Pelkat lainnya yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan semangat persekutuan yang kuat.at
