KERUMUTAN, GPIB – Saat ditanyakan kepada Pendeta Jessica Zefanya Manabung, apa yang dirasakannya selama dua tahun dan tiga bulan bertugas sebagai Pendeta Jemaat di Bakal Jemaat (Bajem) GPIB Eben Haezer, Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Pasti, dengan suara lantang ia akan menjawab, bahagia. Kata itu yang terlontar dari mulutnya.
“Sebagai pelayan, saya bahagia melayani di Sektor Maria dan Bethlehem di Bajem Eben Haezer. Saya sangat menikmati kebersamaan dengan jemaat, diaken, dan penatua. Kami memiliki diaken dan penatua berjumlah 12 orang,” jelas Pendeta Jessica saat dihubungi di Kerumutan, Jumat (5/6/2026).
Pendeta Jessica mengaku senang melayani di Bajem GPIB Eben Haezer, yang aktivitasnya cukup beragam.
“Saya mengajak anggota Pelkat PA, PT, dan GP agar memiliki kerinduan untuk beribadah. Pelkat PKP dan PKB juga aktif. Tapi, kami belum mempunyai Pelkat PKLU,” jelas dia.
Ia menuturkan, ada pengalaman istimewa yang sulit ditemukan di tempat lain, pada setiap selesai Ibadah Hari Minggu (IHM). Selesai mengikuti IHM, jemaat tidak langsung pulang ke rumah. Mereka justru duduk di tangga yang ada di teras Gereja.
“Di situ kami ngobrol santai sambil mengawasi anak-anak bermain di halaman Gereja. Ada juga makanan kecil. Pokoknya, suasana ini sangat luar biasa dan mencerminkan keakraban yang nyata,” ujarnya.
Suasana akrab tidak hanya ditemukan di lingkungan jemaat dan gereja. Masyarakat setempat, yang notabene bukan beragama Kristen juga begitu dekat dengan komunitas Bajem GPIB Eben Haezer.
“Kami saling menyapa dengan warga sekitar yang bukan beragama Kristen. Pemerintah desa juga turut membantu kegiatan gereja, seperti Natal, Paskah, dan perayaan lainnya,” jelas Pendeta Jessica.
Menurut Pendeta Jessica, jemaat di Bajem GPIB Eben Haezer rata-rata adalah pemilik kebun kelapa sawit. Diakuinya ada juga yang berprofesi sebagai petani, tetapi kebanyakan memiliki kebun kelapa sawit.
“Tahun depan, rencananya Bajem GPIB Eben Haezer akan dimandirikan oleh Majelis Sinode GPIB. Nantinya, Fungsionaris Majelis Sinode akan visitasi ke sini dan mengadakan pembinaan, supaya semangat bergereja terus berkembang,” katanya.
Saat ini, Bajem Eben Haezer telah memiliki Gedung Gereja, Pastori, dan lahan kelapa sawit seluas 1,5 hektare. Aset-aset itu adalah hibah dari jemaat. Gedung Gereja dihibahkan Bapak Sampe, Pastori baru merupakan hibah dari Bapak Penatua Triono, dan kebun kelapa sawit diberikan Ibu Sri Iswati.
“Saya kagum semangat ber-GPIB Jemaat di sini. Mereka memiliki kesadaran tinggi untuk beribadah dan membantu kegiatan pelayanan,” kata Pendeta Jessica. (novy)
