GPIB Indonesia
  • Media GPIB
  • Tentang GPIB
    • TENTANG GPIB
    • Visi dan Misi
    • Pemahaman Iman
    • Majelis Sinode GPIB
    • Presbiterial Sinodal
    • PKUPPG
  • DIREKTORI
    • Departemen
    • Gereja
    • Pendeta
    • Yayasan
      • YAPENDIK
      • YAYASAN DIAKONIA
      • YAYASAN KESEHATAN
  • Berita & Artikel
    • SINODE
    • Kegiatan
      • M I S I O N E R
      • D I A K O N I A
    • Kegiatan PELKAT
      • PELKAT PA
      • PELKAT PT
      • PELKAT GP
      • PELKAT PKP
      • PELKAT PKB
      • PELKAT LANSIA
    • P E R S P E K T I F
      • I N S P I R A S I
      • Sosok
  • Sabda Digital
  • Hubungi Kami

GPIB Indonesia

  • Media GPIB
  • Tentang GPIB
    • TENTANG GPIB
    • Visi dan Misi
    • Pemahaman Iman
    • Majelis Sinode GPIB
    • Presbiterial Sinodal
    • PKUPPG
  • DIREKTORI
    • Departemen
    • Gereja
    • Pendeta
    • Yayasan
      • YAPENDIK
      • YAYASAN DIAKONIA
      • YAYASAN KESEHATAN
  • Berita & Artikel
    • SINODE
    • Kegiatan
      • M I S I O N E R
      • D I A K O N I A
    • Kegiatan PELKAT
      • PELKAT PA
      • PELKAT PT
      • PELKAT GP
      • PELKAT PKP
      • PELKAT PKB
      • PELKAT LANSIA
    • P E R S P E K T I F
      • I N S P I R A S I
      • Sosok
  • Sabda Digital
  • Hubungi Kami
SINODE

GPIB Ora et Labora Kembangkan Market Place untuk Ekonomi Jemaat

June 23, 2020

GPIB, Jakarta – Wabah Covid 19 membuat Lala Palupi, seorang dosen desain di universitas swasta di Tangerang, kehilangan kepercayaan diri. Kepercayaan dirinya pulih dan ia merasa produktif setelah terlibat dalam bisnis kuliner yang difasilitasi oleh GPIB Ora et Labora, Serpong.

“Buat saya pribadi, saya lihat saya tidak jadi terlalu fokus sama kekuatiran saya,” kata Lala. “Saya sempat merasa tidak berguna, terus jadi punya confidence lagi. Ada hal lain yang bisa saya lakukan.”

Covid 19 menghentikan mobilitas banyak orang, termasuk Lala, yang sejalan dengan kebijakan tempat kerjanya melakukan pengajaran dari rumah. Situasi finansial rumah tangga juga terpengaruh dengan pandemi dan membuatnya melakukan penghematan.

“Di rumah saya tidak produktif, merasa useless,” kata Lala. “Ini salah satu kegiatan yang keeping me sane.”

Lala mulai sering memasak sejak pandemi. Belakangan, masakan favorit keluarganya, sambal, menjadi produk jualannya. Inisiatif berjualan salah satunya dari Persekutuan Kaum Perempuan (PKP) GPIB Ora et Labora. Di grup, alih-alilh membagikan informasi yang mengkuatirkan, mereka saling berbagi resep makanan. Lalu, tercetus ide berjualan secara terorganisir.

Lala mulai berjualan sambal cakalang dan cumi di akhir April 2020 dengan sistem pre order. Dalam sehari, penjualan antara 10 sampai 15 botol dengan omzet sekitar Rp 1,5 juta seminggu. Pendapatan dari sini menurutnya sangat membantu untuk membayar tagihan-tagihan rumah tangga, seperti listrik.

Produk Lala dijual di website e-commerce waroengoel.com di antara banyak produk makanan lainnya.

“Saat ini ada makanan segar, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan makanan siap saji,” kata Dkn. Tofa Porayouw, koordinator sektor di GPIB Ora et Labora, yang menjadi insiator program ini. “Beras juga diperjualbelikan.”

Pada website, selain produk makanan ada juga produk kesehatan seperti APD dan penawaran jasa seperti delivery dan fogging.

Menurut Tofa, program e-commerce dibangun sebagai upaya dari pengembangan ekonomi jemaat. Awalnya, gereja merencanakan membuat koperasi. Ide yang belum terimplementasi ini akhirnya diarahkan menjadi program e-commerce yang dikelola oleh satu tim kecil.

Di awal Mei, PKB yang juga memiliki ide yang sama dengan PKP, akhirnya bertemu bersama dan memikirkan wadah penjualan.

“Akhirnya kita masuk ke sektor-sektor juga,” kata Tofa. “Kendalanya, masih ada beberapa metode dan konsep yang harus diseragamkan. Agar sesuai, ada wadah supaya terorganisir. Kalau (berjualan) melalui WA saja, alurnya tidak terlalu bagus.”

Awalnya, tim kecil yang mengorganisir ini mengkombinasikan penjualan melalui media sosial seperti Whatsapp dan Instagram. Belakangan, dibuat penjualan berbasis website.

Meski dikembangkan oleh jemaat, upaya e-commerce ini dilakukan dengan serius. Tim yang mengorganisir juga membuat profil bisnisnya.

“Kalau saya lihat, yang berjualan memang ada yang kena dampak pandemi,” kata Tofa. “Mereka berpikir harus bagaimana agar bisa tetap jalan berikutnya. Waktu itu (dirintis) agar ekonomi jemaat jalan.”

Upaya ini tidak sia-sia. Menurut Lala, selain keluarganya, ada banyak warga gereja yang terkenda dampak ekonomi karena pandemi.

“Ada beberapa keluarga yang biasa antar jemput anak sekolah, mereka jadi zero income,” kata Lala. “Sekarang mereka buka jastip (jasa titipan-red) ke pasar.”

“Menurut saya, apa yang dilakukan (GPIB Ora et Labora) ini bagus. Bukan hanya dari sisi ekonomi, tapi secara pribadi ini membangun rasa percaya diri. Fokus berubah dari memikirkan kekuatiran, kecemasan yang berlebihan menjadi fokus yang lain.” (camel)

GPIB Ora et Labora Kembangkan Market Place untuk Ekonomi Jemaat was last modified: August 9th, 2024 by GPIB

Tinggalkan Komentar / Pesan Anda disini

0
Facebook Twitter Google + Pinterest

Artikel Lainnya

Juklak dan Tata Ibadah Bulan Pelkes 2020

GPIB turut sukseskan Program Tax amnesti

Sambutan Majelis Sinode HUT GPIB Ke – 71

PGI: Agar gereja-gereja Merayakan Natal dan Tahun Baru Dalam Bentuk Virtual

SURAT GEMBALA PEMILU 17 APRIL 2019 DARI MAJELIS SINODE GPIB

Pesan Natal 2017 GPIB

Paket Sembako dan Masker Bagi Warga Kramat Jati

Satgas Covid-19 GPIB Berikan Tajil untuk Berbuka

Pesan Bulan Pelkes oleh Ketua I MS GPIB Tahun 2016

SKB 3 Menteri, Apa Kata Sekretaris Umum PGI Pdt. Jacky Manuputty, Simak Disini?

Kategori Artikel

  • Featured
    • Slide
  • PELKES
  • PELEMBAGAAN
  • STIKES
    • YAYASAN
  • INFO VIKARIS
  • DIAKONIA
  • SINODE
    • PSR XXII
    • Pesan-Pesan
    • Agenda
  • Kegiatan
    • Misioner
      • GERMASA
    • DIAKONIA
  • Kegiatan PELKAT
    • PELKAT PA
    • PLEKAT LANSIA
    • PELKAT PT
    • PELKAT GP
    • PELKAT PKB
  • Perspektif
    • Arcus
    • Sosok

Majalah Arcus

Hubungi Kami

Majelis Sinode GPIB
Jl. Merdeka Timur. No.10
Gambir, Kota Jakarta Pusat
Jakarta, Indonesia
P: (021) 384 2895
P: (021) 384 9917
F: (021) 385 9250
E: admin@gpib.or.id

Direktori

  • Yayasan
  • Pendeta
  • Departemen
  • Musyawarah Pelayanan
  • Facebook
  • Email

@2016 - Majelis Sinode GPIB.