Skip to content
GPIB Indonesia

GPIB Indonesia

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

Primary Menu
  • Tentang GPIB
    • Visi dan Misi
    • Pemahaman Iman
    • Majelis Sinode GPIB
    • Presbiterial Sinodal
    • PKUPPG
  • DIREKTORI
    • Departemen
    • Yayasan
      • YAPENDIK
      • YAYASAN DIAKONIA
      • YAYASAN KESEHATAN
  • Berita & Artikel
    • SINODE
    • Kegiatan
      • M I S I O N E R
      • D I A K O N I A
    • Kegiatan PELKAT
      • PELKAT PA
      • PELKAT PT
      • PELKAT GP
      • PELKAT PKP
      • PELKAT PKB
      • PELKAT LANSIA
    • P E R S P E K T I F
      • I N S P I R A S I
      • Sosok
  • Sabda Digital
  • Radio GPIB
  • Hubungi Kami
  • Home
  • Kegiatan
  • Semangat Pertumbuhan Iman Bajem GPIB Jemaat Eben Haezer Kerumutan
  • Kegiatan
  • PELKES
  • Slide

Semangat Pertumbuhan Iman Bajem GPIB Jemaat Eben Haezer Kerumutan

GPIB June 5, 2026 4 minutes read
Bajem Eben Haezer Riau

KERUMUTAN, GPIB – Departemen Pelayanan dan Kesaksian (Pelkes) Majelis Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) mengunjungi wilayah pelayanan Bakal Jemaat (Bajem) GPIB Jemaat Eben Haezer Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Kunjungan dilakukan dalam rangka Bulan Pelkes GPIB, yang dirayakan pada setiap bulan Juni.

Bajem GPIB Eben Haezer adalah bagian dari pelayanan GPIB Jemaat Anugerah Sorek,  dalam wilayah Musyawarah Pelayanan (Mupel) Sumatera Barat, Riau, dan Bengkulu (Saribu). Jemaat ini terdiri atas dua sektor pelayanan, yaitu Sektor Pelayanan Maria dan Bethlehem.

Jemaat Eben Haezer aktif dalam pemberdayaan jemaat, termasuk mengelola lahan kelapa sawit seluas 1,5 hektare (ha), yang hasilnya digunakan untuk membangun fasilitas dan kegiatan pelayanan Gereja.  

Ketua Umum Majelis Sinode GPIB Pendeta Nitis Putrasana Harsono berfoto bersama Diaken dan Penatua bertugas di Bajem GPIB Eben Haezer, pada perayaan Paskah Sinodal, 12 April 2026.

Pada perayaan Paskah Sinodal GPIB, Minggu (12/4/2026), yang dipimpin Ketua Umum (Ketum) Majelis Sinode Pendeta Nitis Putrasana Harsono, Jemaat Eben Haezer dipercayakan sebagai tuan rumah. Perayaan ini menjadi sangat istimewa, sebab baru pertama kali kegiatan Paskah Sinodal diselenggarakan di luar Pulau Jawa.

Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Jemaat Anugerah Sorek sekaligus Ketua I Mupel Saribu, Pendeta Frendly Seilatu saat dihubungi Jumat (5/6/2026) mengungkapkan, kekagumannya pada semangat pertumbuhan iman di kalangan jemaat Eben Haezer. Selain aktif beribadah, jemaat Eben Haezer juga giat dalam kegiatan pelayanan.

“Semangat pertumbuhannya selalu ada. Bajem Eben Haezer yang berangkat dari 5 kepala keluarga dan masuk di bawah payung GPIB, sampai ini  sangat ber-GPIB, terlepas dari asal usulnya,” jelas Pendeta Frendly.

Disebutkan, GPIB Jemaat Anugerah Sorek akan terus  mendampingi sebagai gereja penopang Bajem GPIB Eben Haezer meskipun nantinya akan ditetapkan sebagai jemaat mandiri.

“GPIB Jemaat Anugerah Sorek akan tetap menjadi gereja penopang,” kata dia.

Rasa bangga juga diungkapkan  Pendeta Jessica Manabung, yang melayani sebagai Pendeta Jemaat di Bajem GPIB Eben Haezer sejak tahun 2024.  Saat pertama kali ditempatkan, Pendeta Jessica mengaku langsung jatuh hati pada kehidupan jemaat yang penuh kekeluargaan. Mereka sangat akrab satu sama lain, saling tolong-menolong, dan antusias dalam mengikuti ibadah.

“Saya bangga menjadi bagian dari pelayanan di Bajem GPIB Eben Haezer Kerumutan. Jemaat di sini memiliki kesadaran tinggi di berbagai bidang, apalagi untuk beribadah dan membantu kegiatan pelayanan,” kata Pendeta Jessica. 

Jemaat yang dilayani, jelas Pendeta Jessica, memiliki sikap bersahaja dan  senang membantu satu-sama lainnya. Kata mayoritas dan minoritas sama sekali tidak ada dalam kamus kehidupan sehari-hari di daerah itu. Bahkan, saat diadakan perayaan hari-hari besar Gereja, pemerintah setempat juga turut berkontribusi dan hadir.

“Saya sulit mengungkapkan dengan kata-kata kebaikan yang didapatkan. Jemaat rela memberikan apa yang dimiliki. Kami memiliki Gedung Gereja, Pastori, dan lahan kelapa sawit, yang semuanya adalah hibah dari jemaat. Terus terang, jemaat Eben Haezer sangat terbuka untuk segala sesuatu menyangkut pelayanan,” jelas dia.

Masyarakat Transmigrasi

Sebelumnya, sesepuh jemaat, Widi Djatmiko mengatakan, keberadaan Bajem GPIB Eben Haezer Kerumutan berawal pada tahun 1989 di  Desa  Beringin Makmur, yang dihuni komunitas masyarakat peserta Program Transmigrasi asal Jawa Timur yang beragama Kristen.

Komunitas iman ini terbentuk seiring tumbuhnya kerinduan beribadah kepada Tuhan. Saat itu, ada sejumlah 5 kepala keluarga (KK), yang merupakan anggota Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) dan Gereja Kristen Jawa (GKJ) dari Kabupaten Malang dan Ngawi, Provinsi Jawa Timur.  Lima keluarga itu membentuk Persekutuan Oikumene sebagai wadah memuji Tuhan lewat ibadah.

“Ada juga warga pendatang dan perantau,” kata Djatmiko melalui akun YouTube GPIB Indonesia, yang dipantau di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Djatmiko mengungkapkan, seiring berjalannya waktu, pada tahun 1999 jumlah warga jemaat bertambah dari 5 kepala keluarga menjadi 9 kepala keluarga dengan jumlah 35 jiwa.

“Hadirnya saudara-saudara dari Medan, maka peribadahan tidak bisa menggunakan Bahasa Jawa,” jelas Djatmiko sambil tersenyum.

Pada 20 Februari 1993, jemaat ini memenuhi undangan dari GPIB Imanuel Pekanbaru, terkait kunjungan pelayanan kebaktian di Kampung Baru, Indosawit atau SP 4, sebuah desa transmigrasi di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Daerah ini dikenal sebagai kawasan permukiman swakarsa yang menjadikan perkebunan kelapa sawit sebagai pusat program ketahanan pangan daerah, mulai dari penanaman jagung, kelapa sawit, komoditas kelapa, dan pertanian mandiri.

Pertumbuhan iman jemaat di Kerumutan terus berkembang di bawah bimbingan Pos Pelkes Gloria. Pada 18 November 2007 Pos Pelkes Gloria dimandirikan menjadi GPIB Jemaat Anugerah Sorek.

Saat digelar Sidang Majelis Jemaat (SMJ) GPIB Jemaat Anugerah Sorek, pada 2014 diputuskan bahwa Sektor Maria, yang merupakan cikal bakal Bajem GPIB Eben Haezer, ditingkatkan statusnya menjadi Pos Pelkes Maria.

Pada Safari Sinodal Bulan Pelkes Tahun 2014-2015 di Mupel Saribu, Pos Pelkes mendapat visitasi Majelis Sinode yang diwakili Pendeta Jhonny Lontoh.

Kemudian, pada SMJ GPIB Jemaat Anugerah Sorek, pada 2018 diputuskan bahwa Sektor Pelayanan Bethlehem bergabung dengan Pos Pelkes Maria, yang selanjutnya menjadi Pos Pelkes Maria-Bethlehem. Dan,  sejak 3 Maret 2023 Pos Pelkes Maria-Bethlehem dinamakan Pos Pelkes Eben Haezer, yang kini menjadi Bajem GPIB Eben Haezer. (novy)

About the Author

GPIB

Administrator

GPIB

Visit Website View All Posts

Tinggalkan Komentar / Pesan Anda disini

Post navigation

Previous: OPINI : Gereja yang Dianggap Diam
Next: Pendeta Jessica Zefanya Manabung, Bahagia Melayani Bajem GPIB Eben Haezer Kerumutan

Related Stories

day 2
  • Featured
  • PELKES
  • SINODE
  • Slide

Hari Kedua Pembukaan Bulan Pelkes GPIB 2026 di Sibolga: Pelayanan, Kepedulian Lingkungan, dan Penguatan Persekutuan

Arthur Teesen June 6, 2026
WhatsApp Image 2026-06-05 at 22.27.10
  • Featured
  • PELKES
  • SINODE
  • Slide

Sambutan Hangat Jemaat Siloam Sibolga Awali Pembukaan Bulan Pelkes GPIB Tahun 2026

Arthur Teesen June 5, 2026
Pendeta Jessica Manabung
  • Kegiatan
  • Slide

Pendeta Jessica Zefanya Manabung, Bahagia Melayani Bajem GPIB Eben Haezer Kerumutan

GPIB June 5, 2026

Kategori Artikel

  • DIAKONIA
  • Featured
    • Slide
  • INFO VIKARIS
  • Kegiatan
    • DIAKONIA
    • Misioner
      • GERMASA
  • Kegiatan PELKAT
    • PELKAT GP
    • PELKAT PA
    • PELKAT PKB
    • PELKAT PKP
    • PELKAT PT
    • PLEKAT LANSIA
  • PELEMBAGAAN
  • PELKES
  • Perspektif
    • Arcus
    • Inspirasi
    • Sosok
  • SINODE
    • Agenda
    • Pesan-Pesan
    • PSR XXII
  • STIKES
    • YAYASAN
      • YANKES

Hubungi Kami

Majelis Sinode GPIB
Jl. Merdeka Timur. No.10
Gambir, Kota Jakarta Pusat
Jakarta, Indonesia
P: (021) 384 2895
P: (021) 384 9917
F: (021) 385 9250
E: admin@gpib.or.id

Direktori

  • Yayasan
  • Departemen
  • Musyawarah Pelayanan
Copyright © GPIB Indonesia | MoreNews by AF themes.