GPIB, Makasar – “Dalam 3 hingga 5 tahun ke depan, kita berharap Sekolah Tinggi Filsafat Teologia (STFT) Indonesia Timur (Intim) di Makassar ini menjadi sekolah tinggi yang luar biasa dalam perkembangannya. Bahkan kita berharap STFT Intim Makassar dapat menjadi rumah bina bagi warga GPIB,” kata Sekretaris Umum Majelis Sinode GPIB XXII Pdt.Ebser Mago Lalenoh dalam sambutannya di Rapat Tahunan Gereja-gereja Pembina Yayasan Perguruan Theologia (YPTH) Indonesia Timur di Makassar, Sabtu (17/4).
Rapat tersebut berlangsung selama 3 hari (17-19 April) di Hotel Myko Makassar dan yang menjadi tuan rumah adalah GPIB yang dikerjakan tim kerja yang dibentuk oleh Musyawarah Pelayanan Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara (Sulselbara). Ibadah pembukaan dilaksanakan di Kapel Kebangkitan yang terletak di halaman STFT Intim Makassar, dipimpin oleh Pdt. Salmon A.J. Bawole, Ketua Majelis Jemaat GPIB Jemaat Bukit Zaitun Makassar.
Pdt.Ebser menegaskan, bahwa pemahaman menjadi rumah bina bagi warga GPIB itu memberi makna bahwa siapapun pendeta yang ditugaskan ke wilayah Musyawarah Pelayanan Sulselbara khususnya regio dua kota Makassar, jika ada kesempatan, dapat meng-up-grade kualitas dirinya dengan bersekolah di STFT Intim Makassar. “Tentunya bagi Diaken Penatua dan warga GPIB lainnya juga diharapkan akan tersedia bahan-bahan pembinaan yang dapat digunakan dalam melakukan pelayanan di gereja,” ujarnya.
GPIB merupakan anggota dari 22 gereja pembina dan telah menikmati dan menjadi bagian dari STFT sejak berdinya lembaga ini. Hingga kini cukup banyak pendeta GPIB yang menjadi lulusan dari sekolah ini. Bahkan Ketua Umum Sinode GPIB XXII, Pdt. Nitis Putrasana Harsono pernah menjadi Ketua STFT Intim di waktu lampau dan Sekretaris Umum MS GPIB Pdt. Ebser Lalenoh adalah lulusan dari STFT Intim Makassar.

Dalam Rapat Tahunan tersebut juga dihadiri oleh utusan dari 15 gereja pembina, Badan Pembina, Pengurus Yayasan, Badan Pengawas, Dewan Penyantun, dan tentu saja termasuk pimpinan STFT sebagai pelaksana kegiatan pendidikan ini. Peserta mendengarkan hasil kerja yayasan dan pimpinan sekolah dari tahun lalu, dan juga mempersiapkan program baru untuk satu tahun ke depan.
Pendeta Ebser memberi penekanan penting bahwa perhatian yang besar kepada STFT Intim Makassar, juga terjadi pada 3 lembaga pendidikan lainnya yang menjadi mitra bagi GPIB dalam mempersiapkan mahasiswa teologi sebagai bagian dari warga GPIB menjadi pemimpin gereja masa kini dan masa depan. Ke-3 lembaga tersebut ialah STFT Jakarta, Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, Fakultas Teologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga.

“Hal ini memberi penegasan bahwa komitmen GPIB memberi perhatian besar pada lembaga-lembaga pendidikan itu memberi sinyal bahwa GPIB selalu serius dalam memperhatikan kualitas pembentukan dan pengembangan kader-kader gereja,” ujar Pdt.Ebser.
Dalam rapat tahunan itu, Pdt.Ebser juga menyampaikan harapannya agar STFT Intim Makassar dapat mempersiapkan program studi yang akan menjawab dan memperlengkapi pendeta-pendeta GPIB dalam melakukan pelayanannya di jemaat GPIB di manapun ditempatkan.
Di akhir rapat tahunan tersebut, diputuskan tuan rumah rapat tahunan 2027 akan dilaksanakan di wilayah Bolaang Mongondow dengan tuan rumah adalah Gereja Masehi Injili di Bolaang Mongondouw (GMIBM).(rez/lip)

