MAGELANG – Bendahara Majelis Sinode (MS) Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Penatua Steven G. Tunas meresmikan pengoperasian Kantine “Van der Steur” di lingkungan GPIB Jemaat Beth-El Magelang, Jawa Tengah.
Peresmian dilakukan pada Minggu (15/2/2026) usai Penatua Steven memimpin Ibadah Hari Minggu Transfigurasi bertema “Cahaya Kemuliaan untuk Ciptaan” di GPIB Beth-El Magelang, Jalan Alun-Alun Utara Nomor 4.
“Terpujilah Tuhan, saya mendapat kehormatan untuk meresmikan pengoperasian Kantin “Van der Steur.” Kehadiran Kantin “Van der Steur” menjadi wujud nyata komitmen gereja pada membangun kemandirian, kebersamaan, dan keberlanjutan pelayanan,” kata Penatua Steven.
Hadir pada acara peresmian, antara lain Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Jemaat Beth-El Magelang, Wali Kota Magelang Drs H. Sunarno MM, Anggota DPRD Jawa Tengah, KMJ GPIB Bait-El Pendeta Yannadelle Hehanusa Sahetapy STh, MSi, dan jemaat.
Penatua Steven meyakini bahwa proses perencanaan, pembangunan, hingga operasional kantin ini pasti dilakukan secara tertib, transparan, dan akuntabel. Penyediaan fasilitas ini, lanjutnya, menjadi bagian dari komitmen gereja dalam mewujudkan tata kelola pelayanan yang berkelanjutan.
Disebutkan, melalui pengelolaan yang baik dan penuh tanggung jawab, Penatua Steven optimistis, Kantin “Van der Steur” akan memberikan kontribusi positif bagi keuangan jemaat serta mendukung pelayanan lintas iman sehingga makin memperkuat pelayanan sosial dan ekonomi jemaat.
“Nama “Van der Steur” mengingatkan kita pada warisan pelayanan dan semangat pengabdian yang telah ditanamkan sejak dulu. Saya optimistis kantin ini akan menjadi ruang perjumpaan, tempat jemaat, pelayan, dan masyarakat berinteraksi dalam suasana penuh persaudaraan,” kata dia.
Johannes Van der Steur yang lahir pada 10 Juli 1865 di Haarlem, Belanda dan meninggal 16 September 1945 di Magelang, dikenal dengan sebutan Pa Van Der Steur.
Pegiat sosial yang juga misionaris itu datang ke Hindia Belanda pada tahun 1892 dan menetap di Magelang. Ia dikenal atas dedikasi luar biasanya dalam merawat dan mengasuh ribuan anak terlantar, baik dari keturunan Belanda, Indo-Eropa, dan Indonesia. (novy)

