Di Tengah Dinamika GPIB, Tuhan Meneguhkan Misi Pendidikan
Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit STIKES Griya Husada Surabaya Raih Akreditasi UNGGUL dari LAM-PTKes GPIB, Surabaya – Di tengah berbagai dinamika dan…
Baca Berita
Di Tengah Dinamika GPIB, Tuhan…
Berita Radio – 5 Oktober…
GPIB Hadirkan Tiga Rumah Oksigen…
Lansia Ceria, Lansia Bertemu Tiap…
Menjemaatkan Dokumen Keesaan…
Lansia Harus Tetap Sehat dan…
Tim MS XXII GPIB Periksa…
Semarak HUT ke-78 GPIB dan…
75 Pendonor Berbagi Kehidupan bagi…
Menembus Batas Pelayanan,…
Night Call GPIB | Tuesday,…
PESAN HUT 81 Thn RI…
Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit STIKES Griya Husada Surabaya Raih Akreditasi UNGGUL dari LAM-PTKes GPIB, Surabaya – Di tengah berbagai dinamika dan…
Baca Berita
RADIO GPIB REMA SEJATI📆 : Senin, 5 Oktober 2026⏰ : 21.00 & 23.00 WIB👤 : Pnt.Harry Purwanto⛪ : GPIB Pancaran Kasih, Depok…
Baca Berita
Rumah Oksigen GPIB Ebenhaezer Palangka Raya resmi dibuka untuk masyarakat umum pada Rabu, 30 September 2026. Peresmian dihadiri oleh perwakilan PGIW Kalimantan…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Hari ini, Kamis, 1 Oktober diperingati juga sebagai Hari Lanjut Usia Internasional atau International Day of Older Persons. Ini…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Diskusi lewat webinar soal sosialisasi Dokumen Keesaan Gereja (DKG) yang diselenggarakan oleh Mupel Banten bersama Departemen Germasa MS GPIB…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Memeriahkan Hari Ulang Tahun Pelayanan Kategorial Lanjut Usia (HUT PKLU) ke 16 Dewan PKLU mengadakan webinar dengan tema Menua,…
Baca Berita
GPIB, Malang – Menindaklanjuti rekomendasi Persidangan Sinode Tahunan (PST) GPIB Jakarta 2026, Majelis Sinode (MS) XXII GPIB melakukan pemeriksaan proses renovasi Griya…
Baca Berita
JAKARTA – Majelis Sinode GPIB bersama GPIB Jemaat Sion Jakarta akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan Journey of Grace GPIB 2026 dalam rangka menyambut…
Baca Berita
GPIB, Tangerang Selatan – Donor darah yang diselenggarakan GPIB Jemaat Kinasih pada Sabtu (19/9) bertempat di Gedung Serbaguna GPIB Kinasih mendapat respons…
Baca Berita
Toraja Utara, 5 September 2026 — Ada perjalanan pelayanan yang tidak sekadar diukur dari jarak tempuh. Ada perjalanan […]
Baca BeritaVideo terbaru dari kanal YouTube GPIB Indonesia.
Buka di YouTubeVideo terbaru dari kanal YouTube GPIB TV Indonesia.
Buka di YouTubeGPIB, JAKARTA – Jemaat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Siloam Jakarta Barat, menggelar ibadah minggu […]
GPIB, JAKARTA – Jemaat Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Jemaat Siloam Jakarta Barat, menggelar ibadah minggu perdana pukul 17.00 WIB, pada Minggu (17/5/2026). Ibadah Hari Minggu pukul 17.00 WIB dipimpin Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Jemaat Siloam Jakarta Barat, Pendeta Nancy Nisahpih Rehatta.
Pendeta Nancy mengungkapkan pemindahan jam ibadah dari pukul 07.00 WIB ke pukul 17.00 WIB telah melalui pertimbangan matang.
“Kami punya banyak pertimbangan, tetapi semua itu dilakukan agar nama Tuhan semakin dipuji dan dimuliakan di tengah jemaat ini,” kata dia.
Muliakan Rajamu
Sementara itu, Pendeta Nancy dalam khotbahnya berjudul “Muliakanlah Rajamu” yang terambil dari kitab Wahyu 11:15-19 menjabarkan secara rinci tentang kitab Wahyu, yaitu kitab yang cukup jarang diangkat dan diwartakan dalam ibadah GPIB.
“Kitab Wahyu pasal satu adalah tentang siapa yang berbicara, yaitu Kristus yang Agung,” jelas dia.
Dikatakan, Pasal 1 menjelaskan tentang isi kitab Wahyu, di mana Yohanes bersaksi tentang firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus. Kitab Wahyu juga berbicara tentang Yohanes yang dibuang ke Pulau Patmos, sebuah daerah tandus.
Yohanes, lanjutnya, dibuang di Pulau Patmos disaat berusia lanjut. Hal itu terjadi karena Yesus, ketika berada di kayu salib, Ia berbicara kepada Yohanes untuk menyerahkan ibunya, Maria agar dirawat Yohanes.
“Itu terakhir kalinya Yesus bersama ibunya secara pribadi. Sebab, setelah Ia mati, bangkit, Ia menyelesaikan tugasnya di dunia ini, Ia harus kembali pada posisi-Nya sehingga Ia menyerahkan ibunya kepada Yohanes untuk dirawat dan dijaga,” kata Pendeta Nancy.
Pendeta Nancy menjelaskan, situasi itu yang membuat Yohanes memulai pelayanannya agak terlambat. Pasal 2 dan Pasal 3 adalah kepada siapa Yesus berbicara, yaitu gereja-Nya yang ada di bumi.
Ia mengatakan, tujuan dari kitab Wahyu adalah jemaat kristen yang tinggal di Asia Kecil. Dikatakan, jemaat ini paling terdampak dari penjajahan Romawi saat itu.
“Mereka sulit beribadah, berkumpul, berkomunitas, memberitakan firman, dan bernyanyi sehingga mereka hanya bisa membuka dan menutup mulut tanpa mengeluarkan suara ketika memuji Tuhan. Hanya membaca gerakan mulut, itu yang terjadi,” kata dia.
Namun, jemaat kristen di Asia Kecil dikuatkan agar jangan takut pada pemerintahan Romawi karena Tuhan melihat apa yang mereka alami.
“Dan, Tuhan akan memberikan penghukuman sesuai dengan apa yang mereka perbuat. Itu menunjukkan siapa Allah yang besar,” ujarnya.
Pasal 4, lanjutnya, menjelaskan tentang pusat otoritas Yesus, yaitu Takhta Allah di surga yang menjadi landasan sebelum gulungan kitab bermaterai dibuka, seperti diungkapkan pada Pasal 5.
Lebih lanjut, dijabarkan bahwa pada pasal-pasal selanjutnya ada tiga rangkaian hukuman berantai yaitu 7 materai; 7 sangkakalap; dan 7 cawan murka.
“Jangan membayangkan materai itu seperti yang ada sekarang, yang kemudia ditempel sebagai tanda sahnya sesuatu,” katanya.
Materai pada era Alkitab, jelas dia, adalah tanda siapa yang menjadi pemilik.
“Pada saat kubur Yesus ditutup, materai yang dipakai adalah materai Romawi dan hanya kaisar yang bisa membukanya. Setelah dicap, itu menjadi milik kaisar,” kata dia.
Tujuh materai ini ditulis pada gulungan surat dan Yesus yang akan membukanya. Sedangkan 7 sangkakala yang dibunyikan dan 7 cawan murka.
“Semuanya serba tujuh karena angka tujuh adalah resmi, keramat bagi orang Yahudi, dan sempurna. Allah menciptakan langit dan bumi selama enam hari dan pada hari ketujuh Ia beristirahat,” kata Pendeta Nancy. (novy)
Chat Pendengar 0
Halaman Radio