PURWODADI – Semangat pelayanan yang diwujudkan melalui tindakan nyata kembali ditunjukkan Yayasan Kesehatan (Yankes) GPIB dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-24. Selama tiga hari, 2–4 Juli 2026, Yankes GPIB menggelar bakti sosial pelayanan kesehatan gratis yang menjangkau 1.782 warga di GPIB Immanuel, Semarang Pos Pelkes Asta Gusti, Desa Toko, Purwodadi, Jawa Tengah.


Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan dari GPIB Mupel Jawa Tengah–DI Yogyakarta (JATENG-DIY) serta beberapa jemaat seperti GPIB Jemaat Paulus Jakarta dan GPIB Jemaat Gibeon sehingga pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Sebagai awal kegiatan, baksos diawali dengan ibadah pembukaan di GPIB Immanuel Semarang (Gereja Blenduk), dilanjutkan penyuluhan kesehatan bertema Sarkopenia bekerja sama dengan RS Primaya, sebelum pelayanan dipusatkan di Desa Toko (Pos Pelkes Asta Gusti) selama dua hari berikutnya.

Suasana pelayanan berlangsung hangat dan penuh sukacita. Warga yang datang bukan hanya jemaat GPIB, tetapi juga masyarakat sekitar dari berbagai kalangan usia. Sejak pagi mereka memadati lokasi pelayanan untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan sekaligus merasakan kepedulian yang diwujudkan gereja melalui pelayanan kasih.

Ketua Yayasan Kesehatan GPIB, dr. Griselda Aer, menjelaskan bahwa pemilihan Desa Toko, Purwodadi bukan tanpa alasan. Menurutnya, wilayah tersebut merupakan Pos Baru GPIB yang memerlukan perhatian dan pendampingan dari seluruh unsur pelayanan gereja.
“Karena merupakan Pos Baru dan mereka perlu mendapat perhatian khusus dari GPIB karena mereka baru dalam proses perpindahan dari GKJ ke GPIB. Jadi GPIB mempunyai kewajiban dalam segala hal, kami dari Yankes merasa empati kepada masyarakat sekitar itu dalam bentuk memberikan pelayanan kesehatan secara gratis. Harapan kami, bidang-bidang lainnya dari Unit Missioner GPIB lainnya dapat melakukan hal yang sama sesuai dengan tupoksi masing-masing.”

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-24 Yankes GPIB yang sebelumnya diawali dengan kegiatan khitanan massal di Kantor Majelis Sinode GPIB.
“Iya, ini merupakan lanjutan dari rangkaian HUT Yankes ke-24.”
Dalam bakti sosial tersebut, masyarakat memperoleh berbagai layanan kesehatan secara cuma-cuma. Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan umum, penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kekuatan otot (hand grip), pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, kolesterol, asam urat, pemeriksaan gigi, layanan Traditional Chinese Medicine, pembagian kacamata baca, pembagian baju bayi, khitanan, hingga tindakan bedah minor.

Bagi Yankes GPIB, pelayanan kesehatan bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan panggilan iman untuk menghadirkan kasih Kristus secara nyata kepada masyarakat.
Dalam momentum ulang tahunnya yang ke-24, dr. Griselda menyampaikan ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan yang terus memimpin perjalanan pelayanan Yankes.
“Puji syukur kepada Yesus Kristus sang Kepala Gereja karena kasih, penyertaan, dan anugerah-Nya sehingga Pelayanan Kesehatan (Yankes) dapat memasuki usia yang ke-24.”

Ia menambahkan bahwa tema tahun ini, “Bertumbuh dalam Keselamatan”, menjadi pengingat bahwa pertumbuhan pelayanan tidak hanya diukur dari semakin banyaknya program yang dilakukan, tetapi juga dari semakin bertumbuhnya iman, karakter, kepedulian, dan semangat menjadi saluran kasih bagi sesama.
Sementara itu, Pembina Yankes GPIB sekaligus Ketua II Majelis Sinode GPIB, Pdt. Semuel Karinda, mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan.

Menurutnya, pelayanan kesehatan yang dilakukan Yankes merupakan implementasi nyata dari panggilan gereja untuk melayani masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian HUT Yankes GPIB ke-24 yang diawali dengan acara sunatan massal dengan masyarakat di Pejambon Jakarta Pusat dan pada tiga hari ini Yankes juga melakukan rangkaian kegiatan pada aksi pengobatan di Desa Toko Purwodadi, Jawa Tengah.”
Ia menilai pelayanan tersebut memberikan dampak yang sangat besar bagi masyarakat.
“Ini merupakan kegiatan aksi sosial yang luar biasa dan sangat menyentuh bagi masyarakat sekitarnya. Yankes GPIB menjadi alat Tuhan untuk merealisasikan seperti yang dikatakan oleh Tuhan Yesus, ‘ketika Aku sakit kamu merawat Aku.'”
Ke depan, Majelis Sinode berharap pelayanan Yankes semakin berkembang dan mampu memperluas jejaring pelayanan kesehatan di seluruh jemaat GPIB.
“Pada HUT Yankes saat ini harapannya semoga dalam satu tahun ke depan dapat berkiprah lebih luas lagi sehingga mampu menghimpun komisi kesehatan di jemaat-jemaat untuk bekerja sama membuka jejaring bagi GPIB dan ke depan semoga ada Rumah Sakit yang lahir dari GPIB.”
Rangkaian peringatan HUT ke-24 Yankes GPIB kemudian ditutup pada Minggu, 5 Juli 2026 melalui Ibadah Minggu dan Syukur Hari Ulang Tahun ke-24 Yankes GPIB yang dilaksanakan di Balai Desa Toko, Purwodadi. Ibadah syukur tersebut dipimpin oleh Pdt. Ebser Lalenoh sebagai pelayan firman.

Melalui pelayanan yang menjangkau hampir dua ribu warga tersebut, Yankes GPIB kembali menunjukkan bahwa gereja hadir bukan hanya melalui pemberitaan firman, tetapi juga melalui tindakan kasih yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat. Di tengah keterbatasan akses layanan kesehatan yang masih dirasakan sebagian warga, kehadiran para tenaga medis, relawan, dan pelayan menjadi tanda pengharapan sekaligus bukti bahwa kasih Kristus dapat dirasakan secara nyata melalui pelayanan yang tulus kepada sesama.at
