Berita Radio – 7 Oktober 2026
RADIO GPIB REMA SEJATI📆 : Rabu, 7 Oktober 2026⏰ : 21.00 & 23.00 WIB👤 : Dkn.Antonius Dera⛪ : GPIB Eben HAezer, Samarinda…
Baca Berita
Berita Radio – 7 Oktober…
Di Tengah Dinamika GPIB, Tuhan…
GPIB Hadirkan Tiga Rumah Oksigen…
Lansia Ceria, Lansia Bertemu Tiap…
Menjemaatkan Dokumen Keesaan…
Lansia Harus Tetap Sehat dan…
Tim MS XXII GPIB Periksa…
Semarak HUT ke-78 GPIB dan…
75 Pendonor Berbagi Kehidupan bagi…
Menembus Batas Pelayanan,…
Morning Call GPIB | Thursday,…
PESAN HUT 81 Thn RI…
RADIO GPIB REMA SEJATI📆 : Rabu, 7 Oktober 2026⏰ : 21.00 & 23.00 WIB👤 : Dkn.Antonius Dera⛪ : GPIB Eben HAezer, Samarinda…
Baca Berita
Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit STIKES Griya Husada Surabaya Raih Akreditasi UNGGUL dari LAM-PTKes GPIB, Surabaya – Di tengah berbagai dinamika dan…
Baca Berita
Rumah Oksigen GPIB Ebenhaezer Palangka Raya resmi dibuka untuk masyarakat umum pada Rabu, 30 September 2026. Peresmian dihadiri oleh perwakilan PGIW Kalimantan…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Hari ini, Kamis, 1 Oktober diperingati juga sebagai Hari Lanjut Usia Internasional atau International Day of Older Persons. Ini…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Diskusi lewat webinar soal sosialisasi Dokumen Keesaan Gereja (DKG) yang diselenggarakan oleh Mupel Banten bersama Departemen Germasa MS GPIB…
Baca Berita
GPIB, Jakarta – Memeriahkan Hari Ulang Tahun Pelayanan Kategorial Lanjut Usia (HUT PKLU) ke 16 Dewan PKLU mengadakan webinar dengan tema Menua,…
Baca Berita
GPIB, Malang – Menindaklanjuti rekomendasi Persidangan Sinode Tahunan (PST) GPIB Jakarta 2026, Majelis Sinode (MS) XXII GPIB melakukan pemeriksaan proses renovasi Griya…
Baca Berita
JAKARTA – Majelis Sinode GPIB bersama GPIB Jemaat Sion Jakarta akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan Journey of Grace GPIB 2026 dalam rangka menyambut…
Baca Berita
GPIB, Tangerang Selatan – Donor darah yang diselenggarakan GPIB Jemaat Kinasih pada Sabtu (19/9) bertempat di Gedung Serbaguna GPIB Kinasih mendapat respons…
Baca Berita
Toraja Utara, 5 September 2026 — Ada perjalanan pelayanan yang tidak sekadar diukur dari jarak tempuh. Ada perjalanan […]
Baca BeritaVideo terbaru dari kanal YouTube GPIB Indonesia.
Buka di YouTubeVideo terbaru dari kanal YouTube GPIB TV Indonesia.
Buka di YouTubeJAKARTA. GPIB – Kesetaraan dimulai dari keberanian untuk menyuarakan tentang kebenaran. Kesetaraan adalah pengakuan bahwa setiap manusia memiliki […]
JAKARTA. GPIB – Kesetaraan dimulai dari keberanian untuk menyuarakan tentang kebenaran. Kesetaraan adalah pengakuan bahwa setiap manusia memiliki martabat, nilai, dan hak yang sama di hadapan Allah, meskipun memiliki perbedaan dalam jenis kelamin, usia, status sosial, dan suku.
Kesetaraan bukan berarti semua orang memiliki tugas atau fungsi yang sama, tetapi setiap orang layak diperlakukan adil dan diberi kesempatan yang setara untuk menikmati hak serta menjalankan tanggung jawabnya.
Hal itu diungkapkan Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Jemaat Ekklesia Jakarta Timur, Pendeta Risto Efraim Andaki saat memimpin Ibadah Hari Minggu V Sesudah Pentakosta, dalam rangka Penutupan Bulan Pelayanan dan Kesaksian (Pelkes) GPIB Tahun 2026, di GPIB Jemaat Siloam Jakarta Barat, Minggu (28/6/2026).

Pendeta Risto dalam khotbah bertema “Menyuarakan Kesetaraan” yang terambil dari Bilangan 27:1-11, menyatakan bahwa lima anak perempuan Zelafehad, yaitu Mahlah, Noa, Hogla, Milka, dan Tirza dengan berani menyuarakan tentang kebenaran. Mereka menghadap Musa, Eleazar, para pemimpin, dan seluruh umat Israel karena menyadari bahwa diam berarti menerima ketidakadilan sebagai sesuatu yang wajar.
“Lima perempuan hebat ini menyampaikan permohonan untuk memperoleh hak warisan ayah mereka yang telah meninggal, tanpa anak laki-laki,” jelas Pendeta Risto.
Mahlah, Noa, Hogla, Milka, dan Tirza, lanjut Pendeta Risto, memahami bahwa ada ketidakadilan yang datang melalui jalur yang tidak benar sehingga mereka harus menyampaikan alasan penolakan secara bijaksana.
“Mereka tidak menuntut hak karena ambisi pribadi, tetapi karena keadilan dalam perjanjian Allah,” jelas Pendeta Risto.
Kisah lima anak perempuan Zelafehad menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki nilai yang sama di hadapan Allah. Martabat seseorang tidak ditentukan oleh jenis kelamin, status sosial, atau kedudukannya, melainkan karena ia adalah ciptaan Allah.
“Gereja dan masyarakat dipanggil untuk menghormati martabat setiap orang tanpa diskriminasi. Setiap orang berharga di hadapan Allah dan layak dihormati tanpa memandang latar belakangnya,” kata Pendeta Risto. (novy)
Chat Pendengar 0
Halaman Radio