GPIB, Jakarta – Majelis Sinode Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) menandatangani Surat Perjanjian Kerjasama dengan RS. Primaya Evasari berisi penempatan produk, brosur, poster, kolaborasi event di area kedua pihak, termasuk didalamnya pemeriksaan MCU (Medical Check Up), terhitung mulai tanggal 01 Mei 2026 sampai dengan tanggal 30 April 2027 (1 tahun) dan dapat diperpanjang dengan syarat dan ketentuan yang disepakati kedua belah pihak.
Penandatangani MoU tersebut dilakukan di kantor MS pada Jumat (10/4) yang dihadiri hampir semua fungsioanri Majelis Sinode, yakni Ketua Umum MS GPIB XXII Pdt.Nitis Putrasana Harsono, Sekretaris Umum Pdt.Ebser Lalenoh, Ketua I Pdt. Henry Tamaela, Ketua II Pdt. Semuel Karinda, Ketua III Pnt.Sarah Tahitu-Hengkesa, Ketua V Pnt.Max Hayer, Sekretaris I Pdt.Emmawati Baule, Sekretais II Pnt.Ivan Lantu, Bendahara Pnt.Steven Tunas dan Bendahara I Pnt.Gabby Saddoek serta dr.Wily Kurniadi, Direktur Utama RS Primaya Evasari dan sejumlah stafnya.
Menurut Ketua V Pnt.Max Hayer, dengan penandatanganan MoU ini menjadi langkah baik dan efisien bagi GPIB khususnya soal pemeriksaan kesehatan.
“Sesuai dengan fungsi Ketua V dalam penataan organisasi, MoU ini diharapkan dapat menciptakan mekanisme kerja yang lebih profesional dan efisien. Kerja sama dengan institusi kesehatan profesional, seperti RS Primaya membantu Majelis Sinode dalam menjalankan fungsi Pembina Sinodal Kepejabatan secara lebih terukur berdasarkan hasil pemeriksaan medis yang akurat, sehingga penugasan atau mutasi pendeta dapat mempertimbangkan kondisi kebugaran yang bersangkutan,” tandas Ketua V.
Pnt.Max juga menambahkan, layanan ini menjadi bagian dari mekanisme Pastor Pastorum (penggembalaan bagi para pemimpin).
“Dengan memantau kesehatan mental (melalui MMPI) dan fisik pelayan, gereja menjalankan fungsinya sebagai komunitas yang saling memulihkan dan mendukung kesejahteraan para pelayannya agar dapat melayani dengan integritas penuh. Ini juga menjadi fondasi bagi sistem manajemen SDI yang berbasis data (knowledge base) dan mendukung transformasi GPIB sebagai gereja yang unggul di ranah kesehatan melalui kolaborasi profesional.”(lip)

