GPIB, Jakarta – Sebagai penikmat alam, pengguna yang hidup di dalamnya, kita menjadi saksi langsung keindahan bumi sekaligus juga menyaksikan berbagai kerusakan lingkungan hidup akibat ulah manusia. Dampaknya terasa nyata, mulai dari tumpukan sampah di sungai, saluran air di sekitar rumah hingga pengrusakan hutan dan alam serta pencemaran sumber air dan udara terjadi akrab di sekitar kita.
Memahami berbagai contoh kerusakan alam akibat ulah manusia ini maka kadang membuat pesimistis bisakah alam dijaga dan diselamatkan? Jawabnya bisa! Caranya dengan menyadari dan bertanggung jawab menjaga lingkungan untuk masa depan.
Urusan menjaga lingkungan hidup menjadi kewajiban bagi kita semua, termasuk warga gereja. Peran gereja sebagai lembaga menjadi penting dalam upaya mencegah potensi kerusakan lingkungan dalam wilayah pelayanannya.
GPIB Departemen Germasa Bidang Lingkungan Hidup mengadakan “Pemetaan wilayah-wilayah berdampak kerusakan lingkungan” sesuai program PKA 2026-2027. Tujuannya untuk memperoleh data yang akurat tentang wilayah berdampak lingkungan agar GPIB dapat memberikan perhatian secara terarah.
Setiap kita bisa ikut ambil bagian dengan mengisi lewat google form di link berikut ini;
KUESIONER PEMETAAN KERUSAKAN LH https://forms.gle/pTxe7jD1WJfFa3L19
atau dapat scan barcode berikut ini dan mengisinya ;

Mari, terlibat dalam pemetaan kerusakan lingkungan hidup yang diadakan Departemen Germasa Majelis Sinode sehingga hasilnya dapat diketahui fakta yang nyata di lapangan./lip
