GPIB, Riau – Malam keakraban yang diselenggarakan dalam rangka perayaan Paskah Sinodal GPIB 2026 di GPIB Anugerah, Sorek khususnya di halaman depan gereja bajem Eben Haezer, Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau berjalan meriah pada Sabtu (11/4) malam.
Aneka tampilan dari anak-anak Pelkat PA dan PT mengawali pembukaan malam keakraban tersebut. Pdt.Jessica Manabung yang menjadi Pendeta Jemaat bajem Eben Haezer, Kerumutan mengatakan bahwa malam keakraban budaya yang menampilkan aneka seni, seperti gerak tari dari warga jemaat dan warga desa sekitar.

“Pentas budaya seperti ini menjadi tontonan masyarakat yang paling dinanti oleh warga di desa ini. Karena kita kan memang jauh dari kota ya jadi pentas budaya ini yang menjadi tontonan dan hiburan masyarakat. Momennya saat kita merayakan Paskah Sinodal, maka bukan hanya warga jemaat bajem sini yang hadir tapi juga warga dari yang jauh-jauh. Dan, penutupan malam budaya ditutup dengan penampilan kesenian Kuda Luping. Tapi bukan kuda lumping yang makan beling dan ada mistik-mistik, tidak… tapi atraksi seni saja,” kata Pdt. Jessica yang sudah melayani selama 2 tahun lebih di jemaat itu.
Malam keakraban juga dihadiri Ketum MS GPIB XXII Pdt.Nitis Putrasana Harsono, Ketua V Pnt.Max Hayer, kapolsek Iptu Boedi Santoso bersama istri, perwakilan desa Beringin Makmur dan warga desa yang hadir.
Jemaat bajem Eben Haezer, Kerumutan adalah jemaat yang hampir 90 persen adalah warga transmigrasi yang masuk di wilayah ini sejak tahun 1996 dan mereka mengusahakan tanah yang diberi oleh pemerintah dengan kebun sawit. Dan hingga kini lahan mereka cukup maju dan pesat berkembang. Jemaat bajem Eben Haezer terdiri dari suku Jawa, Batak dan suku-suku lainnya.

Pentas budaya ini menjadi ajang perjumpaan warga bersilahturahmi sambio melihat kesenian yang ditampilkan berupa tari Jawa, batak hingga tari melayu khas Riau.(lip)
