Langsung ke konten
Logo GPIB GPIB Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

Berita Terbaru

Ketuk foto untuk membaca
  1. Berita Radio – Jumat, 9…
  2. Di Tengah Dinamika GPIB, Tuhan…
  3. GPIB Hadirkan Tiga Rumah Oksigen…
  4. Lansia Ceria, Lansia Bertemu Tiap…
  5. Menjemaatkan Dokumen Keesaan…
  6. Lansia Harus Tetap Sehat dan…
  7. Tim MS XXII GPIB Periksa…
  8. Semarak HUT ke-78 GPIB dan…
  9. 75 Pendonor Berbagi Kehidupan bagi…
  10. Menembus Batas Pelayanan,…
  11. Night Call GPIB | Jumat…
  12. Ibadah Syukur Agung HUT ke…
Sinode

Ibadah Gelar Wicara: “KHAWATIR BOLEH, HILANG HARAPAN JANGAN”

GPIB, Jakarta – “Khawatir Boleh, Hilang Harapan Jangan” menjadi tema menarik dalam sebuah acara Ibadah Gelar Wicara yang […]

GPIB, Jakarta – “Khawatir Boleh, Hilang Harapan Jangan” menjadi tema menarik dalam sebuah acara Ibadah Gelar Wicara yang menampilkan narasumber Pdt Dr. Nancy Nisahpih-Rehatta, M.Th dengan moderator Vicora van der MUUR.

Menarik karena acara yang disajikan secara live streaming
dari GPIB Shalom Jakarta, 7/11 ini mampu menjawab tantangan yang ada di
masyarakat pada umumnya dan gereja khususnya dalam menghadapi pandemi Covid-19
ini.

“Jangan kuatir tentang hidupmu, Matius 6:25.  Makanan dan minuman menjadi kebutuhan, tetapi ketika kekhawatiran menjadi beban sehingga stress dan sakit, kita harus hati-hati,” kata Pdt Nancy, pendeta GPIB pertama yang meraih Doktor Antropologi di Universitas Indonesia.

“Kalau kekhawatiran merusak relasi dengan Tuhan maka
jangan khawatir. Serahkan segala khawatir kepada-Nya sebab Ia memelihara kamu.
Orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru. Mereka seumpama
rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya, mereka berlari tiak
menjadi lesu, mereka berjalan tapi tidak lelah.”

Moderator Vicora van der MUUR yang juga Ketua Dewan Persekutuan Kaum Perempuan (PKP) GPIB mengatakan, khakawatiran akibat pandemi tidak bisa dihindari, banyak yang berubah karena virus corona. Sesuatu yang tidak biasa harus dibiasakan. Semua untuk memutus mata rantai corona. Kalau dulu saat keluar rumah hanya butuh dompet, handphone, sekarang kita butuh masker dan handsanitizer.

Menjawab itu, Pdt Nancy mengatakan, gereja harus bergerak. Apa yang harus dilakukan adalah bagaimana packaging ibadah dibuat menarik termasuk pemilihan pengkhotbahnya. “Kalau pelayanan yang membuat orang terberkati akan membuat orang dengan sukacita memberi,” tuturnya.

Dikatakan, hidup adalah seni menggambar tanpa penghapus. Jadi berhati-hatilah dalam mengambil keputusan di tiap lembaran berharga dalam hidupmu. Saat semua pintu rasanya tertutup, carilah cahaya sekecil apapun, itu kesempatan.  /fsp

Bagikan