BESITANG, SUMATERA UTARA – Hari bersejarah bagi Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) kembali terukir. Pada hari Minggu 19 Oktober 2025, diadakan Ibadah Hari Minggu sekaligus Pelembagaan Jemaat Mandiri GPIB ke-355, yaitu GPIB Bukit Sion PIR ADB Besitang, yang berada di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, wilayah Mupel Sumut–Aceh. Acara diawali dengan sambutan, tarian, dan pembukaan papan nama serta pemotongan pita oleh Pdt. Manuel Essau Raintung, Ketua II Majelis Sinode XXI GPIB yang kemudian dilanjutkan dengan Ibadah Hari Minggu dan Pelembagaan Jemaat.



Dalam khotbahnya, Pdt. Manuel Essau Raintung menyampaikan:
“Kita bersyukur karena kita telah sampai pada minggu ke-19 masa Pentakosta… Artinya sebagai persekutuan orang-orang percaya yang disebut gereja itu, kita tetap terus menyaksikan apa yang Tuhan inginkan dalam kehidupan ini. Dan meminimalkan apa yang kita mau.”


Ia menegaskan tentang iman yang visioner dan misioner, dengan mengutip kisah 12 pengintai dari Kitab Bilangan:
“Yang Tuhan mau harus maksimal, yang kita mau harus minimal. Paling tidak seperti itu. Inilah yang disebut dengan perjuangan gereja… 10 pengintai berkata jangan masuk, tapi dua orang, Kaleb dan Yosua, berkata ‘Jika Tuhan berkenan kepada kita maka kita akan masuk.’”

“Kepemimpinan visioner itu tidak akan dirinya merasa terhambat dengan banyaknya faktor negatif… Kita mengandalkan Tuhan bukan untuk menyambut kesenangan, tapi menghadapi kekurangan. GPB ini satu minggu lagi akan bersidang. Mari kita doakan agar para pemimpin GPIB ini betul-betul visioner.”
“Jemaat Bukit Sion, imannya bukan karena sawit. Tapi iman kita karena Tuhan Yesus Kristus. Kita bukan mengandalkan sisi kuantitasnya, tapi kualitasnya. Mari kita bangun iman ini untuk menyatakan keyakinan kita yang lebih sungguh di Bukit Sion… Bagi Tuhanlah kemuliaan selama-lamanya.”
Dalam sambutannya mewakili Majelis Sinode XXI GPIB, Pdt. Manuel Essau Raintung menyatakan:
“Atas nama Majelis Sinode 21 GPIB, kami menyampaikan rasa hormat, terima kasih, dan syukur karena pada hari ini GPIB telah bertambah dua jemaat: Jemaat Bukit Sion Pir Besitang dan Jemaat Bethlehem Comal Pemalang.” Beliau juga menekankan pentingnya pertumbuhan kualitas jemaat, “Yang paling penting adalah pertumbuhan kualitas jemaat… Kami atas nama Majelis Sinode menyampaikan terima kasih kepada Majelis Jemaat Anugerah Pangkalan Berandan.”
Ia kemudian menyoroti pentingnya gereja ramah lingkungan, “GPIB sudah menjadi gereja ramah lingkungan. Salah satu indikatornya adalah no plastik… Saya mengusulkan paling tidak sebelum Natal, kita meniadakan penggunaan plastik. Ternyata yang lain bisa.”
Pdt. Raintung juga menyampaikan ucapan selamat kepada Pdt. Diajeng Sesia Pinkanatalini Syahaininiah yang ditetapkan sebagai KMJ baru Jemaat Bukit Sion, “Pada akhirnya menetapkan Pendeta Sesia untuk bertugas menjalankan tugas selaku Ketua Majelis Jemaat di tempat ini. Semoga Ibu Pendeta Sesia bersama rekan-rekan diaken penatua langsung rapat majelis untuk menentukan PHM.”
Sebagai bagian dari Musyawarah Pelayanan GPIB Sumatera Utara – Aceh, dalam sambutannya, Pdt. Semuel Karinda menyampaikan sukacita atas pelembagaan jemaat baru ini, “Inilah Mupel Sumut Aceh… Kami tetap akan selalu berdoa buat jemaat yang ada di Pangkalan Berandan. Doa kami tidak akan pernah berhenti.”
Beliau juga menyoroti program lingkungan hidup Mupel, “Kami lagi menanam 10.000 mangrove di Bangkalan Susu… dari enam belas jemaat, walaupun kecil, mereka berpartisipasi aktif.”
Dan ia menutup dengan apresiasi bagi Jemaat Besitang, “Kami menyambut jemaat Besitang, jemaat ke-16 di Mupel Sumut Aceh dengan penuh sukacita. Selamat berkarya di Mupel Sumut Aceh.”
Sementara, dari Jemaat Penopang – GPIB Filadelfia Bintaro menyampaikan, “Kita patut bersyukur untuk peristiwa besar ini karena semuanya dirancangkan oleh Tuhan indah pada waktunya. Semangat pelayanan harus dipelihara, tidak berhenti ketika jemaat ini sudah melembaga.”
“Bantuan antar jemaat yang setiap bulan dianggarkan oleh Filadelfia akan tetap berlangsung sampai tahun anggaran ini selesai.”
Pdt. Jovina Hutahaean-Luntungan, Ketua Majelis Jemaat (KMJ) GPIB Anugerah Pangkalan Berandan, menuturkan proses panjang hingga Bajem PIR ADB Besitang menjadi jemaat mandiri:

“Majelis Jemaat Induk bergumul berat untuk memutuskan mandirinya Bajem… Kami bisa tetap ada selaku Jemaat Induk, 70% topangannya dari Bajem ADB Besitang.”
“Tetapi kami masih memiliki daya, yaitu daya iman di dalam Yesus Kristus. Kami bersyukur kepada Majelis Sinode XXI yang menyatakan ‘siapkanlah proses pelembagaan’… Kami ikhlas dengan rela melepas anak kami menjadi Jemaat Bukit Sion PIR ADB Besitang.” lanjutnya.
Sementara sambutan dari KMJ Baru GPIB Bukit Sion, Pdt. Diajeng Sesia Pinkanatalini, mengungkapkan,

“Terpujilah Tuhan kita Yesus Kristus, Sang Kepala Gereja, hari ini kita bisa melaksanakan ibadah penabisan gedung gereja dan pelembagaan jemaat GPIB yang ke-355.”
“Ini kerinduan jemaat yang bisa Tuhan jadikan hari ini. Mereka dengan sukacita memberikan persembahan tetap, satu keluarga dua ratus ribu, tanpa mengeluh. Dari 2021 hingga 2025 proses ini berlangsung dan hari ini Tuhan nyatakan.”
“Terima kasih kepada Jemaat Induk GPIB Anugerah, Jemaat Penopang Philadelphia Bintaro dan Cinere Depok, serta semua pihak yang menopang. Mari kita berjalan bersama mewujudkan pelayanan dan kesaksian yang utuh.”
Hari itu menjadi tonggak sejarah bagi GPIB — tanda pertumbuhan gereja yang tidak hanya dalam jumlah, tetapi juga dalam iman, kesetiaan, dan kualitas pelayanan bagi Tuhan dan sesama.





















