SIBOLGA, GPIB – Tim Crisis Center GPPIB yang diwakili Ketua I Pdt.Henry Tamaela dan Ketua 2 Pdt.Semuel Karinda berkunjung memberi penguatan bagi warga jemaat yang terdampak bencana di GPIB Anugerah, Pangkalan Berandan dan GPIB Bukit Sion, Besitang, Mupel Sumatera Utara Aceh (SUA), Jumat (12/12).
Selain memberikan penguatan, disalurkan bantuan dari jemaat GPIB Filadelfia, Bintaro Banten kepada kedua jemaat itu. Bantuan ke GPIB Anugerah Pangkalan Beranda diserahkan oleh Pdt.Semuel Karinda kepada Ketua Majelis Jemaat Pnt.Jovina Luntungan dan kepada jemaat GPIB Bukit Sion diserahkan oleh Pdt.Henry Tamaela.,
Pdt.Jovia mengaku amat bersyukur atas bantuan yang diberikan. “Sungguh kami bersyukur kepada Allah sumber Hidup kami percaya anugerah-Nya tak berkesudahan. Tuhan nyatakan berkat-Nya melalui bantuan yang kami terima secara khusus bantuan dana dari Jemaat Filadelfia Bintaro, Banten yang memang sangat kami butuhkan. Terima kasih atas doa, perhatian, dan kepedulian GPIB Jemaat FILADELFIA Bintaro-Banten,” ujar Pdt.Jovina.
Pdt.Jovina bercerita kondisi jemaat masih memiliki trauma, khususnya jika kondisi cuaca, namun secara fisik kondisi jemaat baik-baik saja. “Secara fisik, kondisi sehat. Akan tetapi kondisi psikis masih dalam kecemasan. Setiap awan hitam dan hujan turun, jemaat berseru dalam harap agar hujan tidak deras yang menyebabkan hujan, dan angin tidak kencang yang menyebabkan pohon tumbang kemudian listrik padam,” ujarnya.

Sementara itu bantuan dana juga diberikan ke jemaat GPIB Bukit Sion, Besitang dari GPIB Filafelfia, Bintaro. Ketua Majelis Jemaat Bukit Sion Pdt.Diajeng Sesia Pinkanatalini mengaku amat bersyukur atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan.
“Sungguh kami merasa bersyukur kepada Tuhan Yesus karna-Nya melalui jemaat-jemaat yang tergerak khususnya GPIB Jemaat Filadelfia Bintaro kami jemaat GPIB Bukit Sion PIR ADB Besitang mendapatkan berkat berupa bantuan uang tunai yg diberikan kepada kami. Bantuan yang diberikan sungguh berguna bagi kami khususnya bagi jemaat yang terdampak pasca bencana banjir yang lalu. Bantuan ini akan dikelola sebagaimana mestinya, khususnya bagi salah satu jemaat yang menjadi korban bencana banjir yang lalu. Bantuan ini menjadi tanda bahwa kepedulian itu akan selalu ada dan menjadi motivasi bagi kami untuk selalu bersyukur serta tidak lupa menjadi saluran berkat bagi sesama,” kata Pdt.Diajeng.
Ia menambah kondisi jemaat yang terdampak pasca bencana sudah baik meski harus mengalami terisolir beberap ahri.
“Waktu bencana datang, jemaat di Bukit Sion terisolir karena 4 hari mengalami pemadaman listrik serta hilang sinyal. Kami kesulitan untuk menghubungi orang luar bahkan keluarga untuk memberi info kondisi kami. Begitupun, kami kesulitan menghubungi jemaat yang terdampak karna rumahnya sudah terendam dan keluarga sudah berada di pengungsian Besitang. Saat bencana terjadi kami juga kesulitan urusan logistik karna akses ke dalam tertutup longsor. Sekarang, puji Tuhan keadaan semakin pulih pasokan logistik sudah perlahan masuk ke tempat kami namun untuk urusan sinyal masih belum stabil. Pasca banjir yang lalu perlahan jemaat di sini sudah mulai melakukan aktivitas seperti sedia kala. Terpujilah nama Tuhan,” akunya.
Tim CC GPIB bersama MS meneruskan perjalanan guna memberikan dukungan ke wilayah Aceh Tamiang. Kondisi Tamiang pasca bencana cukup parah.
Ketua I Pdt.Henry Tamaela mengatakan bahwa bantuan tersebut menjadi bukti kepedulian sesama warga GPIB.
Ia menambahkan sedang meneruskan perjalanan ke Aceh Tamiang untuk melihat kondisi di sana karena ada warga jemaat gPIB yang terdampak akibat bencana.
Dukungan bagi yang terdampak bencana terus diperlukan sehingga kehadiran GPIB menjadi garda terdepan di manapun dan dalam kondisi apapun.
“Kehadiran GPIB menjadi garda terdepan di saat bencana seperti ini, apapun situasinya. Sehingga kita terus terpanggil untuk memberikan bantuan, perhatian dan doa bagi sesama,” kata Sekretaris Umum MS GPIB Pdt.Ebser Lalenoh, di Jakarta pada Jumat (12/12) menanggapi kunjungan yang telah dilakukan oleh MS yang diwakili CC GPIB.(lip)

