Skip to content
GPIB Indonesia

GPIB Indonesia

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

Primary Menu
  • Tentang GPIB
    • Visi dan Misi
    • Pemahaman Iman
    • Majelis Sinode GPIB
    • Presbiterial Sinodal
    • PKUPPG
  • DIREKTORI
    • Departemen
    • Yayasan
      • YAPENDIK
      • YAYASAN DIAKONIA
      • YAYASAN KESEHATAN
  • Berita & Artikel
    • SINODE
    • Kegiatan
      • M I S I O N E R
      • D I A K O N I A
    • Kegiatan PELKAT
      • PELKAT PA
      • PELKAT PT
      • PELKAT GP
      • PELKAT PKP
      • PELKAT PKB
      • PELKAT LANSIA
    • P E R S P E K T I F
      • I N S P I R A S I
      • Sosok
  • Sabda Digital
  • Radio GPIB
  • Hubungi Kami
  • Home
  • SINODE
  • PGI Serukan Hidup Ugahari di Tengah Ketegangan Global
  • Featured
  • SINODE
  • Slide

PGI Serukan Hidup Ugahari di Tengah Ketegangan Global

GPIB March 11, 2026 3 minutes read
Ketua PGI

Ketua PGI Pendeta Jacklevyn Frits Manuputty. (Foto ilustrasi/PGI)

(Ketua Umum PGI Pendeta Jacklevyn Manuputty. Foto PGI)

JAKARTA — Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menyerukan kepada umat Kristen di Indonesia untuk menghidupi spiritualitas keugaharian, memperkuat solidaritas sosial, dan menjadi pembawa damai di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia yang berpotensi memicu dampak ekonomi global.

PGI menilai dinamika geopolitik tersebut berpotensi memberikan dampak langsung terhadap perekonomian Indonesia. Kenaikan harga energi dapat menekan nilai tukar rupiah dan mendorong inflasi yang pada akhirnya memengaruhi daya beli masyarakat.

“Kelompok masyarakat yang paling rentan, seperti pekerja sektor informal dan mereka yang hidup dari pendapatan harian, biasanya menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya,” papar Pendeta Jacklevyn F. Manuputty dalam keterangan pers, Selasa, 10 Maret 2026.

Seruan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah yang melibatkan kekuatan-kekuatan besar dunia dan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global. Ketegangan geopolitik yang berkepanjangan berpotensi memicu lonjakan harga energi, gangguan rantai pasok global, serta tekanan terhadap perekonomian negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Menahan Diri dan Tenang

Dalam situasi tersebut, gereja dipandang memiliki peran penting untuk menghadirkan harapan dan ketenangan di tengah kecemasan sosial.

“Spiritualitas ini diejawantahkan dalam upaya mengendalikan diri dan berkata cukup terhadap pola konsumtif berlebihan, serta dalam kesediaan diri untuk berbagi, terutama dengan sesama yang belum mampu memenuhi kecukupan dirinya,” Pendeta Manuputty menjelaskan.

“Sebab secara spiritual, ugahari berarti meletakkan keyakinan secara penuh kepada pemeliharaan Tuhan di atas berbagai kekhawatiran akibat ketidakpastian dunia, tetapi dengan tetap berbela rasa terhadap sesama yang menderita.”  

Menurut PGI, spiritualitas keugaharian tidak hanya berkaitan dengan gaya hidup sederhana, tetapi juga merupakan wujud kepercayaan kepada pemeliharaan Tuhan sekaligus tanggung jawab untuk mengelola sumber daya secara bijaksana.

Selain itu, organisasi gereja tersebut juga mengingatkan pentingnya memperkuat persatuan sosial dalam masyarakat yang majemuk. Dalam konteks Indonesia yang dibangun di atas kebhinnekaan, solidaritas sosial dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan bangsa di tengah ketidakpastian global.

PGI juga menekankan agar gereja tidak ikut memperkeruh situasi dengan menyebarkan ketakutan, kebencian, atau disinformasi. Sebaliknya, umat diajak untuk menghadirkan ruang dialog, rekonsiliasi, dan pengharapan.

Bijak dalam Ekonomi dan Informasi

Di sisi lain, PGI menyampaikan sejumlah harapan kepada pemerintah agar merespons situasi global secara bijaksana. Pemerintah diminta mengambil kebijakan ekonomi yang berhati-hati, melindungi daya beli masyarakat kecil, serta memastikan kebijakan energi dan fiskal tidak semakin membebani kelompok rentan.

PGI juga mendorong pemerintah untuk menyampaikan informasi publik yang transparan dan berbasis data guna mencegah spekulasi dan kecemasan di masyarakat.

Pemerintah sendiri telah menjelaskan bahwa meski harga minyak dunia meningkat akibat ketegangan ini, stok BBM nasional masih aman. Kantor berita Antara melaporkan bahwa stok BBM Indonesia diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan sekitar 21-25 hari ke depan.

Pemerintah juga menginformasikan ketersediaan BBM dan harganya tidak naik hingga Idulfitri, meski harga minyak dunia naik di atas asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dengan demikian, masyarakat diimbau agar tidak melakukan panic buying.

Selain langkah-langkah sosial dan ekonomi, PGI mengajak umat Kristen untuk terus mendoakan perdamaian dunia, khususnya bagi kawasan Timur Tengah yang kembali dilanda konflik. Doa juga dipanjatkan bagi para pemimpin dunia agar memilih jalan dialog dan rekonsiliasi daripada kekerasan dan perang. “Di tengah kegelisahan zaman, gereja dipanggil untuk tidak larut dalam ketakutan, melainkan hidup dalam iman yang tenang dan menghadirkan pengharapan bagi dunia.”

(CP)

About the Author

GPIB

Administrator

GPIB

Visit Website View All Posts

Tinggalkan Komentar / Pesan Anda disini

Post navigation

Previous: Utus – Sambut KMJ GPIB Maranatha Denpasar, Pendeta Ebser: Pelayan Tuhan Harus Setia Berdiri Tegak Kepada Tuhan
Next: Kedepankan Keberagaman Lewat Lomba VG di Menara Kasih

Related Stories

WhatsApp Image 2026-05-18 at 15.59.13
  • GERMASA
  • Misioner
  • SINODE

POK Germasa GPIB 2026 Seperti Lemhanas Kecil

GPIB May 18, 2026
Pendeta Nancy
  • Inspirasi
  • Kegiatan
  • Slide

Pendeta Nancy Pimpin Ibadah Hari Minggu Perdana Pukul 17.00 WIB GPIB Siloam Jakarta Barat

GPIB May 17, 2026
Pendeta Nitis
  • Kegiatan
  • SINODE
  • Slide

Pendeta Nitis Resmikan Pelembagaan GPIB Jemaat Agape Mersam Jambi

GPIB May 17, 2026

Kategori Artikel

  • DIAKONIA
  • Featured
    • Slide
  • INFO VIKARIS
  • Kegiatan
    • DIAKONIA
    • Misioner
      • GERMASA
  • Kegiatan PELKAT
    • PELKAT GP
    • PELKAT PA
    • PELKAT PKB
    • PELKAT PKP
    • PELKAT PT
    • PLEKAT LANSIA
  • PELEMBAGAAN
  • PELKES
  • Perspektif
    • Arcus
    • Inspirasi
    • Sosok
  • SINODE
    • Agenda
    • Pesan-Pesan
    • PSR XXII
  • STIKES
    • YAYASAN
      • YANKES

Hubungi Kami

Majelis Sinode GPIB
Jl. Merdeka Timur. No.10
Gambir, Kota Jakarta Pusat
Jakarta, Indonesia
P: (021) 384 2895
P: (021) 384 9917
F: (021) 385 9250
E: admin@gpib.or.id

Direktori

  • Yayasan
  • Departemen
  • Musyawarah Pelayanan
Copyright © GPIB Indonesia | MoreNews by AF themes.