Bali, 10 Oktober 2025 – Dalam rangka memperingati HUT ke-15 Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Lanjut Usia (PKLU) GPIB, rangkaian kegiatan penuh kasih digelar di Bali. Sebelum acara puncak pada 11–12 Oktober 2025, rombongan Dewan PKLU Bersama Panitia Pelaksana HUT dan Majelis Sinode GPIB melakukan dua kunjungan kasih — pertama ke Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya, dan kedua kepada korban banjir di Denpasar yang juga merupakan warga jemaat GPIB Maranatha.

Di Panti Sosial Tresna Werdha Wana Seraya, suasana sukacita tampak ketika para anggota PKLU menyerahkan bingkisan kasih kepada para oma dan opa yang tinggal di panti tersebut.
Penatua Shirley Maureen van Houten-Sumangkut, M.M., Ketua IV Majelis Sinode GPIB, menyampaikan pesan penuh makna tentang semangat berbagi kasih dan rasa syukur:

“Kami datang bersama-sama untuk berbagi kasih… Kita sama-sama mengucap syukur kepada Sang Yang Widi, kepada Tuhan yang memelihara kita semua. Pekak dan Ninik (sebutan opa dan opa di Bali-Red) juga dijaga, dipelihara sehingga sampai saat ini selalu sehat ya dalam usia yang lanjut. Harus tetap bersyukur, harus tetap gembira karena hati yang gembira adalah obat,” ujarnya penuh semangat.

Sementara itu, Dewi, Kepala Seksi Pelayanan Sosial Lanjut Usia yang membawahi Panti Wana Seraya dan Jaramarapati Singaraja, menyambut baik kedatangan rombongan PKLU.

“Terima kasih atas kehadirannya hari ini. Berkat yang dibawa saya ucapkan terima kasih juga walaupun kami sebenarnya sudah ter-cover semua. Tapi apapun dari yang datang kepada kami akan kami terima. Kalau memang berlebih biasanya kami salurkan ke panti lain,” jelasnya.

Kunjungan kasih kedua dilakukan kepada para korban banjir di Denpasar beberapa waktu lalu, di mana banyak di antara mereka adalah anggota jemaat GPIB Maranatha. Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Marthen Leiwakabessy, S.Th., Ketua I Majelis Sinode GPIB, menyampaikan penguatan iman kepada para korban:

“Kami tahu bahwa kehilangan itu begitu luar biasa, sangat mendukakan. Tapi manakala kita kehilangan orang yang kita cintai, maka saat itu juga janjinya bahwa engkau tidak pernah sendiri. Ada Tuhan, tapi juga ada kita semua yang akan menguatkan Bapak-Ibu sehingga tidak pernah merasa sendiri.”

Salah satu korban, Ni Kadek Yuliati, menyampaikan rasa haru dan terima kasihnya atas kepedulian gereja: “Terima kasih sekali karena kami diberikan tanda kasih dan juga kepedulian dari gereja. Harapan saya kegiatan ini terus berlanjut, karena bencana itu tidak bisa diprediksi. Saya juga berharap pemerintah lebih memperhatikan mitigasi dan evakuasi bencana. Gereja benar-benar hadir waktu bersih-bersih rumah, bantu anak-anak yang kehilangan buku, dan memberikan penguatan bagi kami,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Rangkaian kunjungan kasih ini ditutup dengan doa dan berkat oleh Pdt. Maureen Suzanne Rumeser-Thomas, M.Th., Ketua III Majelis Sinode GPIB, menandai berakhirnya momen pelayanan yang sarat makna dan kasih.
Melalui kegiatan ini, PKLU GPIB menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan melayani, bukan hanya di tengah sukacita, tetapi juga dalam pergumulan sesama — menghadirkan kasih Kristus yang nyata di tengah kehidupan.


