GPIB, Mataram – Sekretaris Umum Majelsi Sinode GPIB XXII Pdt.Ebser M.Lalenoh meneguhkan majelis antar waktu di GPIB Immanuel Bung Karno, Mataram, NTB dalam ibadah Minggu (12/4) siang waktu setempat.
Dalam kotbahnya di ibadah itu, Pdt.Ebser mengingatkan bahwa hidup yang kita nikmati saat ini adalah berkat karunia dari Tuhan, seperti yang disampaikan Petrus dalam 2 Petrus 1 ayat 3-9.
“Karena itu kalau hidup dalam Tuhan maka dia harus datang kepada Tuhan, mintalah kepada Tuhan supaya bagian berkat yang disediakan disediakan atau diperoleh. Juga Allah mengaruniakan kekuatan bagi orang percaya sehingga harus bisa menguasai dirinya, harus bisa menjaga dirinya supaya tidak tergoda dengan keadaan dunia. Lalu, kita dipanggil untuk bertumbuh aktif dan produktif dan jangan jadi orang Kristen yang pasif. Dan pelayan dan presbiter harus militan dalam pelayanan dan lakukan itu dilakukan dalam nama Tuhan dan tujuannya untuk kemuliaan nama Tuhan,” kata Pdt.Ebser.
Sehari sebelumnya, pada Sabtu (11/4) Sekum Pdt.Ebser juga memberikan materi pembinaan bagi para presbiter dan pengurus Pelkat serta pelayan PA /PT yang berlangsung pukul 18.00 WITA hingga selesai.

Menurut Ketua Majelis Jemaat GPIB Immanuel Bung Karno Pdt.Miss Pelletimu-Sono Bogar kepada redaksi menjelaskan bahwa pembinaan tersebut mengangkat tema Etika Pelayanan dan Kesetiaan Panggilan yang kemudian dibahasakan dengan kalimat merevitalisasi dan merevolusi panggilan pelayanan
“Pembinaan tersebut sangat baik dan pastinya memberikan pengaruh bagi para peserta. Setidaknya me-refresh kembali bagi para pelayan yang sudah pernah diteguhkan. Ada hal-hal yang menguatkan iman dan mengingatkan kembali, bagaimana setiap pelayan digerakkan untuk melakukan pelayanan dengan hati dan keseriusan. Sehingga pelayanan tidak hanya sekadar berjalan biasa saja tapi juga memberi arah, kuasa dan berdampak,” kata Pdt.Miss.
Untuk peneguhan majelis jemaat antar waktu, kata Pdt.Miss ada 8 orang yang diteguhkan dan penambahan ini untuk menjawab kebutuhan pelayanan di sektor dan pos karena ada presbiter yang tidak bisa lagi melayani karena sudah pindah kerja, meninggal dan juga mengundurkan diri.
“Ya melalui peneguhan presbiter antar waktu ini harapannya ke depan presbiter yang baru dapat bersinergi dengan presbiter yang lama sehingga pelayanan di masing-masing sektor dan pos semakin dapat dirasakan pelayanannya oleh jemaat,” ujar Pdt.Miss.(lip)

