JAKARTA – Ketua V Fungsionaris Majelis Sinode (FMS) Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Penatua Maxi van Hayer mengungkapkan, Persidangan Sinode Tahunan (PST) GPIB, yang berlangsung di Jakarta, pada 11-14 Februari 2026 akan meneguhkan arah Visi dan Misi GPIB Tahun 2026–2045.
Maxi mengungkapkan, GPIB sebagai Gereja Mandiri sejak tahun 1948, konsisten mengusung visi dan misi dalam rangka meningkatkan kemitraan antara Gereja dan Pemerintah, khususnya terkait isu-isu sosial dan kemanusiaan; pendidikan politik etis; advokasi keadilan sosial dan Hak Asasi Manusia (HAM); penguatan nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan; serta pemberdayaan jemaat.
“Peneguhan Visi dan Misi GPIB sangat diperlukan, dalam rangka mewujudkan Pokok-pokok Kebijakan Umum Panggilan dan Pengutusan Gereja (PKUPPG) Jangka Panjang III,” kata Maxi di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Ia mengatakan, berangkat dari tema PST 2026 “Carilah Tuhan, maka Kamu akan Hidup” (Amos 5:6), GPIB menegaskan visi pelayanannya yaitu, “Gereja yang Hidup untuk Keadilan, Kebenaran, dan Pemulihan.”
Diharapkan PST 2026, GPIB dapat meneguhkan komitmen untuk melangkah bersama dalam perjalanan panjang pelayanan, setia kepada Tuhan, dan relevan bagi kehidupan gereja, bangsa, dan dunia hingga Republik Indonesia merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-100, pada tahun 2045.
“Visi ini menjadi panggilan iman yang harus dijawab agar kehidupan bergereja tidak berhenti pada ritual, melainkan menjelma dalam kehidupan nyata yang menghadirkan keadilan, kebenaran, dan pemulihan bagi sesama, dan seluruh ciptaan,” jelas dia.
Disebutkan, Misi GPIB 2026–2045 diarahkan pada tiga pokok utama. Pertama, menjadi persekutuan yang menghidupi keadilan; Kedua, membentuk pribadi-pribadi yang memberi teladan dalam melaksanakan kebenaran Allah; dan Ketiga, mendorong pemulihan bagi seluruh ciptaan melalui kepedulian pada lingkungan, keadilan sosial, dan kehidupan berkelanjutan.
“Seluruh arah pelayanan ini dilandasi nilai-nilai utama GPIB, yakni kasih, keadilan, inovasi, dan kebersamaan,yang menjadi fondasi spiritual dan etis dalam menjawab tantangan zaman,” pungkas Maxi. (novy)

