Langsung ke konten
Logo GPIB GPIB Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

Berita Terbaru

Ketuk foto untuk membaca
  1. Berita Radio – Jumat, 9…
  2. Di Tengah Dinamika GPIB, Tuhan…
  3. GPIB Hadirkan Tiga Rumah Oksigen…
  4. Lansia Ceria, Lansia Bertemu Tiap…
  5. Menjemaatkan Dokumen Keesaan…
  6. Lansia Harus Tetap Sehat dan…
  7. Tim MS XXII GPIB Periksa…
  8. Semarak HUT ke-78 GPIB dan…
  9. 75 Pendonor Berbagi Kehidupan bagi…
  10. Menembus Batas Pelayanan,…
  11. Night Call GPIB | Jumat…
  12. Ibadah Syukur Agung HUT ke…
Sinode

Persidangan Sinode Secara Online atau Ditunda, Apa Kata Tiga Narasumber Ini?

GPIB, Jakarta – Pelaksanaan Persidangan Sinode (PS) XXI secara virtual atau ditunda sampai tahun depan tidak ada pelanggaran. […]

Persidangan Sinode Secara Online atau Ditunda, Apa Kata Tiga Narasumber Ini?

GPIB, Jakarta – Pelaksanaan Persidangan Sinode (PS) XXI secara virtual atau ditunda sampai tahun depan tidak ada pelanggaran. Dalam kondisi Kahar, Majelis Sinode diberikan wewenang untuk melakukan langkah-langkah strategis antara lain menunda atau membatalkan Persidangan Sinode selama pemberlakuan kondisi kahar.

Mengatakan
itu Prof. Pdt. Dr. John C. Simon, M.Th, M.Hum narasumber
dalam diskusi “Siapkah Kita Menggereja Secara Daring” yang diselenggarakan
Komunitas DeWe Senin (1/6/2020). Persidangan
Sinode dapat dilaksanakan secara virtual dengan menggunakan teknologi digital,
dalam jaringan dan atau cara lain yang efektif dan efisien sesuai dengan situasi
dan kebutuhan tertentu.

“Majelis
Sinode dapat melakukan koordinasi dengan Majelis Jemaat dan BP Mupel secara
daring atau online dan atau cara lain yang memungkinkan koordinasi dapat
berjalan dengan baik,” tuturnya dalam diskusi yang dipandu Pdt  Alexius Letlora, D.Th ini. 

Sebagaimana
diketahui, pada Oktober 2020 nanti Majelis Sinode GPIB merencakan akan
melaksanakan Persidangan Sinode XXI di Surabaya. Apakah dilaksanakan secara
online atau ditunda sampai tahun 2021 berkaitan dengan pandemi Covid-19.

Bagi Pdt. Dr. Jozef M. N. Hehanussa, M.Th, melalui teknologi daring semua keputusan bisa dilakukan. Landasan
teologisnya ada pada Pemahaman Iman tentang penyelenggaraan secara tertib dan terartur. Tata Gereja tidak mengartikan offline atau online.

“Kalau pola
digital bisa mengatur tidak ada persoalan dengan daring,” tutur Pengajar di Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta ini. Gereja harus terus menerus melakukan pembaruan, ecclesia reformata semper reformanda, Allah bekerja membaharui gereja  dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi.

Gereja harus berkomitmen untuk
bergereja secara daring dan mempersiapkan
warganya untuk terkoneksi dan
berinteraksi atau saling merespons satu dengan yang lain melalui internet. “Gereja
daring akan menjadi model yang kita tawarkan bukan
saja hanya pada masa pendemi.” 

Bergereja
secara daring bersifat dialogis, tidak monologis, sebagaimana bergereja secara luring juga dialogis, membuka diri untuk semakin dikenal
oleh dunia luar tanpa batas.  “Kita juga tidak tahu new normal
ini akan berjalan berapa lama. Berapa kali kita harus menampung jemaat dengan
protokol kesehatan. Tapi dengan memanfaatkan
teknologi itu bisa,” imbuhnya.

“Keuntungan yang didapatkan dari digitalisasi, biaya logistik yang sangat rendah, tanpa kertas, lebih tertib
dan fokus, tidak perlu ruangan pertemuan besar, izin keramaian, tidak perlu banyak panitia,”  kata Aldrin
Purnomo yang juga narasumber dalam diskusi yang dihadiri sekira 250 peserta
ini.

Tantangannya,
kata Aldrin,  adalah keterbatasan jaringan,
keamanan aplikasi, keterbatasan pemahaman alat dan aplikasi dan membutuhkan
waktu pelaksanaan lebih lama. Namun semua ini bisa diatasi.

“Persidangan Sinode Digitalakan menjadi pelatihan
digitalisasi manajemen dan kepemimpinan GPIB. Momentum Covid-19 tidak boleh dilewatkan begitu saja. Kita harus manfaatkan momentum ini! This is the Time! Inilah saatnya!,” kata pria yang bekerja sebagai Head of Logistic at Infineon Technologies, Batam ini.

Ditanya apakah GPIB siap melaksanakan Persidangan Sinode yang tinggal beberapa bulan saja? Aldrin mengatakan, tidak ada masalah. Secara teknologi semua perangkat digital sangat siap. /fsp

Bagikan