Skip to content
GPIB Indonesia

GPIB Indonesia

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

Primary Menu
  • Tentang GPIB
    • Visi dan Misi
    • Pemahaman Iman
    • Majelis Sinode GPIB
    • Presbiterial Sinodal
    • PKUPPG
  • DIREKTORI
    • Departemen
    • Yayasan
      • YAPENDIK
      • YAYASAN DIAKONIA
      • YAYASAN KESEHATAN
  • Berita & Artikel
    • SINODE
    • Kegiatan
      • M I S I O N E R
      • D I A K O N I A
    • Kegiatan PELKAT
      • PELKAT PA
      • PELKAT PT
      • PELKAT GP
      • PELKAT PKP
      • PELKAT PKB
      • PELKAT LANSIA
    • P E R S P E K T I F
      • I N S P I R A S I
      • Sosok
  • Sabda Digital
  • Radio GPIB
  • Hubungi Kami
  • Home
  • SINODE
  • Persidangan Sinode Secara Online atau Ditunda, Apa Kata Tiga Narasumber Ini?
  • SINODE

Persidangan Sinode Secara Online atau Ditunda, Apa Kata Tiga Narasumber Ini?

Redaksi Arcus June 2, 2020 3 minutes read
dc70e158-bb70-4b6c-8283-097f56afb1a8

GPIB, Jakarta – Pelaksanaan Persidangan Sinode (PS) XXI secara virtual atau ditunda sampai tahun depan tidak ada pelanggaran. Dalam kondisi Kahar, Majelis Sinode diberikan wewenang untuk melakukan langkah-langkah strategis antara lain menunda atau membatalkan Persidangan Sinode selama pemberlakuan kondisi kahar.

Mengatakan itu Prof. Pdt. Dr. John C. Simon, M.Th, M.Hum narasumber dalam diskusi “Siapkah Kita Menggereja Secara Daring” yang diselenggarakan Komunitas DeWe Senin (1/6/2020). Persidangan Sinode dapat dilaksanakan secara virtual dengan menggunakan teknologi digital, dalam jaringan dan atau cara lain yang efektif dan efisien sesuai dengan situasi dan kebutuhan tertentu.

“Majelis Sinode dapat melakukan koordinasi dengan Majelis Jemaat dan BP Mupel secara daring atau online dan atau cara lain yang memungkinkan koordinasi dapat berjalan dengan baik,” tuturnya dalam diskusi yang dipandu Pdt  Alexius Letlora, D.Th ini. 

Sebagaimana diketahui, pada Oktober 2020 nanti Majelis Sinode GPIB merencakan akan melaksanakan Persidangan Sinode XXI di Surabaya. Apakah dilaksanakan secara online atau ditunda sampai tahun 2021 berkaitan dengan pandemi Covid-19.

Bagi Pdt. Dr. Jozef M. N. Hehanussa, M.Th, melalui teknologi daring semua keputusan bisa dilakukan. Landasan teologisnya ada pada Pemahaman Iman tentang penyelenggaraan secara tertib dan terartur. Tata Gereja tidak mengartikan offline atau online.

“Kalau pola digital bisa mengatur tidak ada persoalan dengan daring,” tutur Pengajar di Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta ini. Gereja harus terus menerus melakukan pembaruan, ecclesia reformata semper reformanda, Allah bekerja membaharui gereja  dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi informasi.

Gereja harus berkomitmen untuk bergereja secara daring dan mempersiapkan warganya untuk terkoneksi dan berinteraksi atau saling merespons satu dengan yang lain melalui internet. “Gereja daring akan menjadi model yang kita tawarkan bukan saja hanya pada masa pendemi.” 

Bergereja secara daring bersifat dialogis, tidak monologis, sebagaimana bergereja secara luring juga dialogis, membuka diri untuk semakin dikenal oleh dunia luar tanpa batas.  “Kita juga tidak tahu new normal ini akan berjalan berapa lama. Berapa kali kita harus menampung jemaat dengan protokol kesehatan. Tapi dengan memanfaatkan teknologi itu bisa,” imbuhnya.

“Keuntungan yang didapatkan dari digitalisasi, biaya logistik yang sangat rendah, tanpa kertas, lebih tertib dan fokus, tidak perlu ruangan pertemuan besar, izin keramaian, tidak perlu banyak panitia,”  kata Aldrin Purnomo yang juga narasumber dalam diskusi yang dihadiri sekira 250 peserta ini.

Tantangannya, kata Aldrin,  adalah keterbatasan jaringan, keamanan aplikasi, keterbatasan pemahaman alat dan aplikasi dan membutuhkan waktu pelaksanaan lebih lama. Namun semua ini bisa diatasi.

“Persidangan Sinode Digitalakan menjadi pelatihan
digitalisasi manajemen dan kepemimpinan GPIB. Momentum Covid-19 tidak boleh dilewatkan begitu saja. Kita harus manfaatkan momentum ini! This is the Time! Inilah saatnya!,” kata pria yang bekerja sebagai Head of Logistic at Infineon Technologies, Batam ini.

Ditanya apakah GPIB siap melaksanakan Persidangan Sinode yang tinggal beberapa bulan saja? Aldrin mengatakan, tidak ada masalah. Secara teknologi semua perangkat digital sangat siap. /fsp

About the Author

Redaksi Arcus

Contributor

Visit Website View All Posts

Tinggalkan Komentar / Pesan Anda disini

Post navigation

Previous: Satgas Covid-19 GPIB Mupel Kalbar Regio 3 Berikan Masker dan Sembako
Next: Puncak Pandemi Pertengahan Juni, Berakhir Agustus, New Normal Jadi Pilihan

Related Stories

WhatsApp Image 2026-05-18 at 15.59.13
  • GERMASA
  • Misioner
  • SINODE

POK Germasa GPIB 2026 Seperti Lemhanas Kecil

GPIB May 18, 2026
Pendeta Nitis
  • Kegiatan
  • SINODE
  • Slide

Pendeta Nitis Resmikan Pelembagaan GPIB Jemaat Agape Mersam Jambi

GPIB May 17, 2026
K1
  • Featured
  • PELKES
  • SINODE
  • Slide

Program Bincang Pendeta untuk Beri Semangat di Pos Pelkes

GPIB May 11, 2026

Kategori Artikel

  • DIAKONIA
  • Featured
    • Slide
  • INFO VIKARIS
  • Kegiatan
    • DIAKONIA
    • Misioner
      • GERMASA
  • Kegiatan PELKAT
    • PELKAT GP
    • PELKAT PA
    • PELKAT PKB
    • PELKAT PKP
    • PELKAT PT
    • PLEKAT LANSIA
  • PELEMBAGAAN
  • PELKES
  • Perspektif
    • Arcus
    • Inspirasi
    • Sosok
  • SINODE
    • Agenda
    • Pesan-Pesan
    • PSR XXII
  • STIKES
    • YAYASAN
      • YANKES

Hubungi Kami

Majelis Sinode GPIB
Jl. Merdeka Timur. No.10
Gambir, Kota Jakarta Pusat
Jakarta, Indonesia
P: (021) 384 2895
P: (021) 384 9917
F: (021) 385 9250
E: admin@gpib.or.id

Direktori

  • Yayasan
  • Departemen
  • Musyawarah Pelayanan
Copyright © GPIB Indonesia | MoreNews by AF themes.