GPIB, Riau – Kegiatan bakti sosial dan peresmian pastori dalam rangka perayaan Paskah 2026 secara Sinodal GPIB 2026 selama dua hari resmi dibuka pada Sabtu (11/4) pagi oleh Ketua Umum Majelis Sinode GPIB XXII Pdt. Nitis Putrasana Harsono di GPIB Anugerah, Sorek khususnya di bakal jemaat (bajem) Eben Haezer, Kerumutan.

Kegiatan itu diawali dengan ibadah pembuka dipimpin Pdt.Andreas Sebayang yang menekankan pesan firman dari Ulangan 16 ayat 18-20 untuk mencari dan mengusahakan keadilan bagi siapapun.
“Keadilan harus berputar sehingga ketika bangsa Israel masuk dan hidup di tanah perjanjian harus dilandasi dengan keadilan. Musa mengawali dengan ibadah aktual. Bahwa ibadah yang ritual tidak bisa dipisahkan dengan aktual. Iman harus ditunjukan dengan tindakan. Musa menyampaikan bahwa keadilan tidak mudah dilakukan sehingga harus dijelaskan dan dilakukan. Hidup lurus harus jadi hal utama. Iman harus bergerak keluar kepada mereka yang tertindas dan kepada yg diperlakukan tidak adil,” ujarnya.
Pdt.Andreas juga menekankan bahwa karya Paskah tidak diam dan statis. “Paskah mengingatkan kita bahwa hidup yang lurus tidak mudah, tapi peristiwa kebangkitan Allah tidak diam tetapi berkarya terus, bahwa keadilan dilihat bagi semua orang. Maka jadilah pelaku keadilan, terutama di gereja dan masyarakat,” tandasnya.
Senada dengan pesan renungan, Pdt.Nitis dalam sambutan pembukaannya menekankan bahwa perayaan Paskah bukan sekadar mengenang peristiwa kebangkitan Kristus, tetapi merupakan panggilan iman bagi gereja untuk menghadirkan tanda-tanda kehidupan baru, pengharapan, kasih, dan pemulihan di tengah dunia.

“Karena itu, melalui Perayaan Paskah Sinodal GPIB Tahun 2026 ini, kita diajak untuk semakin meneguhkan panggilan gereja sebagai persekutuan yang hidup, yang tidak hanya beribadah di dalam gedung gereja, tetapi juga hadir nyata di tengah masyarakat. Bersyukur 2 hari (11-12 April) kegiatan perayaan Paskah Sinodal ini dilakukan dengan berbagai kegiatan, yakni bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar, peresmian Pastori Ebenhaezer, sebagai bagian dari penguatan pelayanan gereja di wilayah pelayanan, juga berbagi kasih Pelkat PA dan PT, sebagai wujud perhatian gereja kepada generasi penerus, malam kebersamaan melalui pentas seni budaya, sebagai ungkapan syukur, sukacita, dan semangat kebersamaan dalam keberagaman dan ditutup dengan Ibadah Paskah Sinodal GPIB Tahun 2026 di hari Minggu esok. Tuhan memberkati usaha yang dilakukan teman-teman Mupel Saribu dan seluruh jemaat,” kata Pdt.Nitis.
Ketum juga menyampaikan, meski tidak banyak perwakilan yang hadir, bukan berarti tidak semarak. “Ini memang yang pertama kali kita adakan, namun meski dilaksanakan bukan di kota besar atau di tempat besar, namun lewat digital apa yang dilakukan tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi sungguh menjadi momentum pembaruan iman, penguatan pelayanan, dan peneguhan komitmen bersama untuk terus menghadirkan gereja yang membawa kebenaran, keadilan, dan pemulihan,” tandas Pdt.Nitis.
Sebelum ibadah, rombongan MS dan jemaat disuguhkan tarian Sekapur Sirih yang merupakan tarian adat Riau. Tarian itu mengandung pesan penyambutan bagi tamu yang datang dengan disuguhkan sirih sebagai bentuk keakraban dengan masyarakat dan adat di Riau. (lip)


