Skip to content
GPIB Indonesia

GPIB Indonesia

Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

Primary Menu
  • Tentang GPIB
    • Visi dan Misi
    • Pemahaman Iman
    • Majelis Sinode GPIB
    • Presbiterial Sinodal
    • PKUPPG
  • DIREKTORI
    • Departemen
    • Yayasan
      • YAPENDIK
      • YAYASAN DIAKONIA
      • YAYASAN KESEHATAN
  • Berita & Artikel
    • SINODE
    • Kegiatan
      • M I S I O N E R
      • D I A K O N I A
    • Kegiatan PELKAT
      • PELKAT PA
      • PELKAT PT
      • PELKAT GP
      • PELKAT PKP
      • PELKAT PKB
      • PELKAT LANSIA
    • P E R S P E K T I F
      • I N S P I R A S I
      • Sosok
  • Sabda Digital
  • Radio GPIB
  • Hubungi Kami
  • Home
  • SINODE
  • Gereja Terus Diarahkan Kepada New Normal
  • SINODE

Gereja Terus Diarahkan Kepada New Normal

Redaksi Arcus May 23, 2020 2 minutes read
7d7397bf-f030-4ef9-920e-185f8714d2dc

GPIB, Jakarta – Pandemi Covid-19 tidak akan selesai dengan cepat. Untuk itu, sejak sekarang harus menciptakan situasi “normal yang baru”.  Demikian disampaikan Theo Litaay, Ph.D Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, saat berbicara dalam sebuah forum Discussion Group, Jumat (22/5).

Dalam diskusi yang mengahadirkan Prof. Drs. John A Titaley, Th.D sebagai Team Teaching itu, Theo menyebutkan bahwa Covid-19 telah menimbulkan dampak berat baik di sektor kesehatan maupun sektor lain.

Akibat pandemi, pekerjaan dan pendapatan hilang. Sekolah ditutup, dan hal ini menyebabkan efek negatif terhadap pembelajaran. Layanan dasar pun terhenti. Sementara itu, bagi banyak keluarga, pembatasan sosial, kejadian sakit, atau kehilangan anggota keluarga memperberat tekanan yang dirasakan.

Menanggapi apa yang disampaikan Theo Litaay, seorang penanggap dari GMIM mempetanyakan model New Normal itu seperti apa. “Masihkah Gereja dalam hal ini gedung gereja diperlukan,” katanya berkaitan dengan ibadah-ibadah yang dilakukan sudah Live Streaming.

Menjawab pertanyaan itu, Prof Titaley mengatakan gedung gereja di saat new normal bisa saja digunakan sebagai ruang isolasi yang memang dibutuhkan.

Psikolog Miryam S.V. Nainggolan, MSW dalam sebuah acara yang bertemakan Quovadis GPIB pada 9 Mei 2020 mengatakan, The New Normal setelah Covid-19 bisa jadi merupakan gaya hidup baru. Perubahan adalah keniscayaan, perubahan besar memasuki kehidupan baru sedang dialami manusia                                  

“Yang perlu dipikrkan adalah bagaimana cara hidup kita jika pandemi Covid-19 berakhir. Apakah kita akan kembali hidup seperti sebelum ada wabah corona. Apakah kita akan berusaha beradaptasi dengan  kondisi riil dan meneruskan dengan semangat baru,” kata Miryam. /fsp

About the Author

Redaksi Arcus

Contributor

Visit Website View All Posts

Tinggalkan Komentar / Pesan Anda disini

Post navigation

Previous: Satgas Covid-19 GPIB Mupel Jakpus Lakukan Serangkaian Aksi Sosial
Next: Jelang Idul Fitri Warga Menerima Bantuan dari Satgas Covid-19

Related Stories

WhatsApp Image 2026-05-18 at 15.59.13
  • GERMASA
  • Misioner
  • SINODE

POK Germasa GPIB 2026 Seperti Lemhanas Kecil

GPIB May 18, 2026
Pendeta Nitis
  • Kegiatan
  • SINODE
  • Slide

Pendeta Nitis Resmikan Pelembagaan GPIB Jemaat Agape Mersam Jambi

GPIB May 17, 2026
K1
  • Featured
  • PELKES
  • SINODE
  • Slide

Program Bincang Pendeta untuk Beri Semangat di Pos Pelkes

GPIB May 11, 2026

Kategori Artikel

  • DIAKONIA
  • Featured
    • Slide
  • INFO VIKARIS
  • Kegiatan
    • DIAKONIA
    • Misioner
      • GERMASA
  • Kegiatan PELKAT
    • PELKAT GP
    • PELKAT PA
    • PELKAT PKB
    • PELKAT PKP
    • PELKAT PT
    • PLEKAT LANSIA
  • PELEMBAGAAN
  • PELKES
  • Perspektif
    • Arcus
    • Inspirasi
    • Sosok
  • SINODE
    • Agenda
    • Pesan-Pesan
    • PSR XXII
  • STIKES
    • YAYASAN
      • YANKES

Hubungi Kami

Majelis Sinode GPIB
Jl. Merdeka Timur. No.10
Gambir, Kota Jakarta Pusat
Jakarta, Indonesia
P: (021) 384 2895
P: (021) 384 9917
F: (021) 385 9250
E: admin@gpib.or.id

Direktori

  • Yayasan
  • Departemen
  • Musyawarah Pelayanan
Copyright © GPIB Indonesia | MoreNews by AF themes.