MEDAN — Majelis Sinode GPIB dalam koordinasi dan komunikasi dengan Unit Penanggulangan Bencana (UPB) atau Crisis Centre GPIB Mupel Sumut- Aceh terus bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi jemaat dan warga terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Penyaluran dilaksanakan secara bertahap sejak 29 November 2025, mencakup sejumlah jemaat di Medan, Pangkalan Brandan, Belawan, hingga wilayah yang aksesnya paling sulit: Sibolga.

Tahap I–III: Distribusi Bantuan ke 13 Jemaat
Berdasarkan data distribusi, bantuan diberikan dalam bentuk beras, telur, minyak goreng, mie instan, air mineral, gula, dan teh. Total 13 titik distribusi telah menerima bantuan dalam tiga tahap, yaitu:
Tahap I – 29 November 2025
- GPIB Desa Kolam
- Pos Pelkes Bandar Klipa
- GPIB Yope Belawan
Komoditas yang disalurkan antara lain 19–40 karung beras (5 kg), 7–40 papan telur, minyak goreng 7–40 kg, mie instan 7–40 karton, dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan di tahap ini dibeli dan didistribusikan langsung oleh tim di lapangan.
Tahap II – 30 November 2025
- GPIB Immanuel
- GPIB Filadelfia
- GPIB Kasih Karunia
- GPIB Maduma
- GPIB Efata Tanjung Morawa
Pada tahap ini, mie instan diberikan ½ box per keluarga karena keterbatasan stok yang tersedia. Total 9–67 karung beras, 9–67 papan telur, serta berbagai kebutuhan lainnya disalurkan.

Tahap III – 1 Desember 2025
- GPIB Anugerah Pangkalan Brandan
- Masyarakat sekitar GPIB Anugerah
- GPIB Bukit Sion Besitang
- Masyarakat sekitar GPIB Bukit Sion
- Pos Pelkes Sicanggang
- GPIB Paulus Binjai
Distribusi pada tahap ini juga mencakup bantuan untuk warga non-GPIB yang terdampak. Penyaluran air mineral dibatasi maksimal 1 karton per keluarga karena stok terbatas.
Tahap IV – Menuju GPIB Siloam Sibolga
Distribusi tahap IV masih on progress, karena akses menuju Sibolga sangat sulit akibat kerusakan infrastruktur dan kondisi medan yang berbahaya.
Perjalanan 24 Jam untuk Menembus Sibolga

Ketua 1 Majelis Sinode XXII GPIB, Pdt Henry Tamaela, menjelaskan beratnya proses penyaluran bantuan menuju Sibolga.
“Tidak mudah buat Crisis Center Mupel Sumut Aceh memasuki kota Sibolga. Sejak Jumat malam tim berangkat. Kurang lebih 24 jam akhirnya masuk kota Sibolga,” ujar Pdt Henry Tamaela.
Beliau menambahkan bahwa sejak 26 November, tim telah melayani wilayah Medan, Pangkalan Brandan, dan sekitarnya sambil terus berupaya membuka jalur menuju Sibolga.
“Puji Tuhan malam tadi, Sabtu 06 Desember 2025 sekitar pukul 20.30, bantuan dari Medan telah tiba di Sibolga.” demikian disampaikan melalui WhatsApp kepada redaksi.
Crisis Centre GPIB Mupel Sumut – Aceh menyampaikan terima kasih kepada seluruh jemaat GPIB atas dukungan yang terus mengalir serta memohon doa agar tim tetap sehat dan kuat.
Pernyataan Ketua II Majelis Sinode XXII GPIB, Pdt Semuel Karinda
Ketua II Majelis Sinode XXII GPIB, Pdt Semuel Karinda, menegaskan bahwa seluruh bantuan merupakan wujud kepedulian jemaat GPIB terhadap sesama.
“Bantuan yang kami salurkan ini adalah upaya meringankan beban warga jemaat terdampak banjir di Sumut Aceh. Bantuan ini berasal dari persembahan kasih jemaat-jemaat GPIB yang dihimpun oleh Majelis Sinode untuk dibagikan ke tiga wilayah terdampak: Jawa Timur, Sumbar, dan Sumut Aceh.”
Beliau juga menyampaikan harapan bahwa bantuan lanjutan dapat diberikan dalam bentuk kunjungan kasih, ibadah pemulihan, bantuan kesehatan, bantuan pendidikan anak sekolah, bahkan renovasi rumah apabila dana mencukupi.
“Mari membantu mereka yang tertimpa bencana sebagai wujud nyata rasa persaudaraan sebagai anak-anak Tuhan.”
Informasi Paket Bantuan Lengkap untuk 80 KK di Sibolga

Untuk wilayah Sibolga, berikut informasi paket bantuan lengkap, hasil Aksi Bersama GPIB, yang siap didistribusikan untuk 80 kepala keluarga, terdiri dari:
Kebutuhan Harian
- Sabun mandi 160 batang
- Pasta gigi 80 tube
- Sabun cuci piring 160
- Rinso 160
- Wipol 160
- Pampers, pembalut, bedak bayi
- Minyak kayu putih 80 botol
- Masker 80 kotak
- Susu Bear Brand 160 kaleng
- Biscuit & Crackers 160 bungkus per jenis
Obat-obatan
- Obat batuk, flu, vitamin
- Paracetamol
- Antasida
- Salep/obat gatal
Pakaian & Selimut
- Kaos 50
- Daster 30
- Pakaian anak-anak
- Singlet dan pakaian dalam
- Selimut 240 kain (3 per KK)
Sembako
- Gula 160 kg
- Minyak 160 kg
- Mie instan 160 dus
- Teh 160 kotak
- Sarden 480 kaleng
- Beras 240 karung (5 kg) + 1 karung (10 kg)
Komitmen Berkelanjutan
Majelis Sinode XXII GPIB menegaskan bahwa pendistribusian ini bukan akhir, tetapi bagian dari rangkaian dukungan jangka panjang bagi jemaat yang terdampak bencana. Koordinasi dengan Majelis Sinode bersama Mupel dan Jemaat terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga dapat terpenuhi secara maksimal.

