Langsung ke konten
Logo GPIB GPIB Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat

Berita Terbaru

Ketuk foto untuk membaca
  1. Berita Radio – Minggu, 25…
  2. Berbagai Kasih, Menghadirkan Harapan
  3. Rayakan Dies Natalis ke-28, STIKES…
  4. Wakapolda Sumsel Kunjungi…
  5. GPIB Keluarkan Sikap Resmi Soal…
  6. Di Tengah Dinamika GPIB, Tuhan…
  7. GPIB Hadirkan Tiga Rumah Oksigen…
  8. Lansia Ceria, Lansia Bertemu Tiap…
  9. Menjemaatkan Dokumen Keesaan…
  10. Lansia Harus Tetap Sehat dan…
  11. Morning Call GPIB | Monday,…
  12. Lomba FASHION SHOW | BAZAR…
Sinode

Bahas Isu-isu Pluralisme, Majalah Arcus Jadi Acuan Penelitian Mahasiswa

GPIB, Jakarta – Seperti biasanya majalah arcus sering mewawancai atau melakukan cover narasumber. Tapi kali ini Wakil Pemimpin […]

Bahas Isu-isu Pluralisme, Majalah Arcus Jadi Acuan Penelitian Mahasiswa

GPIB, Jakarta – Seperti biasanya majalah arcus sering mewawancai atau melakukan cover narasumber. Tapi kali ini Wakil Pemimpin Redaksi arcus, Frans S.P Salempang diwawancarai oleh seorang mahasiswa Yogyakarta. Wawancara dilakukan via zoom ini memakan durasi 3 jam lebih dalam rangka pengumpulan data berkaitan dengan isu-isu pluraslisme.

Majalah arcus edisi 25 menjadi
acuan penelitiannya. Apa yang menjadi daya tarik  di edisi ini sehingga menjadi acuan untuk
penelitan? Menurut mahasiswa itu, karena di majalah yang bercover Presiden Joko
Widodo tersebut mengupas cukup tuntas isu pluralisme kaitannya dengan
pernyataan seorang tokoh agama yang ujarannya menubruk keberagaman. 

Dari
76 artikel di edisi 25/2020 tersebut, terdapat 10 artikel yang membahas
mengenai perjumpaan antara Agama Kristen dengan Agama Islam. Tiga diantaranya
membahas respons GPIB soal Salib.   Hal lain mengapa majalah arcus menjadi salah
satu pilihan penelitian? Itu karena media komunitas majalah arcus menjalankan
fungsi edukasi internalisasi ideologi komunitas.

Hasil
penelitian ini, katanya,  akan menjadi sumbangan
pemikiran bagi pemangku kebijakan menangani isu pluralisme dalam mewujudkan
kerukunan beragama di Indonesia. Dan bisa menjadi kontribusi dalam
pengembangan ilmu komunikasi dan menjadi referensi bagi penelitian berikutnya,
khususnya pada ranah kajian yang berfokus pada interpretasi audiens atas pesan.

Dikatakan
bahwa pluralisme mengakomodir seluruh agama dan sepakat bahwa Tuhan juga hadir
dalam agama masing-masing dengan cara yang berbeda. Sehingga perbedaan tersebut
dihargai sebagai anugerah dari Tuhan yang perlu dijaga dan dirawat bersama.

Media tidak hanya sekedar
memberikan informasi kepada khalayak. Media mampu memberikan pertimbangan dalam
menyelesaikan permasalahan yang dihadapi khalayak. Selain itu media juga
mentransmisikan nilai-nilai tertentu kepada khalayak melalui konten media, sehingga
berita yang muncul di media dapat dilihat sebagai teks representasi realitas
dari sudut pandang ideologi organisasi media. /fsp

Bagikan