GPIB, Banyuwangi – Tahun ajaran baru 2027/2028 segera akan dimulai dan banyak skeolah berbenah untuk menyambut murid baru. Salah satu sekolah yang juga ikut bebenah adalah TK-SD Kristen Petra Banyuwangi dibawah naungan Yayasan Pendidikan Kristen (Yapendik) GPIB cabang Immanuel Banyuwangi yang berada di Jalan Letjen Sutoyo Siswomiharjo No. 38, Banyuwangi.
Ibu Suhardita salah seorang guru di sekolah itu bercerita bahwa saat ini jumlah murid yang akan menjalani tahun ajaran baru berjumlah 16 anak.
“Jadi tiap kelas terdiri dari 2 atau 3 siswa sehingga totalnya 16 siswa. Tahun ini meluluskan 2 siswa dan masuk sekolah negeri di tingkat SMP,” kata ibu Suhardita yang menjadi satu-satunya guru ASN.

Ia menambahkan, siswa Sekolah Kristen Petra diperuntukan tidak hanya warga Kristen tetapi juga warga sekitar yang memasukan anaknya di sekolah ini. “Biayanya tidak bayar, karena kami yang mencarikan donatur bagi siswa-siswa itu sehingga anak tinggal belajar saja di sini,” ujarnya.
Gedung sekolah terdiri dari kelas 1 hingga kelas 6, lalu ada ruang guru, ruang kelas TK, lapangan tempat bermain, taman baca dan area halaman ditumbuhi sejumlah pohon Kencana yang rindang sehingga suasana sekolah adem.
Soal jumlah siswa yang sedikit, upaya yang dilakukan pihak sekolah menurut bu Suhardita telah melakukan berbagai cara memberikan promosi dan sosialisasi.
“Kami menjemput bola dengan mengunjungi gereja-gereja sekitar dan menyampaikan bahwa sekolah ini menerima siswa baru bahkan menerima siswa disabilitas. Bahkan siswa kami yang disabilitas tuna runggu yang tadinya tidak bisa mengikuti pelajaran secara umum, kini dapat mengikuti dan nilainya cukup baik,” terang ibu Suhardita.
Ibu Suhardita yang memasuki pensiun di bulan Oktober tahun ini dan masuk sekolahdan menjalani piket berharap, sekolah ini tetap ada meski siswanya sedikit.

“Harapan saya, sekolah kristen ini tetap ada karena jadi sekolah kristen satu-satunya di Kecamatan ini dan guru-gurunya tetap semangat khususnya lagi Yapendik GPIB untuk mendukung sekolah ini,” tandasnya.
Bendahara sekolah itu, Max Arens Walalalyo mengaku tantangan yang dihadapi pihak sekolah selain mencari siswa baru juga mencari dontur khusus untuk menunjang kegiatan sekolah.
“Ya itu harapan kami agar sekolah ini banyak orantua yang memasukan anaknya untuk sekolah di tempat ini dan juga kami mencari donatur-donatur khusus untuk menunjang kegiatan kami,” katanya.(lip)
